KUTAI KARTANEGARA —- Melihat dari perkembangan kasus COVID-19 yang semakin meningkat,  Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kembali mengeluarkan surat edaran no. B-2373/DINKES/065.11/09/2020 tertanggal 16 September 2020,  Tentang Evaluasi Penyelenggaraan Relaksasi dan Penerapan Pembatasan Sosial Adaptasi Kebiasasan Baru Pada Masa Pandemi COVID-19.

Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah menyebutkan dalam surat edaran ini membahas sebanyak 9 (Sembilan) poin mulai dari himbauan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan wajib menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari tempat – tempat keramaian dan berkumpul.

Selain itu adanya penutupan kembali semua area publik dan tempat wisata milik Pemkab Kukar, untuk tempat wisata yang dikelola swasta sementara masih diijinkan dengan pembatasan jumlah pengunjung 30% dari pengunjung normal dan wajib menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan yang dilaksanakan Pemkab Kukar, BUMD/BUMN, Perusahaan, Organisasi Kemasyarakatan/ Keagamaan baik dan diluar ruangan dengan jumlah lebih dari 20 orang juga dihentikan. Penyediaan makanan dan minuman selama pelaksanaan kegiatan disediakan dalam bentuk kotakan, tidak diijinkan menyediakan prasmanan dan diberikan kepada peserta setelah kegiatan berakhir.

Melarang seluruh kegiatan masyarakat yang dilaksanakan baik di dalam maupun luar ruangan yang bersifat keramaian/mengumpulkan massa, seperti Car Free Day, resepsi pernikahan/tasmiyahan/syukuran, pengajian/tabligh akbar, ibadah kelompok do’a/rayon, event-event olahraga/budaya, konser musik dan kegiatan lomba.

” Membatasi ASN/Pejabat untuk melakukan perjalanan dinas ke luar wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan menerima kunjungan kerja terutama dari daerah terjangkit,” jelas Edi Damansyah.

Dalam surat edaran ini juga dilakukan pembatasan aktivitas dan pembatasan sosial, yakni Pasar rakyat/pasar malam dibatasi, pagi mulai dari pukul 06.30 s.d 09.00 WITA dan sore dari pukul 16.30 s.d 21.00 WITA. Restoran/rumah makan, angkringan, café, Pedagang Kaki Lima (PKL), Tempat Hiburan/Ketangkasan dan usaha sejenis dibatasi s.d pkl. 22.00 WITA. Pembatasan pengunjung maksimal 30 % dari kapasitas ruangan/tempat duduk dan WAJIB melakukan rekayasa pengaturan ruangan/tempat duduk.

“Mengutamakan tidak makan atau minum di tempat dan dianjurkan dibawa pulang ke rumah. Kepada seluruh pengelola rumah ibadah dihimbau untuk tetap menerapkan juga menjalankan protokol kesehatan pelaksanaan ibadah, “tambahnya.

Sementara itu kepada Camat, Lurah, Kepala Desa dan Tim Penegakan Hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 diinstruksikan untuk melakukan rekayasa, razia, pembubaran massa, penutupan aktivitas dalam rangka upaya penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan di lapangan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2020 serta penegakan hukum terhadap penyebarluasan berita HOAX atau bersifat provokasi tentang COVID-19.

Evaluasi penyelenggaraan relaksasi dan penerapan pembatasan sosial Adaptasi Kebiasaan Baru pada masa pandemi COVID-19 dalam wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara berlaku selama 14 hari kedepan sejak dikeluarkannya Surat Edaran ini, bebernya.

“Hasilnya akan dilakukan evaluasi lebih lanjut,” tutupnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *