Samarinda— Pemerintah Provinsi maupun Kab/Kota telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar membatasi interaksi kepada sesama dengan berdiam diri di rumah. Hal ini guna mencegah penyebaran wabah Covid-19 atau virus corona.

Termasuk untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, kini masyarakat dimudahkan dengan jasa pasar online. Masyarakat dapat dengan mudah berbelanja tanpa harus bertatap muka dengan penjual.

Cara terbaru yang dibina oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda menerapkan kebijakan pasar online. Salah satunya Pasar Kemuning yang berada di Jalan Kemuning, Kelurahan Loa Bakung.

Sugih, koordinator Pasar Kemuning menjelaskan, sosialisasi mengenai kebijakan Disdag Samarinda telah dilakukan selama tiga hari. “Sebenarnya ini baru berjalan selama dua hari yang lalu, hari ini sudah ketiga hari,” ujarnya saat dihubungi via telepon, Jumat (3/4/2020).

Sugih menilai, upaya transaksi online atau by phoneini memberi keuntungan bagi para pedagang maupun para konsumen pasar.

“Kayaknya ini lebih lumayan dan menguntungkan pedagang dan pembeli karena mereka hanya bekerja lewat telepon saja baru nanti kurir yang mengambil,” katanya.

Untuk penerapannya, kata Sugih, tidak ada syarat khusus yang perlu dilakukan. Hanya perlu mencatat nomor handphoneatau WhatsApp yang akan dicantumkan dalam selebaran atau pamflet.

“Syarat khusus untuk pedagang tidak ada, hanya yang aktif nomor atau WA-nya boleh mencantumkan nomornya untuk dipasang di pamflet,” terangnya.

“Di sini saling bantu aja, misal pedagang sayur yang angkat telepon tapi pembeli mau beli ikan, nah atau kebetulan mau beli ayam, itu juga bisa sekalian aja sama penjual sayur. Baku atur aja mereka,” ujarnya.

Namun masih ada kendala yang terjadi dengan sistem transaksi ini, banyak konsumen yang belum memahami bagaimana sistem belanja menggunakan jasa kurir.

“Kendala yang sering dihadapi itu pembeli banyak yang tidak paham sistem kurir seperti apa. Padahal ada aja Gojek atau Grab. Jadi misal beli nanti di kurir pakai itu. Kalau menunggu diantar sama penjual ya tidak bisa karena kan penjual harus melayani pembeli yang lainnya lagi. Tapi kalau pembeli yang paham, itu lancar aja. Habis beli langsung antar,” tutupnya.

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menerapkan pembatasan wilayah yang dijaga ketat petugas keamanan demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Termasuk meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah hingga kondisi kembali kondusif.

Hal tersebut membuat masyarakat bingung cara memenuhi kebutuhan harian. Tak ayal, pengalihan alternatif seperti belanja online mulai digalakkan.

Pedagang di pasar tradisional pun mengikuti pemanfaatan teknologi tersebut. Menjaga tetap ada pendapatan harian para pedagang di pasar.

Salah satu yang menerapkannya yaitu pedagang Pasar Klandasan Balikpapan. Beberapa menawarkan pesan antar sayur, hingga sembako kerumah konsumen. Pedagang pasrah mengharapkan pembeli ramai di pasar ditengah kondisi saat ini.

“Makanya kami beralih ke online. Pemesanan dilakukan di media sosial pribadi saya, seperti promosi di Facebook, Whatsapp dan Instagram. Mulai menerapkan 10 hari belakangan,” ujar Rusdi, pedagang sayur di Pasar Klandasan, Kamis (2/4/2020).

Transaksi pesan antar, lanjutnya dengan penambahan biaya pengantaran. Rusdi menyebut, pembelian online yang dilakukan konsumen tidak cukup menguntungkan. Ia pun menghadapi beberapa kendala. Menurutnya transaksi langsung lebih menguntungkan.

Selain itu, lokasi pengantaran barang yang jarak tempuhnya cukup jauh. “Kalau seperti itu, saya memanfaatkan jasa kurir ojek online,” tambahnya.

Diketahui, pasar Klandasan terdapat tandon untuk mencuci tangan bagi pengunjung yang keluar masuk pasar. Hal ini sebagai bentuk peduli kebersihan pemerintah kota pada fasilitas umum yang ada.

Salah satu warga yang memanfaatkan belanja online adalah Hardianti. Ditengah kondisi saat ini, yang mengharuskan ia tetap tinggal dirumah, belanja online membantu dapurnya tetap mengepul.

“Belanja di aplikasi, ojek online kan menyediakan layanan itu. Belanja kebutuhan pokok, jajan anak, sayur mayur dilakukan disana. Terbantu sih, tapi namanya ibu rumah tangga, lebih enak kalau pilih-pilih sendiri di tempatnya. Mudah-mudahan wabah ini cepat berakhir,” pungkasnya. (*)

Samarinda-Selain tenaga medis, Perjuangan melawan Covid 19 juga dilakukan oleh para petani di seluruh Indonesia. Mereka melakukan perlawanan dengan cara berproduksi secara berkelanjutan. Menyediakan pangan untuk kebutuhan rakyat adalah kerja nyata yang terus ditingkatkan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, menyampaikan bahwa para petani memiliki jasa yang sangat besar karena selama ini mereka berhasil menyediakan kecukupan bahan pokok masyarakat Indonesia.

“Menurut saya orang yang bekerja di garda depan itu bukan hanya tenaga medis, tetapi juga tenaga yang menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Agung dalam acara Indonesia Forward CNN Indonesia, Rabu, 1 April 2020.

Karena itu, Agung berharap masyarakat Indonesia mau menghargai perjuangan kaum tani, serta mendorong mereka agar mematuhi SOP kebijakan pemerintah pusat tentang menjaga pola hidup sehat dan melakukan physical distance pada saat bercocok tanam di area pertanian.

“Sampai dengan hari ini secara parsial ada insentif kepada mereka yang ikut mengupayakan menjaga ketahan pangan, tetapi memang secara nasional sedang kita pikirkan,” katanya.

Tugas dan tanggung jawab pemerintah menjaga para petani. Atas dasar itu, maka kehadiran tenaga penyuluhan sangat dibutuhkan. Namun jika online system sudah berjalan baik (Agricultural Extension), permasalahan yang terkait dengan kebutuhan dan tuntutan petani, dapat dijawab secara cepat

Samarinda—Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltim mencatat pada Maret 2020 mengalami deflasi sebesar 0,15 persen, dipengaruhi adanya penurunan harga pada kelompokmakanan, minuman, tembakau, perlengkapan, peralatan, pemeliharaan rutin rumah tangga dan kelompok transportasi.

“Adanya deflasi sebesar 0,15 persen, maka pada Maret 2020 mengalami dengan tingkat inflasi tahun kalender sebesar 0,56 persen dan tingkat Inflasi tahun ke tahun sebesar 2,19 persen,” Hal tersebut diungkapkan Kepala BPS Kaltim Anggoro Dwitjahyono melalui konferensi secara live di http://s.bps.go.id/bpskaltimrilis, Rabu (1/4)

Menurutnya, inflasi sebesar 0,15 persen ini juga berasal dari dua kota yang telah ditetapkan sebagai indeks harga konsumen (IHK) yakni kota Samarinda dan Balikpapan.

Inflansi di Kaltim jelasnya, dipengaruhi oleh terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar -0,17 persen diikuti kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar -0,14 persen dan kelompok transportasi sebesar -1,46 persen.

Kemudian Kelompok lainnya menunjukkan peningkatan indeks yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen, kelompok Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,21 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,18 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,06 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,16 persen.

Selain itu, kelompok yang cenderung stabil adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dan kelompok pendidikan masing-masing sebesar 0,00 persen.

Lanjutnya Jika dirinci menurut kota, pada bulan Maret 2020, Kota Samarinda mengalami deflasi sebesar -0,15 persen dengan IHK 104,00. Sementara Kota Balikpapan mengalami deflasi -0,15 persen dengan IHK 103,25. Pada bulan Maret 2020 Inflasi tahun kalender Kota Samarinda sebesar 0,58 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 2,42 persen. Sedangkan Inflasi tahun kalender Kota Balikpapan sebesar 0,55 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,88 persen.

Sementara dirinci menurut kota, Samarinda pada Bulan Maret 2020 mengalami deflasi sebesar -0,15 persen, sedangkan pada periode yang sama dua tahun sebelumnya yaitu tahun 2018 mengalami deflasi sebesar -0,12 persen dan tahun 2019 mengalami deflasi -0,11 persen. Kota Balikpapan Bulan Maret 2020 mengalami deflasi -0,15 persen, dan tahun 2018 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,27 persen dan tahun 2019 mengalami deflasi sebesar -0,28 persen.

Tambahnya, Pada Bulan Maret 2020 Inflasi Tahun Kalender Kota Samarinda sebesar 0,58 persen, sedangkan pada periode yang sama dua tahun sebelumnya yaitu tahun 2018 mengalami inflasi sebesar 0,62 persen dan tahun 2019 mengalami Inflasi 0,31 persen. Inflasi Tahun Kalender Kota Balikpapan pada Bulan Maret 2020 mencapai 0,55 persen, pada tahun 2018 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,57 persen dan tahun 2019 mengalami inflasi sebesar 0,42 persen. (diskominfo/ris)

Berau – Merespon Instruksi Presiden RI Joko Widodo memberikan keringanan kredit bagi sejumlah sektor UMKM ditengah mewabahnya Covid-19, ditindaklanjuti Pemkab Berau dengan menggelar pertemuan bersama dengan sejumlah pihak perbankan. Pertemuan ini dipimpin oleh Bupati H. Muharram didampingi Sekda Muhammad Gazali di Ruang Sangalaki, Senin (30/3).

Menurut Bupati, semua pihak perbankan tentu sudah menerima surat resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar melaksanakan instruksi ini, termasuk di Kabupaten Berau. Tentu ini akan meringankan pelaku usaha yang memiliki nilai kredit 10 milliar kebawah, karena akan mendapatkan keringanan dalam membayar bunga, memperpanjang angsuran atau bisa sampai memberikan keringanan tidak menyetor beberapa bulan, hingga kondisi keadaan berlangsung normal.

Dijelaskannya, keringanan kredit ini tidak serta merta langsung dilaksanakan pihak perbankan begitu saja, tentu ada beberapa langkah yang dilakukan, seperti pelaporan nasabah, hingga survey lapangan untuk melihat realita yang dialami debitur, ditengah wabah corona ini.

Dituturkannya, pelaku usaha atau nasabah secepatnya juga melapor, jika memang berat dalam membayar angsuran, sebagaimana yang dialami saat ini.

“Nanti pihak bank akan mempelajari, melihat situasi dan kondisi rill, dari hasil survey inilah akan ditentukan layak atau tidak diberikan keringanan kredit,” jelasnya.

Harapannya, jangan sampai ada nasabah yang diam-diam dan tidak melapor ke pihak bank, dan tiba-tiba tidak menyetor, nanti bisa saja ditagih karena tidak adanya laporan data nasabah yang memang tidak diverifikasi dan evaluasi perbankan. Ia juga berharap kepada beberapa leasing juga harus melakukan kebijakan yang telah menjadi instruksi presiden ini.

“Artinya pelaku usaha atau masyarakat bukan tidak membayar, tetapi dapat memberikan kelonggaran sesuai dengan kemampuan masing-masing nasabah,” ungkapnya.

Hadir pada pertemuan ini antara lain Asisten Pembangunan dan Perekonomian, Drs.Masnyah Kelana, Kadisprindagkop Kabupaten Berau, Wiyati Wiranto, Kabag Kesra Kamarudin, pihak perbankan serta perwakilan dari koperasi dan leasing.

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengeluarkan kebijakan dengan sepakat akan memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi bagi masyarakat akibat pandemi corona.

Kebijakan ini dikeluarkan melihat dampak yang dirasakan masyarakat terlebih warga kurang mampu dan pekerja informal lainnya. Perekonomian terpuruk akibat Covid-19. Pemkot akan memberikan bantuan dana tunai  500 ribu bagi Keluarga kurang mampu di Bontang. Terhitung 3 bulan, mulai Mei, Juni, sampai Juli, juga ada sembako dan jaringan gas.

“Alhamdulillah, DPRD juga sepakat akan memberikan bantuan uang tunai Rp 500 ribu bagi kurang mampu,” ujar Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Selasa (31/3).

Dikutip dari Pranala.co, berdasar basis data warga kurang mampu di Bontang, Kalimantan Timur tercatat ada 8.510 kepala keluarga (KK). Sementara, 4.708 KK sudah mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah pusat setiap bulannya.

“Ada 4.708 KK sudah dapat sembako dari pusat. Nah, masih ada 3.802 KK yang akan disasar mendapatkan Rp 500 ribu per bulan,” jelas Neni.

Proses aturan dan payung hukum sudah mulai disusun. Termasuk mengumpulkan data kelompok warga yang benar-benar pantas mendapatkan bantuan ini. Angka 3 ribuan warga tidak menutup kemungkinan termasuk para penjual pentol, ojek online dan pekerja informal lainnya.

“Mereka-mereka ini kan paling terasa dampaknya akibat Corona. Mereka perlu mendapatkan perhatian. Data kami himpun. Dinas Sosial juga sudah bergerak. Terutama payung hukumnya dan teknis penyalurannya,” urai Neni.

Balikpapan- Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Prov Kaltim, Fuad Asaddin melepas Ekspor. Pelepasan tersebut dilakukan bersama dengan Dirut KKT (Kaltim Kariangau Terminal ), Muhammad Basir dan jajarannya . (30/3/2020)

Kegiatan tersebut merupakan bentuk dari kepedulian dinas terkait guna menunjang perekonomian Kaltim saat ini dan akan berlangsung seterusnya.

Kadis Perindagkop dan UKM Prov Kaltim, Fuad Asaddin menerangkan Pelaksanaan Ekspor langsung melalui Pelabuhan Kariangau telah dibuka kembali dengan tujuan ke seluruh negara dengan Operator Sealand (A Maersk Company), Maersk Line.Pengiriman di jadwalkan setiap hari Senin di Pelabuhan petikemas Kariangau.

Implikasi dari ekspor langsung menurut Kepala dinas Perindakop & UKM , perekonomian Kaltim menjadi terangkat , meningkatkan pendapatan dalam daerah , pengembangan industri sehingga lapangan pekerjaan terbuka, kesejahteraan masyarakat semakin membaik .

“Masing-masing industri dan usaha sekitaran daerah Kaltim diharapkan meningkatkan produk unggulanya, karena pasar luar negri sudah ada peminatnya, dengan adanya ekspor langsung dan jalan tol Samarinda Balikpapan bisa memangkas biaya pengiriman ,” pungkas Fuad Asaddin diwawancarai dari via telefon.

Komoditas unggulan Kaltim yang diekspor hari ini berupa , Rumput Laut Udang, dan Palm Acid Oil (PAO).

 

 

 

Berau – Wakil Bupati Kabupaten Berau,  H. Agus Tantomo tak tinggal diam dan berpangku tangan di tengah maraknya wabah Coronavirus-19. Yang saat ini membuat warga was-was ketika berada di luar rumah.

Terutama warga berpenghasilan kecil yang harus melakukan aktivitas pekerjaan untuk menyambung kebutuhan keluarga.

Bentuk kepeduliannya pun mengalir tulus dari kantong pribadinya, dengan menyiapkan 10 ribu ekor ayam potong segar yang secara bertahap akan dibagikan kepada warga di 10 kelurahan di 4 Kecamatan terdekat, Sabtu (28/3).

Aksi peduli kepada sesama ini dimulai di RT 05 Kecamatan Karang Ambun, yang tidak jauh dari kediaman pribadinya. Ada sekitar 400 Kepala Keluarga (KK) yang menempati bangsal atau rumah pribadi mendapatkan ayam potong gratis ini.

Yang menarik, Wabup H. Agus Tantomo yang turun langsung untuk menyerahkan bantuan. Sekaligus memberikan imbauan bahaya Covid-19 dari pintu ke pintu.

Agar warga memperhatikan pola hidup bersih dan sehat, menggunakan masker ketika bepergian hingga membatasi waktu keluar rumah.

“Ini bentuk kepedulian saya pribadi, saya pesan warga tetap di rumah jaga kesehatan, untuk menghindari wabah covid ini,” tuturnya.

Di lokasi ia menjelaskan, untuk hari pertama sebanyak 2 ribu ayam potong diserahkan kepada warga masyarakat. “Satu keluarga satu ekor, kalau lebih tetap kita kasih, biar semua terbagi,” jelasnya.

Pembagian ayam potong ini, Wabup juga melibatkan Komunitas Berau Journalist Diver untuk mendistribusikan di beberapa tempat tinggal warga.

“Kita turun bersama-sama, sekaligus untuk memberi contoh kepada komunitas lain agar bisa tergerak membantu warga, dan peduli pandemi Covid,” ungkapnya.