Samarinda— Mewakili Gubernur Kaltim, Pj Sekdaprov Kaltim HM Sa’bani mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2020 bertema Tantangan Akuntabilitas Keuangan Negara dalam Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, secara daring, di ruang Heart of Borneo lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (22/09/2020).

Sa’bani mengatakan Pemprov Kaltim sudah lebih lima kali meraih opini WTP, tetapi karena pemberian penghargaannya ada kategori 10 kali dan lima kali maka Pemprov masuk kategori yang lima kali bersama beberapa kabupaten/kota di Kaltim.

“Ada beberapa kabupaten/kota yang baru memperoleh WTP. Harapan kita semakin baik, terutama pengelolaan keuangan ini. Dan kabupaten/kota agar terus meningkatkan pelaporan keuangannya, karena WTP itu merupakan kewajiban kita terkait pengelolaan keuangan pemerintah daerah,” kata Sa’bani.

Diketahui, LKPD 2019 memperoleh opini WTP dari BPK RI sebanyak 486 daerah dari total 542 daerah di seluruh Indonesia atau 89,7 persen. Terdiri 34 pemprov, 87 pemkot dan 365 pemkab. Dibandingkan 2018 meningkat sebesar 7,9 persen.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang membuka Rakernas sekaligus keynote speaker menuturkan diperlukan sinergi kuat dalam mewujudkan pertanggungjawaban keuangan negara yang profesional, akuntabel dan transparan.

“Mengingatkan kita kembali, bahwa meskipun bekerja dari rumah tetapi bukan berarti kualitas dari pelaporan keuangan kita menurun, justru semakin berkualitas, lebih profesional dan akuntabel,” kata Sri Mulyani.

Jakarta— Kementerian Keuangan menyelenggarakan kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2020 secara daring. Mengusung tema Tantangan Akuntabilitas Keuangan Negara dalam Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Hal ini sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelaporan dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara,

Saat ini, Indonesia dan seluruh negara di dunia sedang menghadapi tantangan besar untuk memulihkan perekonomian yang terdampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Program penanganan Covid dan pemulihan ekonomi adalah program yang luar biasa penting, didesain dalam suasana kegentingan yang memaksa.

“Emergency atau urgency menjadi sangat penting. Presiden menekankan kecepatan menjadi sesuatu yang sangat penting namun pada saat yang sama ditekankan bahwa kecepatan tidak boleh mengompromikan akuntabilitas transparansi dan pengelolaan yang baik,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, Selasa (22/9/2020).

Dalam situasi darurat khususnya terkait dengan pandemi Covid-19, lanjutnya, terdapat banyak transaksi Pemerintah yang pelaksanaannya memerlukan penanganan sangat cepat, mendesak, dan masif. Hal ini tentunya harus diikuti penguatan tata kelola yang baik.

“Prinsip kehati-hatian, akuntabilitas dan transparansi mutlak tetap harus dijaga, sehingga setiap transaksi keuangan negara dapat dikelola dan dipertanggungjawabkan dengan baik. Dengan demikian, capaian opini atau kualitas laporan keuangan dapat dipertahankan dan terus dapat ditingkatkan,” katanya.

Melalui kegiatan ini Pemerintah juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang Laporan Keuangannya memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), serta kepada Kementerian Negara/Lembaga dengan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) terbaik.

“Saya sangat menghargai, dengan makin meningkatnya jumlah Kementerian/Lembaga serta Pemerintah Daerah yang berhasil mendapatkan opini tertinggi dari BPK yaitu opini Wajar Tanpa Pengecualian. Saya juga berharap bahwa capaian tersebut akan terus dipertahankan dan ditingkatkan, dan juga merupakan indikator semakin meningkatnya tata kelola di semua Kementerian dan Lembaga maupun Pemerintah Daerah,” ungkap Menkeu.

SAMARINDA—-Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menyatakan jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Juli 2020 sebanyak 78,48 ribu orang atau naik 82,96 persen dibanding bulan sebelumnya.

Hal tersebut dilaporkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Anggoro Dwithjahyono belum lama ini di Samarinda.

“Peningkatan jumlah penumpang terjadi di Bandara APT Pranoto – Samarinda 235,01 persen, Datah Dawai – Kutai Barat 145,65 persen, Melalan – Kutai Barat 130,56, Kalimarau – Berau 67,07 persen, dan SAMS Sepinggan – Balikpapan 59,16 persen. Sedangkan di Bandara Badak Bontang – Bontang jumlah penumpang masih menunjukkan angka nol karena tidak adanya penerbangan, ” bebernya.

