SAMARINDA—– Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalimantan Timur pada Agustus 2020 sebesar 6,87 persen atau sebanyak 124,88 ribu orang. Berarti meningkat 0,93 persen poin atau sebanyak 17,92 ribu orang dibandingkan dengan Agustus 2019.

Meningkatnya TPT pada Agustus 2020 menurut Kepala BPS Kaltim, Anggoro Dwithjahyono terjadi pada TPT laki-laki yang mengalami kenaikan lebih tinggi dari TPT perempuan. TPT laki-laki 6,03 persen pada Agustus 2019 menjadi 7,25 persen pada Agustus 2020.

Secara nominal juga terjadi kenaikan yang lebih tinggi jumlah pengangguran laki-laki dibanding pengangguran perempuan.Jumlah laki-laki yang bekerja mengalami penurunan. Sebaliknya, jumlah perempuan yang bekerja mengalami peningkatanyang sejalan dengan peningkatan TPAK perempuan, ujarnya.

Anggoro menerangkan apabila jumlah pengangguran dan TPT ini dirinci menurut pendidikan, maka TPT untuk pendidikan SD ke bawah sebesar 3,30 persen, TPT untuk pendidikan SMP sebesar 5,13 persen, TPT untuk pendidikan SMA/SMK sebesar 10,20 persen dan TPT untuk Pendidikan Tinggi sebesar 6,66 persen.

“Dibandingkan Agustus 2019, TPT dengan pendidikan SMA/SMK meningkat cukup tinggi jika dibanding TPT tahun sebelumnya yang hanya sebesar 8,07 persen,”jelasnya di Samarinda belum lama ini.

Kemudian TPT untuk jenjang pendidikan SD ke bawah dan pendidikan tinggi relatif sama hanya TPT menurut jenjang SMP yang mengalami penurunan.

Sementara itu, jumlah penduduk penduduk yang bekerja pada Agustus 2020 mencapai 1.692.796 orang atau turun 685 orang dibanding keadaan pada Agustus 2019 (1.693.481 orang).

Lanjutnya, lapangan usaha yang banyak menyerap tenaga kerja adalah pada Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor sebesar 22,07 persen. Berikutnya adalah Pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 20,48 persen, lalu kegiatan di kategori Pertambangan dan Penggalian sebesar 7,27 persen.

Anggoro membeberkan pada Agustus 2020, sebanyak 488,46 ribu orang (28,86 persen) bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 35 jam perminggu, sedangkan penduduk bekerja dengan jumlah jam kerja 35 jam atau lebih perminggu (termasuk yang sementara tidak bekerja) mencapai 1,20 juta orang (71,14 persen).

Imbuhnya terdapat 411 ribu orang yang terdampak Covid-19 atau 14,82 persen. Secara total, jumlah laki-laki yang terdampak Covid-19 lebih besar 1,6 kali lipat dibandingkan perempuan. Penduduk usia kerja yang terdampak di perkotaan sebesar 16,18 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan di perdesaan, yakni 12,04 persen.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *