SAMARINDA — Gender dan anak adalah isu lintas sektor yang melibatkan stakeholder dari berbagai bidang pembangunan. Data gender dan anak menjadi elemen pokok bagi terselenggaranya Pengarusutamaan Gender (PUG).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad, pada kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Data Gender dan Anak (SIGA) Berskala Nasional kabupaten/Kota Se Kaltim, berlangsung di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Senin (16/9).

Halda menyebutkan, nantinya data gender dan anak akan dikompilasi secara terstruktur berdasarkan aspek pelayanan umum dan aspek daya saing daerah untuk memudahkan pengolahan serta analisis secara sestematis dalam rangka penyusunan rencana pembangunan.

“Intinya, jadi data terpilah itu tertuang dalam tujuh prasyarat PUG dan itu yang terpenting. Selanjutnya dalam enam urusan konkuren yang menjadi kewajiban kita di Dinas PPPA, salah satunya adalah SIGA,” ujarnya.

Halda menekankan pentingnya data untuk menunjang perencanaan dan pengambilan kebijakan. Hal yang terjadi adalah perencanaan tidak didukung oleh data-data yang akurat. Akhirnya perencanaan yang dilakukan, kebijakan yang dikeluarkan kemudian dalam pelaksanaannya tidak tepat sasaran.

Melalui Bimtek ini, dirinya berharap dapat menambah semangat baru dan komitmen untuk menghimpin data gender dan anak sehingga tersedia data yang akurat dan dapat digunakan berbagai pihak.

Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, mulai 16-18 September 2019, diikuti sebanyak 20  peserta. Hadir menjadi narasumber antara lain, Kadis KP3A Kaltim Halda Arsyad, perwakilan KPPPA Anugrah Pambudi Raharjo, dan Fasilitator Nasional SIGA dari DP2AKBP2 Jawa Tengah Yuliarsianto.

   

   

   

   

Teks Foto : Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Salman Lumoindong menjadi Inspektur pada upacara Harhubnas membacakan sambutan tertulis Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Samarinda, Selasa (17/9).

Peringatan Hari Perhubungan Nasional (HARHUBNAS) dimaknai sebagai momentum untuk merenungkan kembali terhadap kinerja dan berbagai peristiwa yang terjadi di sektor Perhubungan serta menyatukan persepsi dan tekad untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.

 

SAMARINDA— Kerberhasilan pembangunan sangat dipengaruhi oleh peranan transportasi sebagai urat nadi kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan.

Karena peranannya yang teramat strategis, maka Sumber Daya Manusia (SDM) perhubungan dituntut memperkuat kembali komitmen dan dedikasi untuk bekerja keras yang nyata di sektor transportasi. Hal ini merupakan bagian dan upaya meningkatkan kesejahteraan bangsa dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Perhubungan Prov. Kaltim, Salman Lumoindong pada Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas), di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Samarinda, Selasa (17/9)

Untuk itu, Peringatan Harhubnas dimaknai sebagai momentum untuk merenungkan kembali terhadap kinerja dan berbagai peristiwa yang terjadi di sektor Perhubungan serta menyatukan persepsi dan tekad untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.

“Upacara kali ini untuk melakukan instrospeksi dalam sektor perhubungan,” ucapnya

Sebagai wujud nyata Bakti Insan Perhubungan pda tahun ini Kementerian Perhubungan mennyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk perhubungan mengajar di 34 Provinsi di Indonesia. Kegiatan ini merupakan salah satu cara pengenalan kepada kepeda generasi muda calon penerus yang bercita-cita akan berkiprah di bidang transportasi.

Perhubungan mengajar menitikberatkan pada empt nilai yang disingkat menjadi AGiLE yaitu aman dalam bertransportasi, giat menjadi teladan dalam berperilaku bertransportasi dan agen perhubungan, menjadi Pionir SDM unggul yang paham akan pentingnya keselamatan bertransportasi dan penyampaikan pesan dengan edukasi kepada masyarakat.

“Saya berharap peringatan Harhubnas dapat menjadi wahana meningkatkan prestasi, memperkokoh rasa persatuan Dan kekeluargaan segenap insan Perhubungan dimanapun berada,”pintanya (diskominfo/ris)

Samarinda – Untuk meningkatkan budaya literasi dan minat baca di Indonesia khususnya Provinsi Kalimantan Timur, Bank Indonesia perwakilan Kaltim menginisiasi beberapa kegiatan yang disebut sebagai Pekan Literasi Bersama Bank Indonesia (KALIBRASI). Sebagai satu rangkaian dengan pengukuhan kepala Bank Indonesia perwakilan Kaltim, Senin (16/9).

“Indonesia saat ini menghadapi budaya literasi minat baca yang dianggap relatif rendah, ini setidaknya ditunjukan beberapa indikator.
Menurut UNESCO tingkat literasi membaca di Indonesia hanya 0,001%, ini berarti dari 1000 orang hanya 1 orang yang memiliki minat baca tinggi,” Ujar Tutuk.

Rendahnya tingkat literasi membaca suatu negara menunjukan bahwa negara tersebut belum mampu mengoptimalkan kemampuan anak untuk berfikir ktiris dalam menghadapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif.

Hal ini akan berdampak pada rendahnya daya saing ekonomi suatu negara, jika ekonomi suatu negara kurang bersaing maka akan berdampak pula kepada terbatasnya kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga negaranya.

“Kegiatan KALIBRASI juga sejalan dengan Visi Provinsi Kalimantan Timur yaitu Berani Untuk Kaltim Berdaulat yang salah satunya untuk melahirkan SDM berkarakter, berkualitas dan memiliki daya saing,” Tambah Cucuk.

Budaya literasi melibatkan pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kegemaran membaca ditengah tantangan era transformasi media informasi, Bank Indonesia ikut mengambil peran dengan memperkenalkan perpustakaan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim.

Samarinda — Guna menguatkan komitmen dan peran strategis masing-masing OPD Penggerak untuk percepatan pelaksanaan Pengarusarusutamaan Gender (PUG) di Daerah, Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim melaksanakan Bimbingan Teknis OPD Penggerak PPRG Kabupaten/Kota Se Kaltim, berlangsung di Hotel Midtown Samarinda, Senin (16/9).

Kepala Dinas KP3A Kaltim Halda Arsyad mengatakan, secara khusus bimtek ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman aparatur OPD Driver tentang strategi PUG dan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG).

“Koordinasi tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya persamaan persepsi yang sama, karena selama ini masih ada pandangan atau persepsi bahwa urusan PUG adalah urusan Dinas PPPA,” ujarnya.

Sementara PUG, lanjut Halda, strategi yang dibangun untuk mengintergrasikan gender menjadi satu dimensi integral dan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pematauan dan evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan nasional.

Selain itu, masih lemahnya pemahaman tentang isu gender, khususnya di kalangan aparatur pada OPD Driver dan perencana program/kegiatan telah menyebabkan perencanaan dan penganggaran kegiatan belum sepenuhnya mengidentifikasi dan mengintegrasikan isu gender ke dalam kebijakan dan program-programnya.

“Fakta di lapangan menunjukkan masih sedikit aparatur OPD yang memahami fungsi dan peran strategis mereka sebagai penggerak (driver) dalam Perencanaan dan Penganggaran Yang Responsif Gender sehingga dalam pelaksanaan maupun hasilnya belum maksimal,” katanya.

Halda menambahkan, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi dalam penerapan PUG di tingkat nasional dan daerah yaitu, penguatan dasar hukum, komitmen pemangku kepentingan, terbatasanya pengetahuan/pemahaman tentang PUG oleh OPD bahkan OPD Penggerak PPRG tentang konsep gender, isu gender, data terpilah dan tujuh prasyarat PUG, serta penguatan koordinasi baik antar sesama instansi maupun antar penggerak dengan instansi pelaksana.

Ia berharap, untuk mewujudkan pembangunan yang responsif gender diperlukan dukungan dan komitmen berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha serta stakeholder lainnya, baik yang ada di tingkat pusat maupun daerah.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 peserta terdiri dari Dinas PPPA, Bappeda dan BPKAD kabupaten/kota se Kaltim. Hadir menjadi narasumber yaitu Kabid Kesetaraan Gender Dalam Hamkam KPPPA Moh Udin, Fasilitator PUG Nasional Pratiti Budi Asih, Kasubbid Kesejahteraan Sosial Bappeda Kaltim Andrie Asdi, Kabid Sosbud dan Pemerintahan Bappeda Kukar Riadi Hadiwinoto, dan Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak (P2KGPA) Unmul Samarinda Widyatmike Gede Mulawarman.

Samarinda – Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia perwakilan Kalimantan Timur, Tutuk S. H Cahyono menggantinkan Muhamad Nur berlangsung di Kantor Bank Indonesia Kaltim Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (16/9).

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng menghadiri acara ini “Pada tanggal 11 Juli lalu, bertempat di Jakarta Gubernur Bank Indonesia telah melantik sebanyak 46 pimpinan satuan kerja Bank Indonesia, baik dikantor pusat dan perwakilan, termasuk didalam 46 itu adalah Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim yaitu saudara Tutuk S.H Cahyono,” ujar Sugeng.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng (kiri) bersalaman dengan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kaltim Tutuk S.H Cahyono (kanan) pada acara pengukuhan Kepala perwakilan Bank Indonesia Kaltim di Lantai 4 Bank Indonesia Jalan Gajah Mada Samarinda, Senin (19/9).

Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada bapak Muhamad Nur, tadi saya sempat berbincang dengan pak Gubernur saya kira jasa Pak Nur luar biasa apa yang telah dibangun banyak manfaatnya nanti tereflleksi dari kinerja inflasi bagus pertumbuhan ekonomi masih tergolong tinggi.

Tidak lupa kami kami juga mengucapkan selamat mengemban tugas ditempat yang baru, sebagai direktur di departemen komunikasi, jadi corongnya Bank Indonesia dikantor pusat, semoga terus bisa berkontribusi, tambah Sugeng.

Pergantian pimpinan diberbagai kantor perwakilan Bank Indonesia merupakan langkah yang penting dan strategis, langkah ini merupakan bagian dari transformasi organisasi khususnya saat menghadapi tantangan yang cukup berat sehingga dilakukan pembenahan di Bank Indonesia.

Hadi pada acara ini Gubernur Kaltim Isran Noor dan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh, Bupati Kutai Barat FX Yapan, Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang, Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairuddin dan pimpinan Forkompimda Kaltim.

SAMARINDA – Masyarakat Kaltim dan sekitarnya diimbau untuk tidak terlalu khawatir akibat asap pekat yang saat ini mulai memenuhi wilayah Samarinda dan sekitarnya.

Plt.Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim Suyitno saat ditemui dan dikonfirmasi oleh tim Kehumasan Prov.Kaltim di Samarinda pada minggu (15/9) mengatakan hasil pemantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih dalam kondisi aman dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) antara 50-150 microgram.

“Artinya masih kategori aman. Walaupun asap sudah mulai terlihat di udara terutama pada sore hari. Namun masyarakat, jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya menghindari aktivitas di luar rumah. Kalau berkendaraan sebaiknya menggunakan masker.” kata Suyitno

Dia juga mengatakan informasi BMKG kondisi tersebut dalam kategori sedang dan masih aman, walaupun sudah terlihat kepulan asap di udara. Oleh karena itu, masyarakat diimbau terutama anak-anak jangan terlalu banyak beraktivitas di luar rumah.

“Semoga kondisi ini cepat berlalu, sehingga tidak menggangu aktivitas masyarakat” harapnya. (Diskominfo/dir)

Samarinda—Kabut pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah kota di Kalimantan membuat aktifitas dan kesehatan warga terganggu.

Melihat kondisi tersebut Walikota Samarinda Syaharie Jaang menginstruksikan agar seluruh OPD, Camat, Lurah dan Sekolah se Kota Samarinda melakukan doa bersama meminta hujan saat apel Senin pagi.

“Kami mohon kepada seluruh OPD , Camat, Lurah dan seluruh Sekolah se Kota Samarinda pada saat apel pagi besok berdo’a memohon kepada Allah SWT supaya diturunkan hujan. Terima kasih, dan untuk dilaksanakan,” ucap Ja’ang, Minggu (15/9).

Seperti diketahui, akibat kebakaran hutan ini beberapa kota di Kaltim juga terkena dampaknya, seperti yang ada di Kutai Barat. Selain mengganggu jarak pandang dan mengganggu kesehatan pernafasan, banyak beberapa maskapai yang membatalkan penerbangannya.

Dengan melakukan doa bersama, dirinya sangat berharap agar hujan segera turun.

“Kami juga menghimbau agar warga ketika beraktivitas di luar rumah menggunakan masker. Saya juga minta OPD terkait melakukan action terhadap asap ini,” imbuh Jaang.

Terkait dengan kebakaran hutan, beredar informasi mengenai air garam dalam baskom dapat menciptakan hujan. Menurutnya ini adalah berita bohong atau hoax, karena upaya membuat hujan tidak sesederhana itu.

Untuk itu Ja’ang menghimbau agar masyarakat Samarinda cerdas dalam memilih informasi.

“Ini malah banyak yang share di medsos untuk menyiapkan garam dan air di baskom. Ini hoax. Mari kita cerdas memerangi hoax, dan tidak asal share,” tegas Jaang.(Diskominfo/Rey).