SAMARINDA satu kekhawatiran sendiri di tengah pandemi Covid-19.

Selama pandemi stok darah justru berkurang, termasuk kegiatan donor darah. Padahal, stok darah tetap dibutuhkan bagi pasien yang saat ini dalam kondisi kritis.

Plt Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Samarinda, dr Helda Fitriany menuturkan stok darah di PMI Kota Samarinda masih kurang. Meski begitu, pihaknya tetap berlakukan donor pengganti selama kegiatan mobil unit terkendala.

“Upaya kami tetap sama seperti yang sudah sudah , selama kegiatan mobil unit terkendala , kami berlakukan donor pengganti,” ujarnya Senin (5/10/2020).

Untuk itu dirinya berharap kepada warga Samarinda untuk mendonorkan darahnya di Unit Donor Darah PMI Kota Samarinda Jalan Palang Merah, Samarinda Ulu.

Berikut Informasi stok darah UDD PMI Kota Samarinda

Senin  5 – 10 – 2020, jam 09:00 Wita.

1. UDD PMI Kota Samarinda

1. WB/ Darah lengkap

  • Gol A = 10 kantong
  • Gol B = 10 kantong
  • Gol O =  10 kantong
  • Gol AB = 2 kantong
  • Jumlah = 32 kantong

2. PRC/darah merah pekat

  • Gol A = 40 kantong
  • Gol B = 38 kantong
  • Gol O = 50 kantong
  • Gol AB =10 kantong
  • Jumlah = 138 kantong

3. TC / Trombosit concentrat

  • Gol A = 1 kantong
  • Gol B = 2 kantong
  • Gol O = 2 kantong
  • Gol AB = 1 kantong
  • Jumlah = 6 Kantong

Stok darah sewaktu-waktu dapat berubah

(Sumber informasi dari bagian penyimpanan UDD PMI Kota Samarinda)

SAMARINDA— Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih terus menyebar di berbagai daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Sampai sekarang kasus Covid-19 masih saja meningkat, Per Senin 5 Oktober 2020 tercatat warga yang terjangkit Covid-19 sudah mencapai 9.563 kasus di Provinsi Kalimantan Timur. Ini berarti ada kenaikan 117 kasus positif.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak menyebutkan dalam rilis tertulisnya kasus-kasus tersebut berasal dari Kabupaten Berau lima kasus, Kabupaten Paser tiga kasus, Kota Balikpapan 14 kasus dan Kota Samarinda 95 kasus.

Penambahan angka kematian akibat Covid-19 di Kaltim juga mengalami peningkatan. Andi melaporkan ada sembilan kasus meninggal dunia dengan rincian dari Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Paser sama-sama penambahan satu kasus, kemudian Kota Balikpapan empat kasus dan Kota Samarinda tiga kasus.

“Tingkat kematian akibat Covid-19 berada di kisaran 3,9 persen,” ucapnya.

Sementara itu, Andi membeberkan angka sembuh dari Covid-19 meningkat signifikan yakni sebanyak 197 kasus yang terdistribusi dari Kabupaten Berau satu kasus, Kabupaten Kutai Timur 29 kasus, Kota Balikpapan 37 kasus, Kota Bontang enam kasus dan Kota Samarinda 124 kasus.

Dengan demikian lanjutnya, pasien sembuh 6.539 kasus meninggal 376 kasus, dirawat 2.648 kasus dan dalam proses laboratorium 4.707 kasus.

 

SAMARINDA—Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-75 pada hari ini di Aula Korem 091/ASN Wira Yudha, Senin (5/10/2020).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di tengah pandemi Covid-19 acara Peringatan HUT Ke-75 TNI dilaksanakan secara virtual dengan mendengar langsung arahan dari Panglima Tertinggi Republik Indonesia Presiden RI, Ir. Joko Widodo yang didampingi Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Dalam upacara yang menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ini, dalam video conference, Presiden RI, Joko Widodo memberikan apresiasi pada kinerja TNI.

“Saya berterima kasih kepada semua personel baik yang berada di perbatasan hingga di luar negeri hingga menjadi bagian Tentara Perdamaian Dunia. Semoga dapat menjalankan tugas dengan baik, ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut Presiden RI, Ir. Joko Widodo juga sempat memberi arahan kepada para perwira dan prajurit TNI.

Selesai upacara secara virtual lalu Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan kesempatan kepada prajuritnya yang sedang bertugas berada diperbatasan RI maupun yang berada diluar negeri untuk berkomunikasi langsung kepada Presiden RI Ir. Joko Widodo memberi arahan pada semua hadirin yang ada di teleconference yang juga dihadiri seluruh markas TNI di wilayah NKRI.

Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro dalam wawancara selesai melaksanakan upacara virtual secara daring mengungkapan, bahwasannya TNI adalah bagian dari masyarakat karena TNI terlahir dari rakyat oleh karenanya semua harus saling bersinergi untuk menjaga NKRI apalagi saat ini adanya pandemi covid 19.

Mari kita bersama-sama saling menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran covid-19 khususnya diwilayah Kaltim, ajaknya.

Danrem juga tak lupa memberikan apresiasi pada masyarakat khususnya Kalimantan Timur yang senantiasa mendukung langkah-langkah personel dan prajurit Korem 091/ASN dimana pun berada.

“Terima kasih untuk semua masyarakat Kaltim yang sudah bersinergi dengan kami dalam menjalankan tugas, prajurit harus tetap semangat dalam pengabdian terhadap bangsa dan negara, khususnya ditengah wabah covid-19 ini,”ucapnya.

Rangkaian kegiatan HUT ke-75 TNI, Korem 091/ASN mengelar kegiatan donor darah dengan mengangkat tema “Darahku Mengalir Untuk Negeriku”.

Adanya pandemi ini, PMI pasti kekurangan adanya pendonor maka personel Korem 091/ASN menyumbangkan darahnya untuk memenuhi stok darah khususnya di PMI Kota Samarinda. Kemaren juga diadakan ziarah di TMP Samarinda, untuk menghormati leluhur dan pahlawan kita yang berjuang demi NKRI, tutupnya.

Selesai upacara Danrem 091/ASN memotong tumpeng dan memberikan potongan tumpeng kepada Serda Agus S yang pada tanggal 1 Oktober 2020 kemaren baru naik pangkat secara penghargaan. Serda Agus S adalah prajurit Korem 091/ASN yang akan melaksanakan masa persiapan pensiun (MPP).

Penrem 091/ASN

KUTAI BARAT –  Kabupaten Kutai Barat kedatangan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Barat, H.M. Syirajudin SH MT. Kedatangan beliau tersebut disambut langsung Sekretaris Kabupaten Kutai Barat, Ayonius S Pd MM, bersama Asisten I, III Kepala PD dan Kepala Bagian, baru-baru ini.

Penyambutan tersebut diawali dengan pengalungan selendang tenun doyo dan dilanjutkan dengan ritual adat tepung tawar  di depan kantor Bupati.

Penjabat  Sementara Bupati Kubar H M Syirajudin SH MT menyampaikan,  apresiasi yang sebesar-besarnya  kepada Sekretaris Kabupaten beserta jajaran dilingkungan Pemkab Kubar.

“Penyambutan dengan ritual adat tepung tawar sangat luar biasa. Hari pertama saya turun bekerja di Kubar sangat luar biasa, tentu sangat diharapkan nantinya dukungan sepenuhnya ASN dan masyarakat Kubar. Saya akan berbuat seoptimal mungkin untuk Kubar selama saya bertugas  sesuai amanat mulai 28 September hingga 5 Desember 2020 Mendatang,” kata  Pjs Bupati H M Syirajudin.

Ia berharap kita bisa menjaga situasi yang kondusif, aman dan tertertif itu yang pertama. Mari kita sukseskan Pilkada  tahun 2020, mudah-mudahan dalam pemilihan nanti terpilih putra terbaik Kabupaten Kubar, imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, dimasa pandemi Covid-19 marilah kita terus menerapkan 3M. Mencuci tangan, menjaga jarak  dan memakai masker. Kita tidak bisa menganggap remeh terhadap pandemi Covid-19.

Dengan demikian sekali lagi diharapkan seluruh ASN dan masyarakat sama-sama mencegah jangan sampai Covid-19 di kubar meningkat. Dan tentunya kita berharap kita semua sehat walafiat, suasana di Kubar tetap kondusif  sehingga kita bisa bekerja dengan nyaman, ajaknya.

 

Tana Paser – Jubir Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Paser Amir Faisol mengatakan dirinya masih mendapati sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak menggunakan masker di tengah upaya pemerintah mencegah penyebaran Covid-19.

“Secara pribadi, di Tanah Grogot masih ada saya melihat di acara rapat OPD, peserta rapat tidak pakai masker,” kata Amir saat konferensi pers di ruang Media Center, Kamis (17/09/2020).

