SAMARINDA – Sebagai upaya pemeliharaan venue,  pegawai di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelola Prasarana Olahraga (UPTD PPO) melakukan pembersihan lingkungan dan sarpras yang ada.

Seperti yang terlihat dalam 2 (dua) hari terakhir, sejak Kamis (17/9/2020) dan Jumat (18/9/2020), sejumlah venue di lingkungan Stadion Madya Sempaja, pegawai melakukan pembersihan sarpras.

“Pemeliharaan venue tetap kami lalukan, meskipun penggunaan saat ini tidak ada sama sekali. Hal ini sebagai bagian dari tanggungjawab kami agar venue dan sarpras yang ada tetap dapat nyaman digunakan dan terawat,”ujar Kepala UPTD PPO, Husein Sadly.

Saat ini penggunaan sarpras dan areal kompleks Stadion Utama Palaran dan Madya Sempaja masih ditutup untuk aktifitas umum, guna meminimalisir penyebaran virus Covid-19.

Terkait penutupan, Plt. Kepala Dispora Kaltim, H Muhammad Syirajudin, menyampaikan fasilitas masih ditutup hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

“Penutupan masih dilakukan, karena apabila dibuka, maka akan membludak masyarakat berolahraga, ini tak menutup kemungkinan menjadi cluster baru, hingga angka kasus akan bertambah. Jadi kita harap masyarakat dapat memahami penutupan ini, demi kepentingan bersama,”jelasnya.

Meski demikian, Syirajudin tetap menghimbau masyarakat tetap semangat melakukan olahraga di rumah guna meningkatkan sistem imunitas tubuh.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh adalah dengan berolahraga. Namun dalam kondisi pandemi, masyarakat tetap bisa berolahraga ringan di rumah , seperti senam dan yoga,”pungkasnya. (rdi)

 

Sumber : Dispora Kaltim

SAMARINDA – Bertempat di Rumah Jabatan Sekda Kaltim Jalan M Yamin, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Penjabat Sekda Kaltim, H Muhammad Sa’bani mengikuti puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) secara virtual yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo dari Istana Bogor, Rabu (9/9/2020).

Dalam kesempatan itu, Sa’bani didampingi Plt Kadispora H Muhammad Syirajudin, Ketua Koni Zuhdi Yahya, Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Encik Widyani serta Ketua National Paralympic Committee (NPC) Suharyanto.

Presiden Joko Widodo meyakini Haornas dapat menjadi momentum membangkitkan gairah olahraga di Tanah Air. Tak hanya memasyarakatkan olahraga, tapi juga mendongkrak prestasi atlet, serta mengembangkan olahraga sebagai wadah memperkenalkan destinasi wisata di Indonesia.

“Olahraga membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan sport tourism. Keindahan alam Indonesia merupakan modal yang lebih dari cukup untuk mendongkrak hal tersebut,  tak hanya itu, Indonesia juga punya produk kesenian dan kebudayaan yang  dipadukan dalam sport tourism,”katanya

Peluang pengembangan sport tourism ini tambahnya akan semakin besar pasca-pandemi nanti. Masyarakat akan memilih berwisata dan berolahraga di ruang terbuka. Di alam bebas. Peluang ini harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Acara ini sendiri diawali dengan sambutan Menpora Zainudin Amali yang menyampaikan Haornas ditetapkan berdasarkan tanggal Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Surakarta pada tanggal 9 hingga 12 September 1948, dan tanggal pembukaan 9 September tersebut yanh dijadikan sebagai Hari Olahraga Nasional.

“Peringatan Haornas sebelumnya selalu dilaksanakan beragam kegiatan di lapangan dan bertatap muka secara langsung dan berpindah-pindah tempat di berbagai daerah. Namun hal itu tidak dapat kita laksanakan sekarang, mengingat situasi saat ini dalam masa pandemi,”katanya dari GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur.

Dalam perhelatan Haornas ke-37 ini, ada tiga tema besar yang diusung yakni sport science, sport tourism, dan sport industry yang diharapkan akan dapat memajukan olahraga Indonesia.

Tak hanya di Rumah Jabatan Sekda, peringatan Haornas juga diikuti secara virtual oleh pejabat administrator dan pengawas dari Aula Dispora Kaltim Kompleks Stadion Madya Sempaja.

Tampak hadir diantaranya Kabid Pembudayaan Olahraga Sirajudin, Kabid Pemberdayaan Pemuda Bahri, Kasi Promosi Olahraga dan Olahraga Prestasi Rasman, serta Kasi Kepemimpinan, Kepeloporan dan Kemitraan Pemuda, Syahril. (rdi)

 

Sumber : Dispora Kaltim

Sarana Olahraga Ditutup Lagi

BONTANG – Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bontang melonjak tajam. Fasilitas olahraga pun mulai ditutup lagi. Terlebih, muncul klaster PKT yang menyumbang hampir setengah dari kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Bontang.

Saat dikonfirmasi Kepala Disporapar Bontang, Bambang Cipto Mulyono membenarkan pihaknya menutup sarana olahraga milik pemerintah sejak Selasa (11/8) hingga waktu yang belum ditentukan.

“Karena transmisi lokal, kita menghindari. Antisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Sementara kita tutup dulu. Salah satu positif ada beberapa kali berolahraga di Langlang,”katanya.

Disinggung apakah kondisi ini bakal menyusul penutupan tempat wisata atau hiburan di Bontang, Bambang mengaku belum bisa menjawab hal itu. “Sedang kita kaji wisata. Khususnya yang milik pemerintah. Kita kaji dulu,” tuturnya.

Pihaknya juga sambil mengevaluasi pelaksanaan protokol kesehatan baik di tempat wisata maupun hiburan malam di Bontang.

Sejauh ini pihaknya menilai sebagian besar masih menerapkan dengan baik. Namun ada beberapa juga penyedia jasa hiburan dan wisata yang tak menjalankan protokol kesehatan dengan benar.

“Yang jelas kita evaluasi. Kita rapatkan dengan Tim Gugus. Langkah apa yang mesti diambil. Mereka masih mengikuti protokol kesehatan. Ada juga sebagian yang nggak mengikuti, dari evaluasi kami. Kita bakal kasih peringatan nanti,” ungkapnya.

Untuk diketahui, fasilitas olahraga di Bontang dibuka kembali pada 20 Juni lalu, setelah sempat dilakukan penutupan beberapa bulan.

Adapun fasilitas olahraga yang kembali ditutup di antaranya Lapangan Bessai Berinta, Sport Center Loktuan, Lapangan Tenis di Jalan Awang Long, dan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah.

“Kita belum bisa menentukan sampai kapan. Karena kondisinya semakin banyak yang terpapar,” ucapnya.

 

Samarinda – Sebanyak 10 peserta seleksi masing-masing 4 (empat) orang dari Kabupaten Mahakam Ulu dengan 1 (satu) pendamping dan 6 (enam) orang dari Kabupaten Kutai Barat dengan 1 pendamping, mengikuti Jambore Pemuda Daerah (JPD) ke – IX Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2020 yang dirangkai seleksi calon peserta Jambore Pemuda Indonesia (JPI) ke Tingkat Nasional Tahun Anggaran 2020.

Seleksi yang diadakan di Aula Kantor Dispora Kaltim pada Kamis (23/7/2020) memmperhatikan protokol kesehatan sebagaimana Surat Edaran Kementerian Pemuda dan Olahraga RI tentang Protokol Pencegahan Penularan Corona Virus Disease (Covid-19) pada Kegiatan Kepemudaan dan Keolahragaan dalam rangka mendukung keberlangsungan pemulihan kegiatan melalui adaptasi perubahan pola hidup dalam tatanan normal baru serta Surat Edaran Gubernur Kalimantan Timur tentang sistem Kerja Pegawai Negeri Sipil dalam rangka tatanan normal baru.

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas Kadispora KAltim, Muhammad Syirajudin diwakili Sekretaris Aswanda, menyampaikan kegiatan ini awalnya akan dilaksanakan di Tenggarong Kabupaten Kutai kartanegara pada 29 Maret s.d 2 April 2020, namun mewabahnya virus Covid-19 membuat JPD di Kukar dibatalkan karena tidak memungkinkan dilaksanakan dengan cara mengumpulkan peserta melebihi batasa yang telah ditentukan.

“Seleksi peserta JPI tetap kita lakukan, namun dengan memperhatikan protokol kesehatan berdasarkan Surat edaran Kemenpora RI. Diantaranya dengan pembatasan jumlah peserta dalam satu hari pelaksanaan seleksi, kemudian peserta wajib menggunakan masker atau pelindung muka, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan baik menggunakan air dan sabun yang disediakan panitia maupun hand sanitizer,”kata Aswanda.

Dilanjutkannya kegitan ini dirancang untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, memupuk rasa persatuan dan kesatuan, pemahaman keanekaragaman seni budaya dan meningkatkan keterampilan serta melatih kreativitas menuju kemandirian pemuda Provinsi Kalimantan Timur.

“Melalui kegiatan ini tersirat sebuah harapan semua pihak bahwa pemuda Benua Etam mampu meningkatkan kualitas peribadinya dengan memiliki wawasan dan kepribadian yang kuat, kreativitas tanpa batas, kemandirian dan kepeloporan serta turut berperan aktif dalam pembangunan,”tambahnya.

Untuk itu dirinya berharap melalui kegiatan ini dapat terpilih calon peserta yang layak dan terbaik untuk mewakili Provinsi Kalimantan Timur secara administratif maupun teknis sesuai kriteria yang teah ditetapkan.

Selanjutnya pelaksanaan kegiatan seleksi JPD di Kabupaten dan Kota lainnya akan dilaksanakan dalam bentuk kunjungan langsung oleh tim seleksi yang terdiri dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kaltim untuk tes seni budaya, Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unmul untuk tes bidang bahasa inggris, kemudian tes bidang pengetahuan umum atau psikotes oleh IAIN Samarinda, dan tes kesehatan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda dengan waktu pelaksanaan dari bulan Juli hingga September 2020.

Kabid Pemberdayaan pemuda, Bahri mengatakan peserta seleksi adalah pemuda Provinsi Kalimantan Timur yang berusia antara 18 hingga 25 tahun dimana usia calon peserta tidak boleh melebihi usia 25 Tahun di Bulan Oktober Tahun 2021. Sedangkan untuk jumlah kuota yang akan mewakili ke tingkat Nasional masih menunggu petunjuk teknis dari Kemenpora.

Hadir dalam acara pembukaan diantaranya Kepala Dispora Kabupaten Mahulu, Kabid Pengembangan Pemuda Hardiana Muriyani, Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Pengelola Prasarana Olahraga Sayid Husein Sadly serta sejumlah pejabat eselon IV lingkup Dispora Kaltim. (rdi)

 

Sumber : Dispora Kaltim

 

BERAU – Sebagai tuan rumah penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur tahun 2022, Kabupaten Berau terus melakukan pembenahan termasuk membangun stadion mini untuk cabang olahraga sepakbola, atletik dan roadrace.

Memastikan proses pembangunan berjalan lancar hingga dapat digunakan dalam pekan olahraga terbesar se Kaltim itu, wakil Bupati Berau H Agus Tantomo menyempatkan diri melakukan peninjauan pembangunan stadion yang terletak di Jl Stasiun 1, Kecamatan Teluk Bayur, Senin (20/7).

Dalam kunjungan tersebut Agus Tantomo menyebutkan stadion yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Batiwakkal diperkirakan rampung Juli tahun 2021 dengan total nilai anggaran Rp 52 Milyar.

“Tinjauan ini dalam rangka mempersiapkan Porprov rencananya Tahun 2022 dilaksanakan di Berau. Stadion ini diprediksi selesai Juli tahun 2021 dengan nilai anggarang Rp 52 Milyar namun nilai kontrak yang saya lihat cuman Rp 49 Miliar,” jelas Agus Tantomo.

“Saya sudah melihat dan kita sesuaikan hasil konsultasi dengan Provinsi masih ada dua cabang olahraga yang belum ada venue-nya di Berau yaitu panahan dan roadrace,” pungkasnya.

Sehingga lanjut Agus peninjauan tersebut untuk melihat lahan area stadion apakah di mungkinkan untuk dibuat arena road race atau tidak.

“Hasil komunikasi tadi katanya ini cukup untuk arena road race jadi teman-teman bilang sangat memungkinkan dibuatkan arena road race namun sedikit perluasan,” imbuhnya.

Sehingga ketika stadion tersebut rampung ada tiga cabang olahraga yang bakal dipertandingkan di stadion yang berkapasitas 3 ribu penonton itu yakni, Sepakbola, Atletik dan roadrace.

Wakil Bupati Berau itu menambahkan luas lahan yang digunakan dalam pembangunan tersebut yakni 4.5 Ha dan masih membutuhkan perluasan untuk arena road race.

Dalam pembangunan stadion itu juga, Agus Tantomo menyebutkan mendapat bantuan provinsi untuk membangun jalan masuk stadion kurang lebih 420 meter dengan lebar 12 meter dengan anggaran dari provinsi Rp 12 Milyar.

Sementara untuk venue panahan Agus Tantomo mengatakan saat ini masih melakukan lokasi yang pas, pasalnya dalam cabang olahraga panahan kekuatan angin menjadi pertimbangan.

 

Samarinda – Guna mensinkronkan program kerja 2021 serta koordinasi sejumlah program kerja Kepemudaan dan Keolahragaan tahun anggaran 2020, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) melakukan Rapat Virtual demgan dinas yang menangani Kepemudaan dan Keolahragaan di Kabupaten/Kota se Kaltim.

Salah satu program yang dibahas adalah pemilihan pemuda pelopor, dimana sebagaimana definisi yang disampaikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga bahwa Kepeloporan Pemuda adalah akumulasi dari semangat pemuda dalam mengembangkan potensi diri, guna merintis jalan, melakukan terobosan, menjawab tantangan dan memberikan jalan keluar atas pelbagai masalah.

“Hal tersebut harus dilandasi sikap dan jiwa kesukarelawanan, tanggung jawab dan kepedulian untuk menciptakan sesuatu dan/atau mengubah gagasan pemikiran, tindakan dan perilaku menjadi suatu karya nyata yang berkualitas dan dilaksanakan secara konsisten dan gigih yang dirasakan manfaatnya bagi masyarakat serta diakui oleh pelbagai pihak dan pemerintah,”jelas Kadispora Kaltim, Muhammad Syirajudin ketika memimpin rapat tersebut pada Senin (29/06/2020) di ruang rapat Ruhui Rahayu Kantor Dispora Kaltim di Kompleks Stadion Madya Sempaja.

Ditambahkannya untuk bidang kepeloporan meliputi Bidang Pendidikan, Bidang Agama, Sosial dan Budaya, Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata, Pangan dan terakhir Bidang Inovasi Tekhnologi.

Dari rapat tersebut, sejumlah Kabupaten Kota menyampaikan bahwa mereka tengah melakukan proses seleksi Pemuda Pelopor, diantaranya Dispora Kabupaten Kutai Kartanegara yang telah memasuki tahap Fact Finding atau sekelsi penyesuaian fakta yang ada di lapangan.

Demikian pula dengan Dinas pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan yang tengah melaksanakan proses seleksi.

Hal lain yang menjadi pokok bahasan adalah mengenai pelaksanaan Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun 2020 dimana Dispora setiap tahunnya menyiapkan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Disampaikan Syirajudin bahwa hingga rapat ini digelar, Dispora Kaltim masih menunggu Surat Edaran Kemendagri terkait pelaksnaan upacara.

“Untuk di Provinsi, rencananya Petugas Paskibraka akan diambil dari Purna Paskibraka Indonesia tahun sebelumnya dengan jumlah maskimal 12 orang, terdiri dari 9 orang petugas inti dan 3 orang petugas cadangan baik penaikan maupun penurunan. Silahkan Kabupaten Kota mengikuti apa yang direncanakan oleh Provinsi, namun demikian demi kebaikan bersama kita tetap menunggu surat edaran terkait hal tersebut dari Pemerintah Pusat,” katanya.

Dari beberapa Kabupaten Kota menyampaikan ada yang mengikuti rencana provinsi, namun adapula dinatara meeka yang berinovasi sesuai kondisi daerahnya masing-masing, mengingat pandemi Covid -19 masih membayangi. Untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA, seluruh peserta bersepakat untuk ikut serta meski agenda 2 tahunan tersebut bergeser ke tahun 2021 dan akan mempertandingkan 18 Cabang Olahraga dengan rencana 1 (satu0 Cabor tambahan yakni catur. Kepala Dispora Kutai Barat, F. Bang Ngau pada kesempatan tersebut mengusulkan agar adanya olahraga tradisional yang ikut dipertandingkan dalam event POPDA di Beru sebagai upaya bersama menjaga kelestarian olahraga berbasis kearifan lokal Kalimantan Timur.

Kadispora Berau, Amiruddin, mengatakan bahwa Berau terus melakukan langkah persiapan khususnya venur pertandingan yang nantinya juga akan dipergunakan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)tahun 2022.

“Kami akan segera merumuskan mengenai pelaksanaan Popda 2021 untuk segera disampaikan ke seluruh kanbupaten/Kota, khsusnya terkait apa yang menjadi tanggung jawab berau sebagai pelaksana, dan apa yang menjadi peserta sehingga tidak terjadi tumpang tindih penganggaran,”jelasnya.

Sementara dari Kota Bontang, Kadisporapar Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengatakan siap mengikuti hasil rapat, namun demikian dirinya meminta agar Dispora Provinsi segera menyurati secara resmi Kabupaten/Kota melalui Bupati dan Walikota karena terkait penteapan anggaran. Senada dengan Dispora Bontang,

Kadisporapar Balikpapan, Dortje Marpaung juga meminta agar adanya surat dari Pemprov Kaltim untuk kegiatan yang melibatkan Kabupaten/Kota.

Pada kesempatan itu, Dortje juga menyiapkan sejumlah kegiatan yang telah dilakukan Disporapar Balikpapan bersama Komunitas Pemuda dalam pandemi Covid-19.

Rapat diikuti 9 Kabupaten Kota minus Dispora Kabupaten Paser yang absen dalam rapat vidrtual kali ini.

Selanjutnya Kadispora Kaltim menyampaikan akan terus berkoordinasi dengan Kabupaten/Kota dalam upaya mensinkronkan pembangungan Kepemudaan dan Keolahragaan di Kalimantan Timur secara bersama-sama.

 

Sumber : Dispora Kaltim

 

 

Samarinda—Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Samarinda menggelar Musyawarah Kota (Muskot) Periode 2020-2024 yang berlangsung di Sekretariat KONI Samarinda Jalan Dahlia, Senin (29/6/2020).

Dalam kegiatan tersebut, Persatuan Senam Indonesia (Persani) Kota Samarinda kini resmi memiliki Ketua yang baru yakni Hendra setelah terpilih secara aklamasi periode 2020-2024 mendatang.

Dalam sambutannya ketua KONI Samarinda, Aspian Noor menekan siapa pun nantinya yang akan menjadi pemimpin, maka hal yang diutamakan adalah keseriusan dan mempunyai rasa tanggung jawab atas jabatan yang dipegangnya.

“Jadi semisal sudah menjadi pemimpin maka harus bertanggung jawab, dalam menjalankan massa kepemimpinannya,” tutur Aspian Noor.

Sementara itu Ketua Persani Samarinda yang baru Hendra, mengatakan setelah dirinya terpilih akan berkoordinasi dengan semua pihak serta instansi terkait dalam pengadaan venue latihan yang selama ini menjadi kendala untuk cabang olahraga (cabor) senam.

“Sebenarnya, peralatan dan tempat latihan lengkap standar internasional, tetapi terbengkalai. Ini yang akan kami koordinasikan, setelah administrasi menuju pelantikan selesai,” ujarnya.

Kedepan pihaknya juga akan melakukan pendataan atlet di klub-klub yang ada termasuk prestasi apa yang sudah mereka raih, serta mengagendakan kejuaraan antarklub baik tingkat provinsi maupun nasional.

“Kalau ada kejuaraan-kejuaraan akan kami ikutkan sebagai motivasi mereka, karena selama ini mereka kurang dukungan, nah ini akan kami maksimalkan, sehingga apa yang kami rencanakan bisa direalisasikan,”pungkasnya.

Samarinda—Memasuki fase relaksasi pandemi Covid-19, atlet bola tangan bakal menjalani latihan bersama.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Pengprov Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kaltim, Suryadi Gunawan. Ia menyebut, selama tiga bulan, atlet melakukan latihan di kediaman masing-masing.

“Karena saat ini sudah fase relaksasi, kami akan mencoba latihan seperti biasa,” ujarnya, Kamis(25/06/2020)

Suryadi menjelaskan, ada dua item yang akan diterapkan ketika latihan bersama. Yaitu latihan fisik dan melaksanakan tanding atau sparing.

Dirinya menambahkan, program latihan yang diberikan kepada atlet ini bertujuan sebagai evaluasi latihan selama Training Center (TC) Mandiri, dikarenakan kondisi atlet menurun selama berlatih di rumah.

Namun ia memastikan disaat latihan nanti, akan meningkatkan performa para atletnya.

“Kami akan tingkatkan saat latihan bersama,”imbuhnya.

Terkait keikutsertaan atlet dalam kejuaraan, Suryadi mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dari KONI Provinsi Kaltim bagaimana aturan menggelar event.

“Paling tidak Juli itu kami sudah siapkan, kalau memang sudah ok, baru kami gelar baik senior maupun junior,” pungkasnya.

Samarinda–Berjalannya fase relaksasi tahap II di Kota Samarinda Kalimantan Timur, membuat hampir semua aktivitas sudah bisa kembali dengan normal.

Tak tertinggal juga dari dunia olahraga yakni Pencak Silat Kalimantan Timur (Kaltim), yang mana sudah melakukan latihan secara normal kembali untuk mempersiapkan diri di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua nantinya.

Salah satu pelatih atlet pencak silat Kaltim, Sopiyan menyebutkan pihaknya sudah melakukan latihan bersama, namun hanya atlet yang berasal dari Kota Tepian (Julukan Samarinda) saja yang menggelar latihan.

Latihannya pun dilakukan secara bersama-sama di Polder Air Hitam jalan AW Syachranie Kecamatan pada Jumat (19/6/2020) sore lalu.

“Yang latihan pada Jumat (19/6) dari Samarinda semua, karena Atlet PON Kaltim 90 persen berasal dari Samarinda. Sisanya Tenggarong tiga orang, itu yang seni, mereka belum gabung karena saya juga belum bolehkan,” ujarnya, Senin (22/6/2020).

Pada latihan tersebut juga terlihat agar tidak terkesan membosankan, sebelum memulai atau pun jeda latihan para atlet sendiri bermain olahraga yang lain di tempat latihan silat, seperti main volly.

“Agar atlet gak bosan, mereka melakukan main game, kek main volly, bisa main bola setiap hari Jumat. Inisiatif dari pelatih saja. Latihannya juga paling satu set, baru lanjut main lagi,” tuturnya.

Terakhir Sopiyan menyebutkan walau sudah melakukan latihan bersama. Namun tetap menjalankan protokol kesehatan yang ditentukan guna menjaga agar para atlet dalam keadaan sehat.

“Protokol kesehatan tetap dilakukan, kami di depan menyediakan tempat cuci tangan,”jelasnya.

Samarinda – Masih adanya sejumlah masyarakat yang membuang sampah di sungai khususnya sampah plastik tentu berdampak besar bagi sungai yang akan menjadi kotor dan mencemari daerah sekitarnya. Sampah plastik juga akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang dapat menyebabkan banjir.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltim pun tak ingin tinggal diam. Aksi nyata dengan turun langsung ke lapangan menjadi pilihan utama yang dilakukan di area restorasi ekosistem, Sekolah Sungai Karang Mumus (Sesukamu) di Muang Ilir, Kelurahan Lempake, kecamatan Samarinda Utara, Samarinda.

Di tempat ini, puluhan pemuda dari berbagai organisasi serta komunitas kepemudaan bahu membahu dengan Dispora Kaltim melakukan penanamn pohon di sekitar bantaran sungai serta melakukan pembersihan sampah plastik yang banyak terdapat di aliran sungai tersebut.

Kadispora Kaltim, Muhammad Syirajudin mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dari kepedulian pemuda terhadap lingkungan sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Se Dunia 5 Juni serta Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Se Dunia yang jatuh setiap tanggal 17 Juni.

