SAMARINDA–Luas panen Padi di Provinsi Kalimantan Timur pada 2020 diperkirakan sebesar 72,25 ribu hektar. Mengalami kenaikan sebanyak 2,54 ribu hektar atau 3,65 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 69,71 ribu hektar.

Kemudian produksi padi di Provinsi Kalimantan Timur pada 2020 diperkirakan sebesar 262,86 ribu ton GKG. Mengalami kenaikan sebanyak 9,04 ribu ton atau 3,56 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 253,82 ribu ton GKG.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik Kaltim, Anggoro Dwithjahyono saat rilis bulanan secara virtual melalui Youtube, Senin (2/11/2020)

Anggoro mengatakan Produksi padi tertinggi pada 2020 terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 55,02 ribu ton. Kemudian produksi terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sebesar 2,59 ribu ton.

Kenaikan produksi padi yang relatif besar pada 2020 terjadi di Kota Balikpapan, Kabupaten Berau, dan Kabupaten Kutai Barat, beber Anggoro.

Penurunan produksi padi pada 2020 yang relatif besar terjadi di Kabupaten Mahakam Hulu, Kabupaten Paser dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Apabila produksi padi, dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi padi sepanjang Januari hingga September 2020 setara dengan 132,00 ribu ton beras, atau mengalami penurunan sebesar 2,66 ribu ton (1,98 persen) dibandingkan 2019 yang sebesar 134,67 ribu ton.

Selain itu, potensi produksi beras sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 20,10 ribu ton beras. Dengan demikian, potensi produksi beras pada 2020 diperkirakan mencapai 152,11 ribu ton beras, atau mengalami kenaikan sebesar 5,23 ribu ton (3,56 persen) dibandingkan dengan produksi beras tahun 2019 yang sebesar 146,88 ribu ton.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *