SAMARINDA—Peningkatan angka kesembuhan di Provinsi Kalimantan Timur masih mendominasi. Pada Sabtu 31 Oktober 2020 ada 270 pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Data tersebut berdasarkan rilis harian yang dilaporkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak.

270 kasus sembuh sebut Andi yakni dari Kabupaten Kutai Barat satu kasus, Kabupaten Kutai Kartanegara 73 kasus, Kabupaten Kutai Timur lima kasus, Kabupaten Paser 24 kasus, Kota Balikpapan 28 kasus, Kota Bontang 87 kasus dan Kota Samarinda 52 kasus.

Kendati angka kesembuhan menunjukkan kecenderungan meningkat setiap harinya, namun kasus positif di Kaltim masih saja bertambah. Terdapat penambahan 116 kasus positif hari ini.

Kasus-kasus positif tersebut terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara 33 kasus, Kabupaten Kutai Timur sembilan kasus, Kabupaten Mahakam Ulu satu kasus, Kabupaten Paser 16 kasus, Kota Balikpapan 37 kasus, Kota Bontang empat kasus dan Kota Samarinda 16 kasus.

“Masih ada 688 kasus yang sedang menunggu hasil pemeriksaan di laboratorium,” ucapnya.

Dirinya juga melaporkan penambahan angka kematian akibat Covid-19 sebanyak 10 kasus. Yakni  dari Kabupaten Kutai Kartanegara  dan Kabupaten Paser masing-masing satu kasus, Kota Balikpapan enam kasus dan kota Samarinda dua kasus.

Dengan demikian, lanjutnya, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim sudah mencapai 14.091 kasus. Sementara sembuh 11.066 kasus, meninggal 482 kasus dan masih dirawat 2.543 kasus, imbuh Andi.

SAMARINDA—Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Kalimantan Timur menggelar Musyawarah Wilayah VI Tahun 2020, yang diselenggarakan di Hotel Ibis Jalan Mulawarman, Jum’at (30/10/2020) malam.

Acara berlangsung selama dua hari (30-31 Oktober) dengan mengangkat tema Konsolidasi, Revitalisasi, Soliditas, diikuti seluruh perwakilan Dekopin provinsi, kabupaten dan  kota se Kaltim secara virtual.

Dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Kaltim, H. Hadi Mulyadi saat menghadiri acara tersebut mengungkapkan, koperasi merupakan bagian terpenting dalam membangun perekonomian bangsa khususnya Kaltim.

Untuk itu Pemerintah akan terus mendukung pengembangan koperasi sebagai soko guru perekonomian dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

“Provinsi Kaltim sangat mendukung atas pembinaan dan kerja Dekopin Kaltim bagi koperasi di daerah, Kita mitra sejajar. Pemerintah dan Dekopin dalam mendorong serta membina koperasi di Kaltim. Koperasi menjadi pilar ekonomi negara,” kata Hadi Mulyadi.

Hadi juga menambahkan dalam membangun koperasi diperlukan semangat dan jiwa kebersamaan yang berasaskan gotong royong sesuai dengan kepribadian bangsa.

“Koperasi harus bersama-sama dan dibangun dengan jiwa kebersamaan (gotong royong) serta semangat kerja keras, kerja ikhlas, tulus dan penuh cinta demi perekonomian rakyat,”tambah Hadi.

Turut hadir Wakil Ketua Umum Bidang Advokasi dan Hukum, Komunikasi dan Teknologi Informasi Dekopin, Raliansen Saragih, Korwil Dekopin Kalimantan, Latifah dan Ketua Dekopinwil Kaltim, H Jafar Abdul Gaffar..

SAMARINDA— Angka tambahan kesembuhan kembali lebih tinggi dari pada tambah kasus positif  Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kaltim.

Berdasarkah rilis yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak pada Jum’at 30 Oktober 2020, penambahan pasien sembuh tercatat 245 kasus, sedangkan kasus positif  bertambah 205 kasus.

245 kasus sembuh tersebut tersebar di Kabupaten Kutai Kartanegara 69 kasus, kabupaten Kutai Timur 17 kasus, Kabupaten Paser tujuh kasus, Kota Balikpapan 24 kasus, Kota Bontang 40 kasus dan Kota Samarinda 93 kasus. Jadi total kasus sembuh di Kaltim sebanyak 10.796 kasus.

Sedangkan 205 kasus pasien terkonfirmasi positif terdapat di Kabupaten Kutai Barat satu kasus, kabupaten Kutai Kartanegara 46 kasus, Kabupaten Kutai Timur 73 kasus, Kabupaten Paser 15 kasus, Kabupaten Penajam Paser Utara satu kasus,  Kota Balikpapan 11 kasus, Kota Bontang 24 dan Kota Samarinda 34 kasus.

Selain itu kasus meninggal sebut Andi, bertambah satu kasus yaitu dari Kota Bontang, sehingga kasus meninggal saat ini mencapai 472 kasus.

Dengan begitu, kasus positif  Kaltim 13.975 kasus, sementara pasien yang masih dirawat baik isolasi mandiri maupun dirawat dirumah sakit sebanyak 2.707 kasus dan yang masih dalam proses laboratorium 762 kasus, beber Andi.

PENAJAM –  Menghadapi libur panjang yang bersamaan dengan  Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 29 Oktober 2020, Babinsa Kelurahan Tanjung Tengah Serda Heri tak bosan bosannya selalu mengingatkan kepada para pengunjung wisata. Terutama Pantai Tanjung Jumlai dan Pantai Corong agar patuhi 3 M. Dengan maksud untuk  mengantisipasi adanya penyebaran virus, Jum’at (30/10/2020).

Serda Heri mengatakan lebih baik berdiam diri di rumah, andaipun liburan tetap mematuhi protokol kesehatan, di tempat terbuka mana kala ada kerumunan juga harus dihindari dan tetap menerapkan 3 M yaitu memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mencuci tangan.

Dirinya juga perpesan agar pemiliki wilayah tempat berwisata berupa pantai maka harus selalu aktif dalam memantau setiap ada pengunjung terutama pada saat liburan, sehingga penyebaran Covid-19 bisa di tekan.

Sementara saat dikonfirmasi awak media Dandim 0913/PPU, Letkol Inf Dharmawan, mengatakan dalam minggu terakhir ini, Provinsi Kalimantan Timur mengalami kenaikan jumlah kasus positif covid-19 namun untuk PPU saat ini masih di zona kuning.

“Rentang waktu dalam satu Minggu terakhir Kaltim ini naik di kota-kota tertentu, Puji Tuhan di PPU harus kita pertahankan ada di zona kuning,” tutur Dandim.

Apalagi kata Dandim, dalam libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW, pihaknya telah mempersiapkan langkah-langka untuk mengantisipasi adanya penyebaran covid-19.

“Perlu langkah-langkah kita bagaimana setelah libur panjang ini jangan sampai terjadi lagi kluster paska liburan,”jelasnya.

Penrem 091/ASN

SAMARINDA— Pasien sembuh Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur membludak, hari ini Kamis 29 Oktober 2020 tambah 275 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak menuturkan wilayah yang paling banyak melaporkan pasien sembuh adalah Kota Samarinda 138 kasus.

Kemudian disusul Kabupaten Kutai Kartanegara 55 kasus, Kota Balikpapan 30 kasus,  KotaBontang 25 kasus,  Kabupaten Kutai Barat 12 kasus, Kabupaten Berau lima kasus, Kabupatem Kutai Timur lima kasus, Kabupatem Paser empat kasus dan Kabupaten Penajam Paser Utara satu kasus.

“Peningkatan tersebut membuat angka kesembuhan Kaltim berada di angka 10.542 kasus,”ungkapnya dalam siaran persnya.

Penambahan juga terjadi pada kasus terkonfirmasi positif  Covid-19. Andi menyebutkan ada . penambahan 208 kasus. Adapun  yang tersebar di  Kabupaten Berau 12 kasus, Kabupaten Kutai Barat tiga kasus, Kabupaten Kutai Kartanegara 35 kasus, Kabupaten Kutai Timur sembilan kasus, Kabupaten Paser dua kasus, Kabupaten Penajam Paser Utara tiga kasus, Kota Balikpapan 31 kasus, Kota Bontang lima kasus dan kota Samarinda 108 kasus.

Kemudian untuk kasus meninggal dunia bertambah lima kasus dari Kabupaten Kutai Kartanegara dua kasus, Kota Bontang satu kasus, Kabupaten Kutai Timur satu kasus dan Kota Balikpapan satu kasus.

Kasus positif di Kaltim kini sudah mencapai 13.770 kasus, meninggal 471 kasus, pasien dirawat 2.757 kasus dan menunggu hasil laboratorium 1.283 kasus.

SAMARINDA – Wakil Gubernur Kaltim, H Hadi Mulyadi memimpin Apel Kesiapsiagaan Pramuka Peduli Bencana Penanggulangan Covid-19, di Halaman Kantor Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Timur, Rabu (28/10).

Apel berkaitan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 Tahun 2020 dilaksanakan secara sederhana dan penuh hikmad dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan dihadiri Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Kaltim, HM Hatta Zainal serta jajaran Kwarda Gerakan Pramuka Kaltim.

Wagub Hadi Mulyadi menegaskan para pemuda harus bersatu dan bangkit membangun daerah, bangsa dan negara demi kemaslahatan masyarakat.

“Semangat dan tekad para pemuda 92 tahun lalu sangat luar biasa. Dan pemuda sekarang harus mewarisi dan meneruskan makna yang terkandung dalam semangat itu, yakni harus bersatu agar terhindar dari perpecahan, serta bangkit dari keterpurukan di masa pandemi ini,” pesan Hadi Mulyadi.

Menyikapi era new normal dimasa wabah Covid-19, lanjutnya, pemuda tidak boleh patah semangat. Sebaliknya, harus kreatif, inovatif dan produktif serta memberikan ide-ide positif membangkitkan semangat dari dampak virus corona.

“Saya bangga, kita semua patut bangga. Sebab, pemuda-pemudi Kaltim selain Kreatif, inovatif dan produktif juga berdayasaing serta berprestasi di tingkat nasional,” ungkapnya.

Wagub sangat mengapresiasi atas terbentuknya Satgas Pramuka Peduli Covid-19 Kaltim yang dikomandani Kakak Wahyu Widhi Heranata.

“Semoga memberi manfaat besar dalam penanggangan wabah corona di Kaltim,” harap Hadi.

SAMARINDA —-  Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Kelompok Tari binaan UPT Taman Budaya Sentawar (TBS) mengikuti ajang Festival Kudungga Kaltim 2020 yang berlangsung di Samarinda baru-baru ini.

Keikutsertaan Kelompok Tari ini untuk memenuhi undangan dari Taman Budaya Provinsi Kaltim. Dengan mengikuti kategori Lomba Tari Pedalaman dengan membawakan Tari berjudul Do Belian Bawo.

Kepala UPT- TBS, Dra Melitina menuturkan peserta Tari Pesisir diikuti Tujuh Kabupaten/Kota dan Tari pedalaman delapan Kabupaten/Kota.

Dengan mengikuti festival ini dapat menorehkan prestasi serta menambah pengalaman, pembelajaran  sebagai bahan pembinaan dan pengembangan pelaksanaan di TBS Kubar kedepan, ujarnya.

Melitina berharap kedepannya bagaimana  kita bisa mengelola ketika mengikuti festival, seperti materi dan bagaimana mengemas seni yg memiliki daya tarik untuk ditonton serta memiliki nilai pelestarian.

“Pengalaman yang didapat mengikuti festival di Provinsi seperti ini dapat ditingkatkan lagi pelaksanaanya di Kubar yang terintegrasi melalui kegiatan seni budaya sebagai wadah anak muda untuk menyalurkan minat bakat,  hobi dan juga berprestasi. Sekaligus melaksanakan pemajuan kebudayaan, serta menghindari generasi muda Kubar dari pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba,” imbuhnya.

Di Kubar ke depan kita akan buat festival seni tingkat daerah dengan dua kategori pengembangan 60 hingga 70 persen untuk seleksi ke tingkat provinsi dan seni tradisi etnis. Tujuannya tentunya untuk pelestarian dan pembinaan sebagai kepribadian ciri khas Kubar dan obyek wisata budaya Kubar khususnya dan Kaltim pada umumnya, beber Melitina.

Dengan mengikuti festival di provinsi tentu banyak pembelajaran yang didapat baik bagi UPT TBS maupun bagi para penari dan pendamping.

Tidak lupa pula Melitina mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung keikutsertaan tim kesenian Kubar ke Provinsi baik materi maupun moril dari donatur.

 

KUTIM — Dua seri dari Virtual Event Visit Kaltim Fest 2020 telah sukses menghadirkan keindahan dan kekayaan alam serta budaya yang ada di Penajam Paser Utara. Kedepan diyakini hal tersebut dapat menjadi peluang besar untuk penunjang sektor pariwisata di IKN.

Berbeda dengan seri sebelumnya, kali ini VKF 2020 Seri III menghadirkan sejarah, seni dan budaya, adat istiadat hingga perkembangan masyarakat suku Dayak Kayan.

Pasalnya, jika berbincang mengenai suku dayak di Kutai Timur maka yang pertama terlintas adalah Dayak Wehea sebagai suku dayak asli yang berada di Kabupaten ini. Namun, jika diamati berbagai suku dayak lain pun juga menjadi warna tersendiri, salah satunya di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng.

Sri Wahyuni selaku Kepala Dinas Pariwisata Kaltim menjelaskan bahwa seri ke III VKF 2020 akan memperlihatkan masyarakat suku Dayak Kayan yang hidup berdampingan dengan alam dan hingga kini menjaga tradisi serta budayanya.

Tema “Eksotika Kayan di Miau baru” menyajikan keharmonisan masyarakat suku Dayak Kayan dengan semua keelokan alam yang tetap terjaga serta ingin mempertunjukan kepada masyarakat umum bagaimana di zaman yang tergerus dengan berbagai budaya luar tidak menjadikan masyarakat Kayan meninggalkan budaya dan kearifan lokal warisan leluhur.

“Benar saja, Miau Baru memiliki banyak pesona yang layak untuk diexplore, hal tersebut dibuktikan dengan masyarakat Kayan yang berdiam di Miau Baru masih menjaga dan melestarikan adat serta tradisi dalam kehidupan ekonomi, sosial dan budaya,”jelas Sri Wahyuni.

Harapannya masyarakat suku Dayak Kayan dapat menjadi contoh dalam menjaga dan melestarikan semua kekayaan yang menjadi ciri dari kekhasan suatu daerah.

 

SAMARINDA — Sukses dengan penayangan Virtual Event perdana di Visit Kaltim Fest 2020 kini Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur kembali hadir dengan Virtual Event “Visit Kaltim Fest 2020” Seri II yang masih berkaitan erat dengan Seri I. Diseri kedua ini Visit Kaltim Fest 2020 kembali memperlihatkan keindahan  Penajam Paser Utara sebagai sosok IKN yang baru dilihat dari sisi alamnya yang begitu indah.

Tema “Susur Sungai Tunan” menjadi pembahasan menarik tidak hanya sebagai destinasi wisata saja melainkan kedepan diyakini akan menjadi salah satu unggulan ekowisata yang ada di Kalimantan Timur.

Sungai Tunan mempunyai potensi yang besar untuk menjadi atraksi ekowisata dan diyakini Sungai Tunan sangat menjanjikan. Hal ini ditunjang dengan IKN yang akan dibangun Green Development dan ekowisata Sungai Tunan akan sangat mendukung Green Development menjadi nafasnya diwilayah IKN.

Sri Wahyuni menjelaskan bahwa seri II yang hadir pada pertengahan Oktober ini menjadi lanjutan cerita dari seri I namun yang berbeda pengemasan konten VKF 2020 Seri II dilakukan di lantai III Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim yang diubah menjadi studio mini.

“Aktualisasi dan pesan-pesan pariwisata tetap bisa mendapat tempatnya, meski disiarkan dari ruang terbatas, tetapi disajikan untuk ruang tak terbatas,”ucap Sri Wahyuni.

Ditambahkannya bahwa ini pertama kalinya atraksi musik dan gerak tari di gelar sembari menyusuri Sungai dengan flora yang menawan serta kawanan Bekantan endemiknya primata asli Kalimantan namun disajikan secara virtual.

Selain itu diskusi bersama dengan para ahli pun menjadi satu lagi hal menarik dalam VKF 2020 seri II ini. Tidak semata hanya menikmati liburan secara virtual melainkan juga menjadi wadah dalam menambah ilmu mengenai kekayaan alam serta seni dan budaya yang ada di Kalimantan Timur.

“Karena pandemi, ruang-ruang digital menjadi tempat bertemu, tempat berkunjung, ruang diskusi dan ruang aktualisasi,”jelasnya

Harapannya dengan kehadiran Virtual VKF 2020 ini menjadi pemberi semangat di masa pandemi dan dalam adaptasi kebiasaan baru.

PENAJAM — Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur mempersembahkan Visit Kaltim Fest 2020. VKF 2020 adalah festival seni yang dikemas dengan konsep virtual pertama di Kalimantan Timur. Hal ini menjadi kesempatan bangkitnya sektor pariwisata mengingat pandemik COVID-19 yang masih belum berakhir.

Visit Kaltim Fest 2020 yang digelar beberapa saat lalu bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia mengangkat tema “Dari IKN Untuk Nusantar”, yang berada dilokasi penetapan Ibu Kota Negara baru yaitu di Kabupaten Penajam Paser Utara tepatnya di Desa Api-Api Kecamatan Waru.

Tidak dipungkiri bahwa pandemik COVID-19 menjadikan sektor pariwisata terpuruk, namun hal tersebut tidak mematahkan semangat dalam langkah untuk memajukan serta mengembangkan seni dan budaya.

Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim yang dikepalai oleh Sri Wahyuni berhasil mengubah ”Penangkaran Rusa Sambar” menjadi studio alam terbuka yang mana merupakan tempat penyelengaraan Virtual Event Perdana “Visit Kaltim Fest 2020” yang ditayangkan secara live melalui akun Instagram (Paradise of The East), Facebook (Dinas Pariwisata), dan Youtube (Paradise of The East)

“Dimasa pandemi COVID-19 saat ini, kemajuan pariwisata dan seni budaya itu harus dilanjutkan lewat Virtual  “Visit Kaltim Fest 2020” disini kita tetap berusaha bagaimana mempromosikan pariwisata Kaltim dan juga memperkenalkan seni budaya serta memberikan ruang apresiasi seni kepada pelaku seni “, ujar Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni menambahkan kedepannya pariwisata di Kalimantan timur akan lebih fokus pada ekowisata, hal ini dikarenakan ekowisata akan menjadi basis utama pengembangan pariwisata di Kaltim.

Harapannya kedepan ekowisata memberikan kesempatan untuk ruang konservasi sehingga kelestarian alam Kalimantan tetap terjaga. Selain itu diyakini nantinya ekowisata akan memberikan kesempatan kepada pemberdayaan masyarakat setempat dan ekowisata memiliki unsur edukasi yang wisata bukan hanya menjadi pengalaman semata melainkan juga narasi cerita sejarah.