“Jadi kita berharap Pemuda Kaltim memahami pentingnya menjaga lingkungan, bagaimana dampaknya sampah plastik dan sampah lainnya terhadap aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan sejumlah mahkluk hidup didalamnya dan manusia yang berada di sekitarnya. Beberapa waktu lalu mereka sudah terjun langsung membantu warga yang terdampak banjir kemudian melakukan bakti sosial pasca banjir, ini terus berkesinambungan, sehingga akan memperkaya pemahaman mereka atas bencana yang selama ini mereka turut merasakan,”ujar pria yang akrab disapa Iyat tersebut.

Lebih lanjut Iyat pun mengatakan Dispora akan terus merangkul Pemuda untuk terlibat dalam pembanggunan Kalimantan Timur dan mewujudkan visi Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi yakni Kaltim Berdaulat.

“Kita ketahui bersama bahwa misi pertama Gubernur yakni berdaulat Dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Berakhlak Mulia dan Berdaya Saing, terutama Perempuan, Pemuda dan Penyandang Disabilitas, tentu kami akan bergerak dan merangkul Pemuda untuk mewujudkannya. Cranya, ya mereka harus dilibatkan secara aktif dan diajak terjun langsung dalam setiap program kegiatan pembangunan yang ada di Dispora Kaltim,”jelasnya.

Kepada para Pemuda yang terlibat, Iyat pun berharap agar semangat mereka tidak kendur untuk terus aktif mengikuti program demi program kegiatan. Dirinya memahami bahwa latar belakang mereka berbeda-beda namun demikian tentunya semangat mereka satu untuk turut serta membangun Kalimantan Timur dan Indonesia.

Sementara itu, Koordinator Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS SKM) Misman, yang mengelola SeSuKaMu menyampaikan GMSS SKM memulai upaya restorasi sungai dengan kekuatan sendiri, bersama masyarakat tanpa harus menunggu dukungan atau pendanaan dari pihak lainnya.

“Jadi kalau Samarinda banjir yang dipelototi hanya sungai, itu tunggu saja Samarinda tenggelam. Sungai itu punya ruang air yang terdiri dari bukit, lembah dan rawa. Ruang ini harus dijaga dan dirawat, tidak boleh rawa disudet atau diuruk, tenggelam Samarinda. Sehingga rawa harus tetap terjaga karena dia berfungsi menampung debit air yang ada,”katanya.

Dirinya menambahkan bahwa Sungai Karang Mumus (SKM) merupakan aset vital bagi Samarinda dimana SKM menjadi sumber air bersih bagi warga disekitarnya, di samping itu juga sebagai salah satu kekayaan alamiah Kota berjuluk Kota Tepian ini dengan keragaman flora, fauna dan biota air yang ada di dalamnya.

Selanjutnya peserta pun dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama melakukan penanaman pohon pohon di bantaran sungai yang telah ditetentukan, di tempat ini pohon-pohon yang ditanam adalah jenis yang dulu hidup di Daerah Aliran Sungai (DAS) atau disebut rivarian yang memiliki fungsi ekologis menahan tebing sungai serta terapan karbondioksida yang bagus diantaranya  Bungur, Bengalon, Singkuang, dan Rengas.

Kelompok kedua dengan dipimpin langsung Kadispora melakukan pungut sampah plastik yang banyak tersebar dan menyangkut di pinggir sungai tersebut.
“Ini kita lihat dan saksikan sendiri, banyak sekali sambah plastik yang ada, kita baru jalan sekitar seratusan meter sampah plastik yang kita kumpulkan sudah 3 karung, perlu tindakan nyata dari kita semua untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai. Saya yakin itu semua bisa terwujud kalau semua bergerak berasma dan sama-sama bergerak,”pungkas Kadispora sambil mengangkat sendiri karung sampah plastik ke titik kumpul.

Diantara organisasi dan komunitas kepemudaan yang mengikuti kegiatan kaili ini adalah Teman Tuli Forum Pemuda Disabilitas Kreatif, Petani Milenial, Korps Alumni Kapal Pemuda Nusantara, Gekraf, Forum Pemuda Fardhu Kifayah, Forum Kewirausahaan Pemuda, Korps PMII Putri Kaltimra, Juru Bahasa Isyarat, Wimnus Kaltim dan Sahabat sehati. (rdi)

 

Sumber : Dispora Kaltim