Hari Disabilitas Internasional (HDI) diperingati setiap Desember setiap tahunnya. Di Kalimantan Timur puncak peringatan HDI 2019 dilaksanakan pada Kamis (12/12).

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Prov Kaltim Ani Juwairiyah menuturkan PPDI memberikan penghargaan kepada pihak yang berusaha memenuhi hak-hak kaum disabilitas.

Gubernur Kaltim diwakili Kepala Dinas Sosial HM Agus Hari Kesuma menegaskan Kaltim dalam RPJMD 2018-2023 mengusung visi Berani untuk Kalimantan Timur Berdaulat. Dimana dalam salah satu misinya yaitu “Berdaulat dalam pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdaya saing, terutama perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas”.

Agus Hari Kesuma menyerahkan bantuan secara simbolis. Diantaranya bantuan sosial terencana kepada penyandang disabilitas, veteran dan janda veteran/pejuang. Bantuan mobil ambulans dari PT Wangi Sentosa kepada Komunitas Berbuat Saja (Kombes). Serta bantuan asistensi sosial penyandang disabilitas.

Samarinda—Puncak Peringatan Hari Disabilitas Nasional (HDI) 2019 Provinsi Kaltim diperingati oleh ratusan peserta yang memadati kegiatan jalan sehat dan senam di halaman Kantor Gubernur. Kemudian acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan lain di ruang serbaguna Ruhui Rahayu mengangkat tema “Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul”, Kamis pagi (12/12).

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Prov Kaltim Ani Juwairiyah menuturkan PPDI memberikan penghargaan kepada pihak yang berusaha memenuhi hak-hak kaum disabilitas.  Masyarakat harus membuka mata bahwa dalam lingkungan sosial, mereka hidup berdampingan dengan saudara-saudaranya yang memiliki keterbatasan kemampuan secara fisik dan mental.

“Untuk itu, pembangunan berbagai sarana dan prasarana ramah disabilitas penting untuk diwujudkan. Semoga pemerintah, keluarga, dan disabilitas terbuka bahwa dunia milik kita, tidak hanya dihuni oleh mereka yang memiliki keadaan normal,” tuturnya.

Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Sosial Prov Kaltim agus Hari Kesuma mewakili Gubernur menyerahkan bantuan secara simbolis. Antara lain bantuan sosial terencana kepada penyandang disabilitas, veteran dan janda veteran/pejuang.  Bantuan mobil ambulans untuk Paman Domblang, Bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas.

Selain itu, pembagian penghargaan kepada KPU Samarinda, Balikpapan dan Mahakam Ulu sebagai pelaksana pesta demokrasi yang telah memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk terlibat dalam penyelenggaraan pesta demokrasi. (Diskominfo/Cht)

SAMARINDA—–Hujan yang merata di wilayah Kota Samarinda tidak menyurutkan semangat para Penyandang Disabilitas untuk mengikuti Senam Goyang Olah Bebaya dalam rangka memeriahkan Hari Disabilitas Internasional 2019, di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (12/12).

Meskipun dengan keterbatasan fisik mereka tidak mematahkan semangat mereka untuk mengikuti setiap gerakan yang diinstruksikan pemadu senam.

Usai senam goyang olah bebaya, penyandang disabiitas tampak antusias untuk menunggu pengundia doorprize yang disediakan oleh panitia penyelenggara.

Ketua Panitia yang juga sebagai Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitas Sosial, Suhaidy mengatakan bahwa Dinas Sosial Prov. Kaltim bersama Pengurus Penyandang Disabilitas Indonesia Kaltim menyelenggarakan serangkaian acara dalam memperingati hari disabilitas internasional 2019.

Selain senam, Suhaidy melanjutkan ada berbagai rangkain-rangkain acara seperti dialog di RRI Samarinda, diskusi publik tentang tindak lanjut Undang-Undang No.8 tahun 2016.

Melalui peringatan Disabilitas Internasional ini dirinya mengajak semua pihak baik pemerintah, Kabupaten/Kota, dunia usaha dan masyarakat untuk peduli terhadap kaum disabilitas, sehingga tidak ada lagi ada perbedaan-perbedaan.

Samarinda—-Dalam rangka peringatan Hari Aids se Dunia Dinas Sosial Prov Kaltim menggelar kegiatan Sosialisasi Hari Aids se Dunia Tahun 2019 yang dilangsungkan di Aula UPTD Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Nirwana Puri Samarinda, Selasa (10/12)

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 25 peserta yang keseluruhannya berasal dari kalangan pelajar SMA/SMK yang ada di Kota Samarinda.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial Prov. Kaltim Agus Hari Kesuma mengatakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kaltim, sejak tahun 1993 sampai dengan tahun 2019 ini di Kaltim telah ditemukan penderita Aids sebanyak 1.196 orang, yang mana dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 488 orang telah meninggal dunia.

“Masalah penyakit HIV/Aids di Kaltim saat ini tidak hanya menyasar wanita pekerja seks (WPS), namun sudah bergeser turut menyasar IRT hingga kelompok remaja,” tegasnya

Berdasarkan data PKBS Kaltim jelasnya, dari tahun 2017 hingga 2019 melalui kegiatan penjangkauan kepada kelompok beresiko telah ditemukan mereka yang positif, terdiri dari laki-laki berisiko tinggi (LBT) sebanyak 874, wanita pekerja seks 91 orang, dengan rentang usia 20 s/d 35 tahun, adapun penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seks, penggunaan jarum suntik, selama kehamilan, persalinan atau menyusui, serta transfusi darah.

Lebih lanjut dirinya menekankan agar melalui kegiatan tersebut, para pelajar khususnya peserta sosialisasi dapat benar-benar memahami materi-materi yang disampaikan para nara sumber, sehingga nantinya dapat dijadikan pioneer atau pelopor di lingkungan sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat setempat sehingga pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba serta penyebaran HIV/Aids dapat berjalan secara masif di seluruh tingkatan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial, Napza dan KTA-KPO Dinsos Kaltim, Sapran mengatakan bahwa maksud dan tujuan kegiatan tersebut antara lain adalah meningkatkan kesadaran, kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/Aids untuk mewujudkan 3 Zero HIV pada tahun 2030 mendatang, selain itu kalangan pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa diharapkan dapat berperan sebagai pelopor dalam gerakan masyarakat hidup sehat guna mengurangi stigma dan diskriminasi kepada ODHA di lingkungan masyarakat.

Jalan Sehat Keluarga dalam rangka Hari Ibu ke 91 di halaman Stadion Madya Sempaja Samarinda, Sabtu (7/12). Ribuan warga memadati halaman parkir Stadion Madya Sempaja Samarinda, Hadiah utama 5 perjalanan ibadah langsung diberikan Gunernur Kaltim Isran Noor.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Samarinda—Berbagai macam kegiatan Lomba di gelar dalam rangka memperingati acara Puncak Hari AIDS Sedunia (HAS) 2019 yang berlangsung di Duta rasa Bigmall, Jalan Untung suropati, Jum’at(29/11).

Seminar/Talkshow, Lomba Videogram, lomba poster, Lomba rangking I, Lomba akustik, dan dilanjutkan pada acara puncaknya pemilihan duta Peduli HIV/AIDS 2019

Dalam kesempatan itu Gubernur Kalimantan Timur H. Isran Noor dalam hal ini di wakili oleh Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim H Elto mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi penularan Human Immunodeficency Virus (HIV) dan AIDS.

Ia mengungkapkan berdasarkan data yang di ungkap oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim di 10 Kabupaten/Kota di Kaltim sejak Tahun 1993 sampai dengan sekarang, secara kumulatif di temukan setidaknya 7.286 kasus.

“Positif terjangkitnya virus AIDS 1.196 orang dan 488 diantaranya meninggal dunia.”ungkapnya.

Sementara itu Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia ( PKBI ) Kaltim, Muran Gautama mengatakan Hari AIDS Sedunia (HAS) diperingati setiap tanggal 1 Desember.

Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran global tentang perjuangan melawan HIV.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengingatkan pentingnya peran dan komitmen negara-negara di dunia dalam upaya penanggulangan HIV AIDS.”Ujar Muran.

Ia menuturkan, upaya yang terus dilakukan Pemerintah pada 2017 telah dicanangkan strategi Fast Track 90-90-90 yang meliputi percepatan pencapaian 90 persen orang mengetahui status HIV melalui tes atau deteksi dini; 90% dari ODHA yang mengetahui status HIV memulai terapi ARV, dan 90 persen ODHA dalam terapi ARV berhasil menekan jumlah virusnya sehingga mengurangi kemungkinan penularan HIV, serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi ODHA.

“Upaya pencegahan dan pengendalian HIV -AIDS bertujuan untuk mewujudkan target Three Zero pada 2030, antara lain tidak ada lagi penularan infeksi baru HIV, tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA),”Pungkasnya.

Muran juga menambahkan, kegiatan hari ini merupakan inisiasi dari Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda di dukung oleh lembaga lainnya seperti Komisi Penanggulangan AIDS Prov Kaltim (KPAP), Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Komisi Penanggulangan AIDS Kota Samarinda serta Mahasiswa yang aktif dalam menanggulangi penyakit HIV AIDS.(Diskominfo/Rey)

SAMARINDA—- Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur memberikan pemahaman lebih tentang KB Metode Operasi Pria (MOP) atau yang biasa dikenal dengan vasketomi kepada Motivator KB Pria Samarinda, yang dilaksanakan di Swiss belhotel, Selasa (26/11)

“Kami mengumpulkan kelompok-kelompok motivatir KB Pria dengan tujuan ingin meningkatkan pencapaian kepersetaan KB pria di Kaltim,”hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Eli Kusnaeli

Vasektomi merupakan prosedur yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan karena bersifat permanen dan vasektomi merupakan KB pria yang sangat bagus Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Namun banyak perspektif masyakarat menilai Vasktomi sama halnya dengan dikebiri.

“Jadi Rumor-rumor yang berkembang itu tidak benar, pada saat dilakukan vasektomi itu tidak dapat mengurangi gaurah seksual pria,” katanya

Eli melanjutkan menurut catatan BKKBN Kaltim hingga bulan Oktober 2019 hanya ada 1.000 pengguna Vasektomi dari seluruh pasangan di Bumi Etam.

Adapun faktor penyebab minimnya pengguna vasektomi, diantaranya adanya mitos vasektomi dapat memengaruhi gairah seksual pria dan ketakutan para istri kepada suaminya yang divasektomi. Karena dianggap dapat melakukan hubungan seksual dengan wanita lain tanpa meninggalkan jejak.

Diharapkan kepada motivator dan para kelompok KB pria dapat memberikan penjelasan tentang kiat-kiat setelah melakukan vasektomi kepada masyarakat.

SAMARINDA—- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memiliki tekad dan komitmen serta keberanian menjalankan kewenangan secara otonomi dalam mengatur dsn mengelola potensi sumber daya alam yang dimiliki untuk mewujudkan masyarakat mandiri, berdaya saing dan sejahtera.

“Sejahtera dalam arti juga sehat fisik dan mental spiritualnya,”ucap Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setprov. Kaltim H. Elto saat mewakili Gubernur Kaltim H. Isran Noor pada Seminar Kesehatan, di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (25/11)

Elto mengatakan sesuai RPJMD 2018-2023 telah ditetapkan arah kebijakan yang pertama pemerataan pelayanan kesehatan dasar melalui penyediaan dan pendistribusian tenaga kesehatan terutama di daerah-daerah terpencil dan daerah perbatasan, kedua pemenuhan standar pelayanan minimal rumah dakit melalui upaya penurunan pemenuhan sarana dan prasarana rumah sakit dan mendorong agar seluruh rumah sakit milik pemerintah maupun swasta dapat mencapai akreditasi standar nasional.

Ketiga diharapkan puskesmas Prov. Kaltim mendaptkan akreditasi paripurna dan keempat peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat miskin dengan mendapatkan jaminan kesehatan dan mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam upaya mencapai cakupan kesehatan semesta.

Namun demikian perlu adanya dukungan semua komponen masyarakat, organisasi kemasyarakatan serta pihak swasta berpersn serta dalam upaya kesehatan dengan lebih memprioritaskan promotif dan prefentif serta terus menggalakakan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

Ia juga mengatakan Pemerintah Provinsi juga memperhatikan
dan menanggulangi isu-isu kesehatan strategis lainnya seperti penurunan kematian ibu dan neonatal atau penyakit radang paru yang terjadi pada bayi baru lahir, Stunting, penurunat tuberculosis, mutu imunisasi serta pencegahan pengendalian penyakit tidak menular.

“Saya berharap kepada semua pihak terutama Pemerintah Kabupaten/ Kota, organisasi perangkat daerah serta stakeholder yang terkait untuk dapat mendorong percepatan target program-program kesehatan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kalimantan timur,” pintanya

Samarinda – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Prov Kaltim H. Elto membuka acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke – 55 Provinsi Kalimantan Timur dan Seminar Kesehatan di hadiri oleh ratusan tenaga medis, di Ruang Ruhui Rahayu, Senin (25/11).