Anggoro mengatakan penumpang domestik terbesar melalui SAMS Sepinggan – Balikpapan, yaitu mencapai 52,17 ribu orang atau 66,47 persen dari total penumpang domestik, diikuti APT Pranoto – Samarinda 18,65 ribu orang atau 23,76 persen.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari – Juli 2020 sebanyak 812,87 ribu orang atau turun 48,94 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.592,11 ribu orang dan penumpang terbesar tercatat di SAMS Sepinggan – Balikpapan mencapai 565,48 ribu orang atau 69,57 persen dari keseluruhan penumpang domestik, diikuti APT Pranoto – Samarinda 175,79 ribu orang atau 21,63 persen.

Lanjutnya, jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri/internasional pada Juli 2020 masih menunjukkan angka nol dari April 2020. Bandara yang melakukan penerbangan ke luar negeri/internasional di Provinsi Kalimantan Timur hanya bandara SAMS Sepinggan – Balikpapan.

“Selama Januari – Juli 2020 jumlah penumpang angkutan udara ke luar Negeri, baik menggunakan penerbangan nasional maupun asing mencapai 4,67 ribu orang atau turun 73,51 persen dibandingkan jumlah penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya. “terangnya.

Kemudian, Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Juli 2020 tercatat 13,44 ribu orang atau naik 39,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Semayang 50,00 persen dan Samarinda 33,36 persen.

Jika dilihat selama Januari – Juli 2020, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri mencapai 94,78 ribu orang atau turun 62,76 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Penurunan jumlah penumpang terjadi diseluruh pelabuhan yang diamati yaitu pelabuhan Semayang 70,84 persen, Lhok Tuan dan Tanjung Laut 58,19 persen dan Samarinda 41,68 persen, tutur Anggoro Dwithjahyono.

Samarinda— Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor melantik dan mengambil sumpah jabatan Direktur Utama (Dirut) PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (BPD Kaltim Kaltara), di ruang serba guna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (11/9/2020).

Muhammad Yamin terpilih sebagai Dirut periode 2020-2024, selain itu Gubernur melantik Anggota Komisaris Independen periode 2020-2023 yang dijabat oleh Bela Barus.

Pada kesempatan tersebut, Isran mengatakan sebagai bank The True Regional Champion, Bankaltimtara harus berkomitmen mendorong pertumbuhan perekonomian regional dimasa pandemi Covid-19.

Secara khusus, Mantan Bupati Kutai Timur ini berpesan kepada pimpinan Bankaltimtara memperkuat ketahanan kelembagaan yang berkualitas, kembangkan produk dan layanan perbankan yang solutif dan berbasis teknologi.

“Melalui produk dan layanan yang kompetitif berjaringan luas serta dikelola secara profesional berlandaskan good corporate. Sebagai agent of regional development dan kemampuan melayani keperluan masyarakat Kaltim dan Kaltara,” jelas Isran.

Ditambahkan Isran, Bankaltimtara harus menjadi pendukung utama program pembangunan ekonomi menopang pemberdayaan perekonomian rakyat, meningkatkan kepedulian sosial, menjaga dan meningkatkan reputasi Bankaltimtara.

“Saya berusaha dengan Pak Wakil Gubernur untuk memberikan kewenangan penuh dan tidak akan mengintervensi di luar aturan dan ketentuan,” pesan Isran Noor.

Hadir Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi, Pj Sekdaprov Kaltim HM Sa’bani, Forkopimda Kaltim, Direksi dan Komisaris Bankaltimtara. Secara online disaksikan Pemprov Kaltara, Pemerintah Kabupaten/Kota se Kaltim dan Kaltara.

SAMARINDA – Setelah berlangsung sejak Rabu lalu, Bimbingan Teknis Wirausaha Muda mengenalkan produk/jasa melalui digital marketing, resmi ditutup Jumat (11/9/2020) oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim, H Muhammad Syirajudin.

Pria yang akrab disapa Iyad ini mengatakan bahwa kegiatan ini memfokuskan menambah pengetahuan para wirausaha muda tentang bagaimana meningkatkan manajemen pemasaran disaat pendemi Covid-19 dengan memanfaatkan kemajuan dibidang teknologi.

Oleh karenanya, Iyad berharap jangan sampai pelatihan ini hanya sebatas pelatihan.

“Para peserta bimtek yang merupakan wirausaha muda dari 9 Kabupaten dan Kota di Kaltim ini saya harapkan agar dapat mempraktekkan ilmu yang sudah didapat pada usahanya masing-masing, dan tentu dengan harapan juga dapat menambah nilai ekonomi yang secara langsung bersumbangsih pada pertumbuhan ekonomi di Kaltim”harapnya dalam acara oenutupan yang dilangsungkan di Ballroom Hotel Harris Samarinda.

Kepada bidang terkait yakni Bidang Pengembangan Pemuda agar pelatihan sejenis dapat kembali ditingkatkan sebagai perwujudan visi dan misi Gubernur Kaltim khususnya di misi pertama Berdaulat dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Berakhlak Mulia dan Berdaya Saing, terutama Perempuan, Pemuda dan Penyandang Disabilitas.

“Pelatihan seperti ini ke depan saya harapkan dapat kembali dilaksankan mengingat masih banyak wirausaha muda Kaltim yang perlu meningkatkan ilmu pengetahuannya melalui bimtek ataupun pelatihan yang bermanfaat untuk memajukan usaha mereka,”pesannya.

Dari narasumber, Iyad menyampaikan mendapat masukan bahwa di era imdustri 4.0 yang menitikberatkan pada digitalisasi, bgaimana memanfaatkan hal tersebut sebagai manager atau pengusaha untuk bisa berkolaborasi dengan orang lain agar usaha yang digeluti maju dan berkembang kemudian produknya mempunyai daya tarik untuk dipasarkan kepada masyarakat.

Flora Irawati, peserta dari Kabupaten Kutai Timur mengaku bersyukur bisa terpilih menjadi salah satu peserta bimtek.

“Alhamdulillah, mendapat ilmu yang luar biasa dari para narasumber yang luar biasa juga. Semoga apa yang kami dapat ini membawa kemajuan bagi daerah masing-masing, bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,”harapnya.

Dirinya pun berharap agar Dispora Kaltim dapat terus mengadakan pelatihan dan bimtek agar dapat diikuti oleh teman-teman mereka yang lain.

“Jhon F. Kennedy berkata jangan tanyakan apa yg negara berikan padamu, tetapi tanyakanlah apa yang bisa kamu berikan bagi negara, mari pemuda Kaltim berkarya bersama untuk nusa bangsa,”pungkasnya.

Sebagaimana diketahui dalam pelatihan yang berlangsung 3 (tiga) hari tersebut, Dispora Kaltim mendatangkan sejumlah narasumber ahli di bidangnya yakni M Adib Fikri owner PT Pelatih Indonesia yang memiliki beberapa usaha di bidang Pertanian, Perkebunan, TV Pertanian, Perencana Keuangan, Rumah Sains, Restoran, Homestay, dan Hotel.

Kemudian Lukman Ahmad Hidayat yang merupakan Online Business Coach Smartindo Training Center.

Dan terakhir Utary Octavianty, wanita asal Kota Balikpapan yang sukses membuat aplikasi Aruna.id, dimana melalui aplikasi ini, nelayan dapat menjual komoditas laut tangkapannya dengan harga yang sesuai pasaran. (rdi)

 

Sumber : Dispora Kaltim

 

Penajam, 8/9- Nardi (34), warga Kelurahan Petung, Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim, memanfaatkan sabut kelapa untuk membuat pot dan cocopeat setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan tambang batu bara.

“Bulan Juni lalu saya terkena PHK dari perusahaan tambang batu bara di Provinsi Kalteng, kemudian bulan Juli saya mulai memanfaatkan sabut kelapa untuk membuat cocopeat dan cocoferbernya untuk pot tanaman hias,” ujar Nardi saat didatangi di rumahnya, Selasa.

Nardi yang tinggal di RT 17, Kelurahan Petung ini menjelaskan bahwa hampir sebulan setelah di-PHK, ia sempat menganggur dan belum punya rencana apa pun untuk mengisi kegiatan hari-harinya.

Sampai suatu sore ketika ia santai di belakang rumah, saat melihat banyaknya pohon kelapa dan banyaknya sabut kelapa yang berserakan di belakang, kemudian ia terpikir sebaiknya dimanfaatkan apa sabut kelapa tersebut.

Ia kemudian “berselancar” di internet tentang apa saja manfaat sabut kelapa. Di antara manfaat yang ditemukan adalah bahwa sabut kelapa bisa digunakan menjadi cocopeat sebagai media tanam, kemudian cocofiber atau sabutnya bisa menjadi bahan membuat pot yang bernilai seni.

Kini ia sudah mampu memproduksi pot dari bahan baku cocofiber berdiameter luar 11 cm dan diameter dalam 9 cm dengan tinggi 12 cm. Dalam waktu sekitar satu bulan ini, ia mampu menghasilkan sekitar 100 unit pot cocofiber.

“Satu pot saya jual dengan harga Rp20 ribu dan sekarang sudah laku hampir 100 pot. Sementara untuk cocopeat saya jual seharga Rp15 ribu per karung plastik,” ucap Nardi.

Ia menuturkan, penjualan yang dilakukan saat ini hanya melalui media sosial (medsos) karena selain rumahnya jauh dari jalan raya, ia juga merasa belum mampu menyewa kios di lokasi keramaian karena harga sewanya diyakini tidak terjangkau olehnya.

“Saya berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara, sementara saya lama di Samarinda mulai sekolah hingga kuliah, kemudian kerja di perusahaan tambang, namun istri saya orang sini, makanya saya ikut istri ke sini, jadi bagi saya, di sini termasuk baru sehingga belum banyak yang saya kenal,” katanya.

Mengingat dia masih baru di PPU, maka ia memanfaatkan medsos untuk menjual produknya, sehingga yang tertarik untuk membelinya kemudian adalah teman-teman lama dia yang berada di Samarinda maupun di Kutai Kartanegara.

“Ketika pot dan cocopeat saya pos di FB, teman-teman lama saya yang di Samarinda dan Kutai Kartanegara banyak yang tertarik dan membelinya. Semoga ini bisa menjadi penyemangat saya untuk menekuni usaha baru ini,” tutur Nardi. (mg)

TENGGARONG — Untuk mendukung integrasi digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya yang ditujukan kepada UMKM.  Kantor Perwakilan Bank lndonesia Provinsi Kalimantan Timur memiliki komitmen untuk mendukung tercapainya UMKM 4.0. Dimana UMKM yang memiliki akses kepemasaran melalui kanal digital seperti commerce, sertifikasi, pembiayaan dan pembayaran non tunai.

Untuk itu, BI Kaltim berkolaborasi dengan pemerintah daerah melakukan berbagai program edukasi/sosialisasi pemanfaatan sarana digital kepada UMKM serta sektor informal di Kalimantan Timur terutama Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara agar awareness atau kesadaran tumbuh dan pemanfaatan sarana digital tersebut dapat lebih optimal.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltim, Tutuk S.H. Cahyono mengatakan tujuan UMKM 4.0 yakni untuk menghadirkan UMKM sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru dan mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal ini penting dilakukan mengingat pandemi COVID-19 telah memberikan dampak terhadap ekonomi Kaltim secara nyata. Terlebih, dengan adanya fenomena deglobalisasi dan peningkatan digitalisasi sehubungan pandemi,maka instansi berwenang serta Stakeholders perlu menggencarkan sosialisasi terkait digitalisasi.

“Jika berhasil diimplementasikan, digitalisasi UMKM 4.0 ini pada akhirnya diharapkan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,”ucapnya, Selasa (8/9/2020).

Sebagai bentuk pengembangan UMKM 4.0 BI Kaltim bersama Dinas Koperasi & UKM Kabupaten Kutai Kartanegara dan Dinas Perindustrian Kota Samarinda menyelenggarakan pelatihan digitalisasi UMKM.

Pelatihan ini ditujukan kepada UMKM yang bergerak di ekonomi kreatif dan dilaksanakan dalam 2(dua) batch dengan total peserta sebanyak 277 (dua ratus tujuh puluh tujuh) UMKM pada tanggal 8 September 2020 hingga 15 September 2020.

Adapun peserta kegiatan diantaranya dari Kampung Tenun Samarinda, Pasar Citra Niaga, Pasar Seni Tenggarong serta UMKM binaan dari BI Kaltim serta Pemerintah Daerah.

Kegiatan pelatihan digitalisasi UMKM 4.0 ini juga merupakan tindak lanjut dari diluncurkannya Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia(Gernas BBI) olehPresiden Rl padatanggal 14 Mei 2020 yang yang lalu dengan tujuan agar UMKM terhubung dengan ekosistem digital.

Lebih lanjut, BI Kaltim akan menyelenggarkan Webinar melalui kanal Zoom pada tanggal 12 September 2020 bertajuk “BekeSahan UMKM 4.0“. Kegiatan tersebut diharapkan memperluas pemahaman UMKM terkait pentingnya beralih ke penjualan secara daring serta akan menghadirkan narasumber tingkat nasional,yakni Denny Santoso dan Darwis Triadi.

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BI Kaltim akan mengedukasi UMKM terkait pentingnya pembiayaan untuk keberlangsungan usaha secara jangka panjang serta penggunaan transaksi non tunai berupa Quik Response Code Indonesian Standar (QRIS). Webinar ini terbuka untuk seluruh UMKM di Kaltim.

SAMARINDA— Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang di Provinsi Kalimantan Timur pada bulan Juli 2020 mencapai 38,59 persen. Angka ini, mengalami kenaikan sebesar 3.97 poin dibanding TPK Juni 2020.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik Kaltim, Anggoro Dwithjahyono belum lama ini di Samarinda.

Ia menerangkan dari seluruh jumlah kamar hotel berbintang di Kalimantan Timur rata-rata yang terjual/terpakai adalah sebesar 38.59 persen dari seluruh kamar.

“Dibandingkan dengan Juli 2019, terjadi penurunan TPK sebesar 19.24 poin, yaitu dari 57,83 persen di Juli 2019 menjadi 38,59 persen di Juli 2020,”ungkapnya.

Jika dilihat menurut klasifikasinya, pada bulan Juli 2020 hotel berbintang empat mengalami raihan TPK tertinggi yaitu mencapai 51,14 persen, sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel berbintang satu yaitu hanya 4,09 persen, sementara hotel berbintang dua, berbintang tiga dan
berbintang lima mencatat TPK masing-masing sebesar 43,41 persen, 34,42 persen dan 25,34 persen,

Sedangkan TPK hotel berbintang lima pada bulan Juli 2020 mengalami kenaikan sebesar 11,48 poin bila dibandingkan bulan Juni 2020, yaitu dari 13,86 persen menjadi 25,34 persen. Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 48,21 poin, yaitu dari 73,55 persen menjadi 25,34 persen.

Secara umum sebutnya, rata-rata lama menginap tamu pada hotel berbintang di Kalimantan Timur selama Bulan Juli 2020 mengalami penurunan sebesar 0,36 hari dari rata-rata lama tamu menginap Bulan Juni 2020, rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang pada Bulan Juli tercatat di rata-rata 1,74 hari.

Apabila diamati dari perkembangan rata-rata lama menginap tamu setiap bulannya pada hotel berbintang pada kurun waktu Juli 2019 – Juli 2020, maka rata-rata lama menginap tamu pada bulan Juni 2020 adalah raihan rata-rata lama menginap tamu paling tinggi yaitu sebesar 2,10 hari sedangkan bulan November 2019 dan Januari 2020 menjadi rata-rata lama menginap tamu paling rendah pada kurun waktu tersebut, yaitu sebesar 1,48 hari.

Sedangkan data jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke wilayah Kalimantan Timur pada bulan Juli 2020 tercatat sebanyak 34 kunjungan yang berarti mengalami Kenaikan sebanyak 16 kunjungan jika dibanding bulan Juni 2020 sebelumnya yang tercatat sebanyak 18 kunjungan. Sementara itu jumlah wisman pada Juli 2020 jika dibandingkan dengan Juli 2019 mengalami penurunan 266 kunjungan.

Kemudian, data menurut asal regional negara wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kalimantan Timur pada bulan Juli 2020 didominasi oleh wisatawan asal ASEAN. Peranan regional ASEAN tersebut mencapai 100 persen terhadap total kunjungan wisman pada bulan Juli 2020.

Samarinda —-Pada Agustus 2020, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kalimantan Timur Agustus 2020 sebesar 110,31 atau naik 1,90 persen dibanding NTP pada bulan Juli 2020.

Peningkatan NTP disebabkan oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani dan turunya Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib), hal tersebut disampaikan Kepala BPS Kaltim, Anggoro Dwithjahyono, saat rilis bulanan secara virtual melalui Youtube, Senin (1/9/2020).

Anggoro menyampaikan NTP pada Agustus 2020 meningkat 1,90 persen terhadap bulan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dan turunnya Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib). It naik 1,55 persen sedangkan Ib turun 0,35 persen terhadap bulan sebelumnya.

Peningkatan NTP terjadi pada tiga subsektor, yaitu subsektor tanaman pangan (0,36 persen), subsektor tanaman perkebunan rakyat (4,60 persen) dan subsektor perikanan (0,78 persen).

Sementara itu, dua subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu subsektor hortikultura (-1,53 persen) dan subsektor peternakan (-0,57 persen), bebernya.

Kemudian, lanjutnya Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Kalimantan Timur Agustus 2020 sebesar 111,14 atau naik 1,60 persen dibanding NTUP pada bulan Juli 2020 yang tercatat sebesar 109,39. Terdapat tiga subsektor yang mengalami peningkatan NTUP, yaitu subsektor tanaman pangan, subsector tanaman perkebunan rakyat dan subsektor perikanan.

Dari lima provinsi di pulau Kalimantan, semuanya mengalami peningkatan NTP. Peningkatan tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Barat sedangkan peningkatan terendah terjadi di Provinsi Kalimantan Utara. Sementara itu, NTP mengalami peningkatan 0,56 persen di tingkat nasional.

Tambahnya, dari 34 provinsi yang dihitung NTPnya, terdapat 25 provinsi yang mengalami peningkatan NTP dan sisanya mengalami penurunan. Peningkatan NTP paling tinggi terjadi di Provinsi Bangka Belitung dengan persentase peningkatan sebesar 3,64 persen.
Sedangkan penurunan paling tinggi terjadi di Provinsi Maluku dengan persentase penurunan sebesar 1,21 persen.

SAMARINDA—- Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim pada bulan Agustus 2020 mengalamai deflasi sebesar -0,17 persen dengan Inflasi tahun kalender sebesar 0,75 persen dan Inflasi tahun ke tahun sebesar 0,62 persen.

Kepala BPS Kaltim, Anggoro Dwithjahyono mengatakan deflasi kaltim dipengaruhi oleh kedua kota pembentukannya yaitu Samarinda dan Balikpapan. Berdasarkan data jika dirinci pada bulan Agustus 2020, Kota Samarinda mengalami deflasi sebesar -0,16 persen dengan IHK 104,24. Sementara Kota Balikpapan mengalami deflasi -0,21 dengan IHK sebesar 103,35 persen,

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar -0,99 persen diikuti kelompok transportasi sebesar -0,45 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,02 persen. Sebut Anggoro saat rilis bulanan secara virtual melalui Youtube, Senin (1/9/2020).

Sementara kelompok lainnya menunjukkan peningkatan indeks yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,21 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,20 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,18 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,07 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,06 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen.

“Bulan Agustus 2020, dari 11 kelompok pengeluaran ada delapan kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi dan tiga kelompok memberikan andil/sumbangan deflasi,” bebernya.

Lanjutnya,  sedangkan kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,1244 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,0076 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,0065 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan andil sebesar 0,0060 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0027 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0024 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,0019 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,0012 persen.

Selain itu, Kelompok yang memberi andil negatif yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar -0,2804 persen; kelompok transportasi sebesar -0,0591 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan andil sebesar -0,0012 persen.

Sedangkan dari 90 kota pantauan IHK nasional sebanyak 37 kota mengalami inflasi dan 53 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 0,88 persen dan terendah terjadi di Batam, Kediri dan Kotamobagu masing-masing sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar -0,92 persen dan terendah sebesar -0,01 persen terjadi di Sibolga, Tembilahan, Bekasi dan Banyuwangi.

Kemudian dari 12 kota IHK di wilayah Pulau Kalimantan terdapat tiga kota yang mengalami inflasi dan sembilan kota lainnya mengalami deflasi.

“Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 0,35 persen dengan IHK 104,72 dan inflasi terendah terjadi di Kotabaru sebesar 0,23 persen dengan IHK 106,54. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar -0,58 persen dengan IHK sebesar 109,60 dan deflasi terendah terjadi di Pontianak sebesar -0,15 persen dengan IHK sebesar 105,49,”imbuhnya.