Samarinda – Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) mengadakan layar diskusi dengan tema ‘Keindahan Budaya Yang Tertuang dalam Kriya dan Wastra Kalimantan Timur, Sabtu (28/11/2020).

Ketua Dekranasda Kaltim Hj. Norbaiti Isran Noor mengungkapkan pada sambutannya “Kaltim mempunyai berbagai suku, kulturasi budaya dan banyak menghasilkan Kriya dan Wastra yang indah. Semua suku bangsa ada di Kaltim, artinya Kaltim ini mini Indonesia,” Tegasnya.

Tenun Doyo merupakan salah satu bahasan yang diangkat pada diskusi kali ini Tenun Doyo atau Kain Doyo merupakan seni menenun kain dari suku Dayak Benuaq di Tanjung Isuy, Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur.

Disebut Doyo karena bahan utamanya adalah serat daun Doyo. Daun Doyo dipilih sebagai bahan tenun karena seratnya yang kuat untuk dijadikan benang.

Warisan Budaya Tak Benda (WBTB)
adalah seluruh hasil perbuatan dan pemikiran yang terwujud dalam identitas, ideologi, mitologi, ungkapan konkret dalam bentuk suara, gerak maupun gagasan yang termuat dalam benda, kemudian juga sistem perilaku, sistem kepercayaan dan adat istiadat.

Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud) Kemendikbud, Hilmar Farid “Penetapan karya-karya budaya menjadi warisan budaya takbenda nasional ini merupakan suatu langkah penting karena dasarnya adalah perlindungan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” Ujarnya.

Sejak tahun 2013 Ulap Doyo atau Tenun Doyo terdaftar di Warisan Budaya Tak Benda Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan RI dengan nomer register 201300040.

Oleh karena itu Hilmar Farid berpesan agar tanaman Doyo untuk terus dibudidayakan agar semakin banyak bahan daun Doyo dan juga bahan untuk pewarna alam seperti kayu ulin, putri malu, daun jambu biji, daun terunjak dan kunyit.

Acara ini dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama Kasubandio dan Ketua BPD Asephi Kaltim Fanti W NurvitaNurvita serta nara sumber Rahardi Ramelan, Hilmar Farid dan Hetifah Sjaifudian.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *