SAMARINDA — Narkoba masih menjadi salah satu permasalahan terbesar di Kalimantan Timur terlebih Samarinda, Kutai Kartanegara dan Balikpapan yang masih menempati posisi 3 teratas daerah dengan tingkat kasus tertinggi.

AKBP Halomoan Tampubulon menjelaskan bahwa Kalimantan Timur kini berada diposisi ke 23 Se-Indonesia mengenai penyalahgunaan narkotika. Peringkat ini jauh menurun dibandingkan beberapa tahun lalu saat Kalimantan Timur selalu menempati posisi 5 besar dalam penyalahgunaan narkotika.

“Kita tidak boleh berbangga terlebih dahulu, hal ini dikarenakan posisi Kaltim berada memang berada diurutan ke 23 namun untuk Samarinda tingkat peredaran narkobanya masih tinggi,”ucapnya.

Disampaikan AKBP Halomoan Tampubulon saat dialog Publik, Selasa (1/12) bahwa berbagai program telah disiapkan terkhusus ditahun 2021 salah satunya Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba). Desa Bersinar adalah desa yang mempunyai kesadaran untuk melindungai masyarakatnya dari bahaya narkoba.  Diharapkan Desa Bersinar menjadi wadah yang mengakomodir masyarakat untuk bersama bergerak mencegah penyebaran penyalahgunaan narkoba di lingkup terkecil suatu daerah.

Program ini tentu menjadi kegiatan yang melibatkan masyarakat untuk turut andil dalam menjadi bagian dalam keikutsertaan memberantas penyalahgunaan narkoba di Samarinda. Sehingga perlu digarisbawahi persoalan narkoba tidak hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah dan BNN saja melainkan seluruh lapisan masyarakat guna #Hidup100%, Hidup Sehat Tanpa Narkoba. (DISKOMINFO/Lely)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *