SAMARINDA— Provinsi Kalimantan Timur pada bulan Oktober 2020 mengalami deflasi sebesar -0,18 persen atau terjadi perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,44 pada bulan September 2020 menjadi 103,25 pada bulan Oktober 2020.

Sementara Inflasi tahun kalender pada bulan Oktober 2020 sebesar 0,16 persen dan Inflasi tahun ke tahun sebesar 0,60 persen. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik Kaltim, Anggoro Dwithjahyono saat rilis bulanan secara virtual melalui Youtube, Senin (2/11/2020).

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,51 persen; diikuti kelompok transportasi sebesar -0,30 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya masing-masing sebesar -0,07 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,05 persen dan Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0,04 persen.

Kemudian dua kelompok menunjukkan peningkatan indeks yaitu kelompok kesehatan sebesar 0,06 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen. Kelompok yang menunjukkan indeks yang stabil dibanding bulan sebelumnya yaitu kelompok rekreasi, olahraga dan budaya; kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.

“Kalau menurut kota pada Oktober 2020 terjadi deflasi untuk Kota Samarinda sebesar -0,21 persen dan di Kota Balikpapan sebesar -0,17 persen,”sebutnya.

Lanjutnya, jika dilihat dari 12 kota IHK di wilayah Pulau Kalimantan empat kota mengalami deflasi dan delapan kota lainnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Singkawang (Kalimantan Barat) sebesar 0,35 persen dengan IHK 102,84 dan inflasi terendah terjadi di Kota Palangkaraya (Kalimantan Tengah) sebesar 0,02 persen dengan IHK 104,09.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan (Kalimantan Utara) sebesar -0,28 persen dengan IHK sebesar 105,08 dan deflasi terendah terjadi di Kota Pontianak (Kalimantan Barat) sebesar -0,04 persen dengan IHK sebesar 105,46.

Selain itu, pada 90 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 66 kota mengalami inflasi dan 24 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga (Sumatera Utara) sebesar 1,04 persen dan terendah terjadi di Kota Jakarta (DKI Jakarta), Kota Cirebon (Jawa Barat) , Bekasi (Jawa Barat) dan Jember (Jawa Timur) masing-masing sebesar 0,01 persen. Untuk deflasi tertinggi terjadi di Manokwari (Papua Barat) sebesar -1,81 persen dan terendah sebesar -0,02 persen terjadi di Surabaya (Jawa Timur).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *