Samarinda— Per hari ini Selasa 2 Juni 2020 di Provinsi Kalimantan Timur terjadi panambahan satu kasus positif Covid-19 dari Kota Balikpapan.

Pasien yang terkonfirmasi Covid-19 merupakan BPN 63 Laki-laki 49 tahun merupakan Kasus ODP pelaku perjalanan dari Tanjung Kalimantan Selatan. Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak saat video conference melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Selasa (2/6/2020)

Kemudian pasien tersebut ditetapkan positif oleh DPJP dan Dinkes Kota Balikpapan. Kini Kasus dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan sejak terkonfirmasi Covid 19 pada hari ini.

Dengan begitu total Kasus Positif di Kaltim sebanyak 297 kasus, sembuh 175 kasus, meninggal tiga kasus serta menunggu hasil Lab 275 kasus.

“Ini menunjukkan bahwa masih saja terjadi peningkatan kasus dan kasus-kasus baru, artinya masih ada penularan kasus Covid-19 di tengah-tengah kita,”jelasnya

Untuk itu Kunci utama sekarang bagaimana memastikan diri agar tidak tertular dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten.

Andi melanjutkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah satu  kasus, jadi totalnya PDP sekarang 794 kasus.

Selanjutnya kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah lima kasus dari total 10.154 kasus, selesai pemantauan 9.616 kasus dan masih dalam proses pemantauan ada 538 kasus

Kategori PDP dengan hasil negatif juga bertambah semua dari Balikpapan yaitu sebanyak 15 kasus.

Samarinda– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai berlakukan fase pertama relaksasi Covid-19 per 1 Juni 2020 ini. Tim Gugus Tugas Covid-19 Samarinda diketahui telah menyiapkan strategi agar warga di Kota Tepian dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.

Dikutip melalui siaran pers No.1286/KM/KOMINFO/VI/2020 yang dirilis oleh Pemkot Samarinda, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang telah menginstruksikan jajarannya untuk menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penyebaran kasus Covid-19.

“Sesuai arahan Bapak Dandim dan Kapolres, kita akan menerapkan patroli setiap hari untuk menegakan disiplin sembari mensosialisasikan protokol kesehatan di daerah yang kita petakan tadi,” kata wali kota.

Penerapan masa relaksasi tahap pertama di Kota Samarinda disebut Jaang berlangsung hingga 15 hari ke depan. Selama pelaksanaan, sejumlah tempat tak luput dari perhatian. Mulai dari pusat perbelanjan, tempat hiburan dan rumah ibadah.

“Artinya kita harus tetap berhati-hati, karena kabupaten/kota terdekat kita untuk kasus Covid-19 masih tinggi. Jadi, segala kemungkinan bisa saja terjadi,” imbuhnya.

Wali kota Samarinda dua periode itu juga memastikan, akan segera mengevaluasi pelaksanaan fase relaksasi tahap pertama jika telah selesai.

Dia menyebut, kedisiplinan warga untuk menjalankan imbauan penerapan protokol Covid-19 adalah kunci sukses pelaksanaan fase relaksasi tersebut.

“Samarinda baru masuk fase relaksasi jadi bukan new normal, jadi banyak tahapan yang harus kita lalui dan terus dievaluasi sebelum masuk ke fase new normal,” tegasnya.

Secara khusus, Jaang mengingatkan agar pengelola tempat hiburan malam (THM) dan karaoke untuk disiplin menerapkan protokol Covid-19. Ia memerintahkan kepala Dinas Pariwisata Samarinda untuk segera memanggil para pengelola THM untuk memastikan hal tersebut.

“Kalau perlu sebagai persyaratan mereka boleh beroperasi harus menyertakan surat bukti jika semua karyawannya sudah melakukan rapid test yang diketahui oleh Dinas Kesehatan,” tegasnya.

 

BALIKPAPAN-Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Balikpapan, menyampaikan perkembangan penanggulangan virus Corona di Kota Balikpapan, Senin (1/6/2020).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Balikpapan menerima 12 hasil swab, satu swab yang terkonfirmasi positif COVID-19 dari PCR RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.

Walikota Balikpapan, Rizal Effendi menyampaikan, ini pertama kali kita melakukan pemeriksa swab di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, juga mem-back up jika ada hal di sini yang mendesak kita bisa kirim hasil swab ke Samarinda.

“Dari sampel swab yang diperiksa tersebut, ada dua pasien COVID-19 di Rumah Sakit Tentara Dr Hardjanto Balikpapan dinyatakan sembuh. Yakni pasien dengan kode BPN 34 dan kode BPN 44, keduanya merupakan ayah dan anak,” ungkapnya.

“Anak yang lebih dulu terkonfirmasi positif, telah dirawat selama 40 hari di rumah sakit, perlu empat kali hasil swab hingga dinyatakan sembuh,” kata Rizal

“Sedangkan ayahnya dirawat selama 20 hari di rumah sakit, perlu tiga kali hasil swab hingga dinyatakan sembuh,” jelasnya.

“Penambahan satu pasien positif, menambah pasien positif di Kota Balikpapan menjadi 62 orang, dengan pasien sembuh bertambah dua menjadi 43 orang, meninggal dunia tetap dua  orang, pasien positif yang masih dirawat saat ini ada 17 orang,” bebernya.

“Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Balikpapan, kembali berkurang. Tersisa 22 orang masih dirawat, sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah empat orang dimana sebelumnya OTG 37 orang sehingga menjadi 41 orang,” urainya.

“Orang Dalam Pemantauan (ODP) berkurang 33 orang dimana sebelumnya ODP 213 orang, sehingga menjadi 180 orang,” tuturnya.

“17 spesimen masih di tunggu oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Balikpapan, baik dari lab-lab di Balikpapan, RSUD AWS Samarinda, serta BBLK Surabaya (Jawa Timur),” tandasnya.

Rilis pers disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan sekaligus Walikota Balikpapan Rizal Effendi, bersama Dandim 0905 Balikpapan Kolonel Arm I Gusti Putu Agung Sujarnawa, Wakapolresta Balikpapan AKBP Sebril Sesa, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Subari dan Kepala Dinas Kesehatan Andi Sri Juliarty, di Media Center COVID-19, Pemkot Balikpapan.

Samarinda—- Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak menyatakan masih ada penularan virus Covid-19 di masyarakat yang menyebabkan kasus positif masih bertambah.

Berdasarkan data hari ini Senin 1 Juni 2020 terjadi penambahan 1 kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim.

Menurutnya, 1 kasus baru tersebut yaitu dari Kota Balikpapan merupakan BPN 62 laki-laki 38 tahun merupakan Kasus PDP yang memiliki keluhan demam, batuk, sesak nafas, memiliki gambaran pneumonia, serta comorbid TB Paru. Kasus dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan sejak 23 Mei 2020.

“Penambahan tersebut menyebabkan total kasus menjadi 297 kasus,” ungkap Andi saat video conference melalui aplikasi zoom cloud video meeting.

Kemudian pasien yang dinyatakan sembuh bertambah dua  kasus, dengan begitu total sembuh menjadi 175 kasus.

Mereka dinyatakan sembuh jelasnya karena dua kali negatif virus Covid-19 setelah menjalani dua kali pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut menyatakan bahwa secara klinis memiliki kondisi sudah sangat baik, tidak ada gejala.

Pasien sembuh merupakan BPN 34 Laki-laki 28 tahun dan BPN 44 Laki-laki 60 tahun) merupakan kasus dari kluster Jakarta yang telah dirawat di RST DR R Hardjanto Balikpapan sejak 7 April 2020 dan 23 April 2020.

Lanjutnya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah satu kasus, jadi totalnya PDP sekarang 793 kasus.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) terus bertambah, hari ini ada penambahan tiga  kasus dari total 10.149 kasus, selesai pemantauan 9.566 kasus sedangkan masih dalam proses pemantauan ada 583 kasus

Sementara PDP dengan hasil negatif bertambah sebanyak empat kasus dan semua dari Kabupaten Berau.

Andi juga terus mengingatkan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan menjelang masa new normal

KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kembali mengumumkan sebanyak 4 orang pasien terkonfirmasi positif Covid – 19, yang langsung disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Kutai Kartanegara, dr. Martina Yulianti dalam membacakan press realase kepada wartawan melalui video conference, Minggu malam (31/5/2020).

“Saya akan menyampaikan penambahan 4 (empat) kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kutai Kartanegara,” kata dr. Martina Yuianti.

Berikut data pasien positif Covid-19 yang baru terkonfirmasi positif ;

1. KK-47, jenis kelamin laki-laki, usia 44 tahun dari Kecamatan Muara Jawa. Dilakukan rapid test pada tanggal 12 Mei 2020 dan tanggal 22 Mai 2020 dengan hasil non reaktif. Pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 29 Mei 2020 dengan hasil TERKONFIRMASI POSITIF.

2. KK-48, jenis kelamin laki-laki, usia 58 tahun dari Kecamatan Loa Janan Ulu. Dilakukan rapid test dengan hasil reaktif. Pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 30 Mei 2020 dengan hasil TERKONFIRMASI POSITIF.

3. KK-49, jenis kelamin perempuan, usia 56 tahun dari Kecamatan Loa Janan Ulu. Dilakukan rapid test dengan hasil reaktif. Pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 30 Mei 2020 dengan hasil TERKONFIRMASI POSITIF.

4. KK-50, jenis kelamin laki-laki, usia 26 tahun dari Kecamatan Loa Janan Ulu. Dilakukan rapid test dengan hasil reaktif. Pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 30 Mei 2020 dengan hasil TERKONFIRMASI POSITIF.

” KK-47 sedang menjalani masa karantina di Wisma Atlet, Tenggarong Seberang dan KK-48, KK-49, dan KK-50 merupakan 1 keluarga dan saat ini sedang menjalani masa karantina di Rumah Sakit Bapelkes Samarinda,” tambahnya.

Hingga hari ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kutai Kartanegara adalah 50 kasus terdiri dari 11 Orang sedang menjalani perawatan dan 39 kasus dinyatakan telah sembuh.

“Semoga saudara-saudara kita yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT dan kasus Covid-19 di Kutai Kartanegara dapat kita atasi sebaik – baiknya dan segera turun,” harapnya.

Selain itu Martina Yulianti juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan Covid-19, memerlukan partisipasi dan peran semua pihak dan seluruh seluruh elemen masyarakat.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kutai Kartanegara agar dengan penuh kesadaran melakukan upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan Covid-19,” pungkasnya.

Penajam- Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Kabupten Penajam paser Utara (PPU) kembali mengumumkan kesembuhan dua pasien COVID-19, sehingga total pasien yang sembuh di kabupaten ini menjadi 14 orang.

“Hari Jum’at tanggal 29 Mei kemarin, ada dua pasien yang dilakukan pemeriksaan Real Time PCR dengan hasil negatif dan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter yang merawat dengan ini dinyatakan sembuh,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten PPU Arnold Wayong di Penajam, Sabtu.

Hal itu disampaikan Wayong dalam siaran pers di Posko Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten PPU. Saat rilis itu, Wayong didampingi oleh Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung PPU Jensje Grace Makisurat dan Tim Surveilens Gugus Tugas COVID-19 Ahmad Pada Elo.

Wayong yang juga Kepala Dinas Kesehatan PPU ini menjelaskan, pasien yang dinyatakan sembuh tersebut masih merupakan bagian dari rangkaian Klaster Gowa yang sebelumnya telah menjalani proses pengobatan dan perawatan di RSUD Ratu Aji Putri Botung.

Dua pasien yang sembuh itu adalah, pertama berkode 09, laki-laki, usia 47 tahun, dengan alamat Kelurahan Nenang, RT 47, Kecamatan Penajam, PPU.

Kedua adalah pasien dengan kode 11, laki-laki, berusia 33 tahun, dengan alamat Desa Labangka, RT 09, Kecamatan Babulu, PPU.

Ia melanjutkan, pasien 09 dan 11 ini sebelumnya atau pada 6 April 2020 dilakukan rapid test tenaga kesehatan di Puskesmas pada wilayah masing- masing dengan hasil reaktif.

Langkah selanjutnya kemudian dilakukan pengobatan dan perawatan intensif di RSUD Ratu Aji Putri Botung sejak tanggal itu juga, sekaligus sebagai persiapan untuk pengambilan Swab PCR di tanggal 07 April.

“Sama dengan pasien yang lain, dua pasien ini juga berulangkali dilakukan pemeriksaan PCR dan evaluasi. Tercatat ada 4 kali dilakukan PCR evaluasi, terakhir tanggal 23 dan 24 Mei 2020 dengan hasil yang kami terima tanggal 29 Mei yang hasilnya negatif COVID-19,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Wayong juga menyampaikan data terakhir dari tim surveilens dan data yang diinput oleh Dinas Kesehatan.

“Hari ini jumlah kasus COVID-19 di Kabupaten PPU tetap 19 kasus, dengan rincian ada 14 orang dinyatakan sembuh atau mencapai 73,68 persen kesembuhan, kemudian masih ada 5 orang lagi yang masih dalam pengobatan di RSUD Ratu Putri Aji Botung,” katanya.

Ia juga megharapakan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat PPU agar pandemi ini segera berlalu, maka dukungan yang bisa dilakukan masyarakat adalah tetap mematuhi anjuran pemerintah dalam menjalankan protokol kesehatan.

BALIKPAPAN-Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Balikpapan, menyampaikan perkembangan penanggulangan virus Corona di Balikpapan, Minggu (31/5/2020).

Ketua Gugus Tugas COVID-19 Balikpapan yang juga Walikota Balikpapan, Rizal Effendi menyatakan, saat ini empat hasil swab diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Balikpapan, satu di antaranya positif COVID-19, sedangkan tiga hasilnya negatif.

Lanjut Rizal Effendi menyampaikan, adapun pasien positif merupakan laki-laki (39) tahun, termasuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG), didapati terindikasi setelah melakukan pemeriksaan mandiri.

“Satu pasien dari kluster perminyakan, saat ingin berangkat melakukan rapid tes hasilnya reaktif, dilanjutkan pemeriksaan swab di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan dan ternyata positif,” ungkapnya.

“Saat ini, total pasien positif COVID-19 di Kota Balikpapan berjumlah 61 orang, dirawat 18 orang dan sembuh 41 orang, meninggal dua orang,” jelas Rizal.

“Adapun pasien sembuh bertambah tiga orang pada hari Minggu (31/5/2020). Sedangkan kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga berkurang delapan orang, sebelumnya 44 orang, hingga tersisa 36 orang yang masih dirawat,” urainya.

“Kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah 20 orang, untuk OTG terkonfirmasi negatif 17 orang, sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 63 orang, sebelumnya berjumlah 213 orang, saat ini total ODP berjumlah 276,” bebernya.

“Adapun tiga pasien sembuh dengan kode BPN 41, BPN 47, dan BPN 50. Ketiganya telah dua kali terkonfirmasi negatif berturut-turut . Baik dari lab PCR (Polymerase Chain Reaction) Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) serta TCM (Tes Cepat Molekuler) RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan,” kata dia.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty menambahkan, pasien sembuh pada Minggu (31/5/2020), laki-laki (17) dengan kode BPN 41 merupakan kluster temboro, pasien dengan kode BPN 47 usia 48 tahun masuk rumah sakit hasil screening ingin berangkat kembali ke daerah dan pasien dengan kode 50 merupakan OTG (orang tanpa gejala) dari hasil screening untuk pekerjaan.
“Untuk pasca perayaan Idul Fitri, kasus penularan COVID-19 untuk transmisi lokal tidak ada sampai saat ini,” katanya.

“Bahwa kasus dengan kode BPN 42 hingga saat ini, tren kasus COVID-19 merupakan pasien-pasien yang ter-screening karena akan keluar atau masuk Balikpapan untuk kepentingan pekerjaan,” tandasnya.

Rilis pers itu, disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan sekaligus Walikota Balikpapan Rizal Effendi, didampingi Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Dandim 0905 Balikpapan Kolonel Arm I Gusti Putu Agung Sujarnawa, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle dan Kepala Dinas Kesehatan Andi Sri Juliarty, di Media Center COVID-19, Pemkot Balikpapan.(ay)

Samarinda—Melalui keterangan persnya Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak memgumumkan terjadi penambahan empat kasus positif Covid-19.

Kasus pertama datang dari Kabupaten Kutai Kartanegara tiga kasus merupakan KKR 48 laki-laki 17 tahun, KKR 49 laki-laki 56 tahun dan KKR 50 laki-laki 58 tahun. Seluruh kasus merupakan kasus OTG yang kontak erat dengan SMD 39 dan SMD 40. Kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes sejak 29 Mei 2020.

Kasus selanjutnya dari Kota Balikpapan yaitu BPN 61 Laki-laki 38 tahun merupakan OTG yang ditetapkan DPJP dan Dinkes Kota Balikpapan. Kasus dirawat di RS Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan sejak 29 Mei 2020.

“Sembuh terus bertambah, alhamdulillah ada penambahan 12 kasus,”jelasnya Minggu (31/5/2020)

Dari 12 kasus sembuh tersebut sebagai berikut :

Kabupaten Berau Tujuh Kasus

  1. Enam  Kasus dari kluster Gowa (perjalanan ke Sulawesi Selatan)
  • BRU 1 (Laki-laki 56 tahun)
  • BRU 10 (Laki-laki 54 tahun)
  • BRU 14 (Laki-laki 42 tahun)
  • BRU 15 (Laki-laki 45 tahun)
  • BRU 16 (Laki-laki 46 tahun)
  • BRU 18 (Laki-laki 44 tahun)

Sebanyak lima kasus dirawat di RS Darurat Covid Berau sejak 18 April 2020 dan satu Kasus dirawat di RSUD Abdul Rivai sejak 1 April 2020

2) BRU 19 (Wanita 23 tahun) merupakan kontak erat BRU 5 yang dirawat di RS Darurat Berau sejak 30 April 2020.

Kabupaten Kutai Barat Dua Kasus

  1. Dua Kasus dari kluster Gowa (perjalanan Sulawesi Selatan) (KBR 6 Laki-laki 14 tahun dan KBR 7 Laki-laki 18 tahun) merupakan kasus yang dirawat di RS Pratama Kutai Barat Sejak 13 April 2020

Kota Balikpapan Tiga Kasus

  1.  Dua  Kasus (BPN 47 Laki-laki 48 tahun dan BPN 50 Laki-laki 34 tahun) merupakan kasus yang telah dirawat di RS Pertamina Balikpapan sejak 11 Mei 2020.
  2. Satu Kasus (BPN 41 Laki-laki 17 tahun) merupakan kasus dari kluster Magetan (Jawa Timur) yang telah dirawat di RS Pertamina Balikpapan sejak 5 Mei 2020.

Mereka dinyatakan dua kali negatif virus Covid-19 setelah menjalani 2 kali pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut menyatakan bahwa secara klinis memiliki kondisi sudah sangat baik, tidak ada gejala.

Dengan begitu total pasien positif Covid-19 sampai hari ino berjumlah 295 kasus, sembuh 173 kasus, meninggal tiga kasus dan menunggu hasil lab 289 kasus.

Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) terjadi tambahan sebanyak 125 kasus dari total 10.146 kasus, selesai pemantauan 9.485 kasus dan masih dalam proses pemantauan ada ada 661 kasus

“Tidak ada penambahan Pasien Dalam Pengawasan (PDP, totalnya tetap 792,” katanya

PDP dengan hasil negatif hari ini juga mengalami peningkatan sebanyak 25 kasus, empat kasus dari Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Barat 21 kasus, sehingga total negatif menjadi 604 kasus.

Samarinda – Memasuki fase pelonggaran menuju normal baru (new normal) pandemi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur, diharapkan keputusannya diambil dengan kajian yang cermat dan teliti.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 di Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengatakan saat ini tidak saja Indonesia, pandemi Covid-19 di seluruh belahan dunia, juga menginginkan dapat berdampingan dengan wabah ini selama belum ditemukan vaksin pengobatannya.

“Dalam fase normal baru nantinya diharapkan setiap orang dapat melakukan penyesuaian gaya hidup bagaimana tetap dapat beraktivitas dan bekerja dan tetap produktif namun tetap aman dari penularan virus berbahaya ini,” ujar Andi Sabtu sore (30/5/2020).

Menurutnya, nantinya penerapan kebijakan new normal tidak diterapkan secara menyeluruh di tiap kabupaten dan kota melainkan akan diterapkan secara bertahap sesuai dengan tingkat kerawanan penyebaran Covid-19 tersebut di daerah masing-masing.

Selain itu, ditekankannya, diperlukan sanksi yang tegas bagi masyarakat yang melanggar dan tidak mematuhi protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker, berkumpul dan berkerumun dalam satu tempat ataupun tidak melapor ketika melakukan perjalanan ke luar kota.

Andi mengharapkan perlunya perubahan sikap dari masyarakat untuk mendukung fase pelonggaran menuju normal baru, berupa pentingnya untuk membiasakan memakai masker, mencuci tangan dan meningkatkan pola hidup bersih dan senantiasa melakukan jaga jarak dengan orang lain.

“Yang terpenting adalah kepedulian untuk melaporkan diri jika ada kontak dengan orang-orang yang ditengarai terpapar Covid-19,” tegasnya.

Menurutnya jika masyarakat tidak patuh pada protocol kesehatan selama penerapan pelonggaran, maka dikhawatirkan kasus penularan justru semakin besar dan luas.

“Jadi jika tidak ada dukungan dan kedisiplinan masyarakat, maka pelonggaran kebijakan melawan Covid-19 dapat menjadi bumerang yang tidak memutus rantai penularan tetapi justru menjadi lebih besar penularannya,” ujarnya.

Berau – Tujuh orang pasien penderita Covid-19 yang menjalani rawat isolasi di RSUD dr Abdul Rivai dinyatakan sembuh.

Pengumuman kesembuhan tujuh pasien tersebut disampaikan oleh Bupati Berau, H Muharram, didampingi Sekda Muhammad Gazali dan Kepala Dinas Kesehatan, Iswahyudi, Minggu (31/5).

Ketujuh pasien Covid-19 yang sembuh enam diantaranya merupakan klaster Gowa dan satu kontak serumah.

Mereka yang sembuh yakni, KN dengan kode Berau 1, MN Berau 9, IH Berau 13, AR Berau 15 , MA Berau 16, MZ Berau 17 merupakan klaster Asia Gowa (perjalanan ke Sulawesi Selatan) dan perempuan GFI Berau 19 Berau.

Dengan sembuhnya GFI yang merupakan kontak serumah SN klaster Yogyakarta maka pasien yang menjalani perawatan di RSUD dr Abdul Rivai Berau merupakan klaster Gowa.

“Berau-19 ini transmisi lokal dari Berau-5. Alhamdulillah, keduanya sudah dinyatakan sembuh, siswa klaster Gowa yang masih menjalani isolasi,” kata H Muharram.

Dengan adannya penambahan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh, maka total keseluruhan pasien Covid-19 yang sembuh di Bumi Batiwakkal ada 9 orang,

“Tersisa 25 pasien, dan kondisinya saat ini mereka sehat-sehat saja,”

Dengan pulangnya 7 pasien yang telah dinyatakan sembuh ini, orang nomor satu di Berau itu berharap masyarakat tak mengucilkan.

Sebab mereka yang telah sembuh telah menjalani pemeriksaan sebanyak dua kali dan hasilnya negatif.

Meski pasien sembuh terus bertambah Muharram juga mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan Covid-19.