Amir menambahkan, selain masih mendapati ASN tidak menggunakan masker pada kegiatan rapat pemerintah, ia juga mendapati ASN tidak menggunakan masker dengan benar.

“Saya melihat memakai masker kadang kadang tidak sempurna. Kalau pakai masker tidak benar,” ujar Amir.

Selaku Jubir Satgas Covid-19 dan Kepala Dinas Kesehatan, Amir meminta kepada ASN untuk mematuhi protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker di setiap kegiatan.

“Sebagai jubir dan kadinkes mengharapkan temen temen di lingkup ASN bila melakukan rapat kegiatan di kantornya mohon dengan sangat disiplin, minimal kita memakai masker,” ucap Amir.

Amir mengemukakan saat ini terdapat tiga klaster penyebaran Covid-19 yang mesti diwaspadai yaitu klaster keluarga, perkantoran dan Pilkada.

“Dalam beberapa hari kedepan kita semua harus mewaspadai tiga klaster yang kemungkinan akan naik jumlah positifnya yaitu klaster keluarga, perkantoran dan pilkada,” kata Amir.

Dikemukakan Amir, klaster keluarga muncul dari salah seorang keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19, menularkan penyakitnya ke keluarganya yang lain.

“Orang positif Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, karena di rumah itu tidak memenuhi syarat sebagai tempat isolasi, akhirnya menularkan ke anggota keluarga lainnya,” ujar Amir.

Selain klaster keluarga dan perkantoran, kata Amir, yang perlu diwaspadai penyebaran Covid-19 adalah klaster Pilkada.

“Ini kewaspdaan kita semua, sebentara lagi pesta demokrasi. Harus jadi kewaspadaan kita, dari situ berkumpulnya masyarakat. Yang menyaksikan kampanye berpotensi penyebaran covid,” ucap Amir.

Hingga 17 September 2020, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Paser sebanyak 234 orang, 6 orang meninggal dunia, 207 pasien sembuh, dan 21 pasien dalam perawatan.

SAMARINDA—Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kalimantan Timur September 2020 dilaporkan sebesar 112,04 atau naik 1,57 persen dibanding NTP pada bulan Agustus 2020.

“Berarti petani mengalami surplus/ peningkatan daya beli karena harga yang mereka terima mengalami kenaikan yang lebih cepat dari pada harga yang mereka bayar terhadap tahun dasar (tahun 2018),” ungkap Kepala BPS Kaltim, Anggoro Dwithjahyono belum lama ini di Samarinda.

Anggoro menjelaskan jika dilihat NTP per subsektor Provinsi Kalimantan Timur September 2020 yaitu Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 101,00; Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 102,63; Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 127,22; Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 102,07; dan Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) sebesar 102,64.

Pada September 2020, hanya terdapat satu subsektor yang mengalami peningkatan NTP, yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat (4,12 persen), jelasnya.

Sementara itu, empat subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu subsektor tanaman pangan (-0,35 persen), subsektor hortikultura (-1,60 persen), subsektor peternakan (-0,01 persen), dan subsektor perikanan (-0,15 persen).

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan NTP yang diperoleh dari perbandingan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) terhadap Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/ daya beli petani di perdesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/ daya beli petani.

Kemudian NTUP pada September 2020 mengalami peningkatan dengan persentase peningkatan 1,39 persen. Peningkatan NTUP terjadi karena It naik sebesar 1,33 persen sedangkan indeks BPPBM turun sebesar 0,06 persen.

Terdapat dua subsektor yang mengalami peningkatan NTUP, yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat (3,93 persen) dan subsektor peternakan (0,07 persen).

Selain itu, tiga subsektor pertanian lainnya mengalami penurunan, yaitu subsektor tanaman pangan (-0,62 persen), subsektor hortikultura (-1,89 persen) dan subsektor perikanan (-0,32 persen).

Dari 34 provinsi yang dihitung NTP-nya, terdapat 28 provinsi yang mengalami peningkatan NTP dan sisanya mengalami penurunan. Peningkatan NTP paling tinggi terjadi di Provinsi Riau dengan persentase peningkatan sebesar 3,48 persen sedangkan penurunan paling tinggi terjadi di Provinsi Yogyakarta dengan persentase penurunan sebesar 0,67 persen.

Sedangkan dari lima provinsi di pulau Kalimantan, semuanya mengalami peningkatan NTP. Peningkatan tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Barat sedangkan peningkatan terendah terjadi di Provinsi Kalimantan Utara. Sementara itu, NTP mengalami peningkatan 0,99 persen di tingkat Nasional.