SAMARINDA– Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur meraih Peringat Kedua Keterbukaan Informasi Publik untuk kategori “Informatif” .

Hal ini berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan PPID Pelaksana BKKBN Republik Indonesia dengan nilai 95,16.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Sekretaris Utama BKKBN Republik Indonesia, Tavip Agus Riyanto, pada saat gelaran Monitoring dan Evaluasi PPID Utama dan PPID Pelaksana Perwakilan BKKBN Provinsi Tahun 2020, Kamis pagi (10/12).

Dihubungi di tempat terpisah karena sedang melaksanakan tugas di Muara Bengkal (Kutai Timur), Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur,  H. Muhammad Edi Muin mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan yang dicapai hari ini.

“Alhamdulillah, terimakasih atas kerja keras kita semua. Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimatan Timur berhasil meraih penghargaan sebagai Peringkat Kedua untuk Keterbukaan Informasi Publik Kategori Informatif,”ungkapnya.

Kategori ini menurutnya, merupakan penilaian tertinggi dari seluruh kategori Kertebukaan Informasi Publik. Tentu saja hasil yang diraih tidak lepas dari kerjasama seluruh pihak di Perwakilan BKKBN Kaltim.

Sementara itu, Koordinator Bidang Advokasi, Penggerakan, dan Informasi Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Hj. Karlina menambahkan keberhasilan Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimatan Timur meraih prestasi ini tidak terlepas dari komitmen pimpinan yaitu Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim.

“Komitmen tinggi dari Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim yang selalu memberikan arahan dan motivasi kepada kami untuk mengelola dan memberikan layanan informasi kepada masyarakat,”terangnya.

Tentunya hal ini juga menunjukkan komitmen pimpinan dan seluruh jajaran di Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur dalam menerapkan keterbukaan informasi sebagai bagian dalam penerapan Good Governance di Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur.

SAMARINDA—-  Ada yang berbeda di Hari Perkebunan ke-63 tahun pada 10 Desember 2020. Pelaksanaannya yang biasanya digelar secara seremonial, kali ini  dengan virtual meeting yang diikuti seluruh peserta dari Kabupaten/kota.

Peringatan, yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemberian penghargaan kepada mitra pembangunan, namun kali ini diadakan secara sederhana dan hikmad.

Selain virtual, acara juga dilaksanakan secara langsung yang dibuka Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad, di Aula Kantor Dinas Perkebunan Jalan MT. Haryono Samarinda.

Seperti yang diketahui bahwa Hari Perkebunan merupakan momen strategis dalam upaya memacu kinerja jajaran perkebunan guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menurut Ujang Hari Perkebunan yang diperingati setiap tahunnya adalah hari bersyukur dan melakukan intropeksi diri.

“Hari bersyukur, hari berintropeksi dan tidak lupa juga hari berterima kasih,”ucapnya.

Dia juga memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Perkebunan baik di Provinsi maupun Kabupaten dan Kota yang telah menunjukkan integritas serta semangat didalam mengabdi dan menjalankan amanah yang dibebankan sesuai tupoksi masing-masing.

Demikian juga dirinya memberikan apresiasi seluruh mitra pembangunan, karena tanpa mereka capian-capain yang diperoleh hari ini mungkin tidak akan didapatkan.

“Semua sangat mempengaruhi kinerja, kedepan kita harus terus menjalin kordinasi yang baik dengan seluruh mitra pembangunan,”pintanya.

Ujang merasakan pada tahun 2020 merupakan tahun tersulit melaksanakan tugas. “Sulitnya dalam dimensi yang berbeda bukan sulit secara teknis, kalau sulit secara teknis bisa diatasi tapi dengan adanya Covid-19 membuat suasana berbeda dengan tingkat yang berbeda.”jelasnya.

Hal ini yang harus menjadi pembelajaran, bahwa jajaran Dinas Perkebunan harus siap melakukan inovasi dan trobosan secra terus menerus, karena tantangan melakukan perkebunan tidak pernah berhenti.

SAMARINDA—Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Perkebunan bersama Cabang Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kaltim menggelar Rapat Kerja dengan tema” Penguatan Harmonisasi dan Sinergi Dengan Mitra Kerja dan Pemerintah Daerah”.

Kegiatan tersebut digelar melalui aplikasi virtual zoom meeting, membahas berbagai hal penting tentang masa depan perkebunan kelapa sawit di Kaltim. Dihadiri oleh Ketua Umum GAPKI Pusat , Joko Supriyono, Ketua Gapki Cabang Kaltim, Muhammadsjah Djafar.

Dalam kesempatan itu Gubernur Kaltim yang di wakili oleh, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, Ujang Rachmad menuturkan, Rakercab GAPKI bukan semata memenuhi kewajiban amanah AD/ART organisasi, akan tetapi bagaimana mendesain program kerja, sekaligus memecahkan permasalahan yang dihadapi usaha perkebunan kelapa sawit di Kaltim.

“Terutama memastikan program kerja dan kegiatan mencapai tujuan yang ditetap sejak awal. Serta mengacu pada indikator-indikator yang disepakati bersama,” ujarnya, Kamis(10/12/2020).

Dirinya menyebutkan, kebun sawit di Kaltim saat ini ada 340 IUP dengan luas mencapai 2,5 juta hektar. Selain itu, perusahaan perkebunan yang memperoleh HGU seluas 1,2 juta hektar.

Ujang membeberkan, angka ini sangat berkolerasi dengan UU Cipta Kerja dimana ijin yang pernah diberikan 405 IUP seluas 2,8 juta hektar. Maka dari itu pihaknya ingin ijin-ijin yang dimiliki perusahaan benar-benar direalisasikan.

“Paling tidak pemilik ijin mampu mewujudkan sesuai komitmen awal membangun perkebunan sesuai kaidah aturan dan lingkungan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, persentase kebun kemitraan atau pengembangan kebun rakyat terbilang cukup signifikan mencapai 22,21 persen, walaupun masih ada daerah dan perusahaan yang belum mencapai angka 20 persen batas minimal.

“Tapi, ada yang melampaui batas minimal hingga 40 persen, sehingga angka kumulatif sekitar 22,21 persen,”pungkasnya.