Paser – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Paser saat ini memiliki pustakawan Ahli Madya yang merupakan fungsional Aparatur Sipil Negara (ASN). “Kini dengan hadirnya seorang ahli madya pustakawan, saya harapkan tingkat kunjungan masyarakat dan membaca buku di Kabupaten Paser semakin tinggi,” ujar Kepala DKP Paser Herawati, Selasa (2/6/2020).
Herawati menilai rendahnya literasi masyarakat salah satunya disebabkan minimnya tenaga fungsional pustakawan ditambah derasnya arus informasi serta tingginya perilaku bermedia sosial di tengah masyarakat.
“Padahal buku adalah jendela dunia, meskipun saat ini membaca juga bisa melalui teknologi yaitu internet. Tapi membaca buku tetap penting bagi kita,” ujar Herawati.
Herawati mengatakan sebelumnya DKP Paser hanya memiliki satu orang arsiparis. Adapun untuk perpustakaan daerah, sebenarnya minimal harus memiliki empat orang pustakawan. Ia berharap meskipun Paser terlambat memiliki pustakawan, pengelolaan perpustakaan daerah kedepannya lebih baik.
“Sehingga masyarakat lebih berminat membaca dan literasi masyarakat juga semakin tinggi,” ujar Herawati.
Pustakawan Ahli Madya Kabupaten Paser, Jamilah Fitriah mengatakan kesempatannya menjadi pustakawan menjadi tantangan baginya. Sebelumnya ia adalah pejabat struktural yang akan memasuki masa pensiun pada 1 November 2020. Jabatan terakhirnya adalah Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Paser.
“Saya niatkan menjadi pustakawan ialah jalan menggali informasi, menambah ilmu pengetahuan, dan mengajak masyarakat lebih rajin membaca agar semakin banyak pengetahuan,” kata Jamilah.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Nomor 9 tahun 2014 tentang jabatan fungsional pustakawan dan angka kreditnya, ia mencoba mengikuti seleksi pustakawan ahli madya yang cukup sulit persentasenya bisa lulus di Jakarta.
“Setiap tahun rata-rata hampir ratusan peserta yang mengikuti uji kompetensi pustakawan dari berbagai daerah di Indonesia dengan tingkatan masing-masing pustakawan sesuai kebutuhan,” katanya.
Dengan beralihnya status ASN Jamilah dari struktural ke fungsional, maka ia masih menyisakan dua tahun masa pensiun. Dua tahun tambahan karirnya di dunia pustakawan ke depan, akan di manfaatkannya untuk pengabdian ke perpustakaan di Kabupaten Paser.

Motivasinya mencoba menjadi pustakawan di jelang masa pensiunnya yakni untuk menambah ilmu dengan terlibat langsung di bidang perpustakaan, karena menurutnya belajar tidak mengenal usia dan waktu.

“Alasannya sederhana saja, saya senang membaca. Karena dengan membaca, banyak yang kita ketahui dan  banyak ilmu baru yang didapat, meskipun kala sudah tidak bekerja lagi,  disamping itu bisa bermanfaat buat orang lain,” pungkasnya.

BERAU – Bupati dan Wakil Bupati Berau memberikan apresiasi kepada Rivaldi R Yambata, siswa SD yang meraih juara pertama dalam lomba menulis surat untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, yang bertema “Hikmah Hari Kemenangan di Masa Pandemi, Surat Untuk Mas Menteri Nadiem Makarim”.

Hal itu sesuai dengan pengumuman pemenang dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0941/14/TU/2020 tertanggal 22 Mei 2020. Dari ribuan surat yang masuk, Rivaldi menjadi yang terbaik, sementara peringkat kedua ada Atriee, G.N dari Jayapura Papua dan peringkat ketiga Alfiatus Sholehah dari Pamekasan Jawa Timur.

Rivaldi R Yampata merupakan siswa Kelas IV SD Negeri 016 Tanjung Redeb. Dalam isi suratnya, ia bercerita soal keseharianya mengerjakan tugas sekolahnya di tengah pandemi Covid-19. Bahkan cerita Rivaldi dalam suratnya tersebut sempat ia ceritakan ulang ke Mendikbud melalui video teleconference dan disiarkan di TVRI, Selasa (26/5).

Sebagai bentuk apresiasi kepada putra daerah, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, secara khusus menyambangi kediaman Nuraini, Ibu asuh Rivaldi, di Jl Cut Nyak Dien Teluk Bayur. Wabup Agus Tantomo membawakan sepeda lipat sebagai hadiah untuk Rivaldi yang telah membawa nama harum Bumi Batiwakkal di tingkat nasional.

Wabup H Agus Tantomo mengatakan, melalui surat yang dituliskan Rivaldi untuk Menteri Nadiem Makarin, dikatakan Agus Tantomo telah menginspirasi bagi siapa saja untuk tetap semangat belajar meskipun dilakukan melalui rumah dimasa pandemi Covid-19 saat ini.

“Semangat Rivaldi tentu harus menjadi motivasi dan semangat bagi siapa saja, terutama para pelajar generasi muda Kabupaten Berau,” tutur Wabup H Agus Tantomo.

“Jadi ini bentuk apresiasi saya untuk Rivaldi yang telah menginspirasi kita semua,” ungkapnya.

Usai mendapat hadiah dari Wabup, Rivaldi kemudian menerima undagan khusus dari Bupati Berau, H Muharram untuk makan malam bersama di rumah jabatannya, Selasa malam (26/5).

Usai makan malam, Rivaldi dihadiahi sebuah laptop dari Bupati. Bukan hanya itu, Rivaldi juga bakal mendapat beasiswa dari Dinas Pendidikan Berau.

“Ini suatu kebanggaan untuk Kabupaten Berau dan saya berharap untuk Rivaldi sendiri agar dapat menggali potensi dirinya dan bisa berprestasi dilevel yang tinggi lagi,” ujar Bupati H Muharram.

“Saya sebagai bupati juga mengharapkan anak-anak lainnya dapat termotivasi, anak Berau walaupun kita jauh dari ibu kota ternyata bisa berprestasi secara nasional,” pungkasnya.

Samarinda – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah berbeda kali ini, bukan dengan peringatan upacara yang biasa digelar setiap tanggal 2 Mei namun langkah nyata berbagi dengan sesama ditengah dampak Covid 19, dihalaman kantor Diknas Jalan Basuki Rahmat, Sabtu (2/5/2020).

200 paket buka puasa, 200 santunan berupa uang senilai Rp 200 ribu kepada anak yatim dan pembagian bahan makanan berupa beras dan mie instan kepada 356 orang terdampak Covid 19.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 12 siswa, “Kami ucapkan terima kasih kepada jajaran Diknas Kaltim dan semoga ini menjadi contoh kepada instansi lain juga agar masyarakat bisa merasakan kehadiran pemerintah ditengah pandemi covod 19 ini,” Tegas Hadi.

Hadi juga menghimbau kepada semua masyarakat agar tetap dirumah, berdiam dirumah, bekerja dirumah termasuk para siswa belajar lewat online.

“Kita membantu kepada orang tua murid, ceaning service dan satpam yang terdampak Covid 19, Kita juga akan berkeliling membagikan paket sembako hari ini,” Jelas kepala dinas pendidikan kaltim Anwar Sanusi.

Sebagai informasi setiap tanggal 2 Mei bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional atau yang lebih dikenal HARDIKNAS, tepat hari juga dengan kelahiran pejuang bangsa Indonesia Ki Hajar Dewantara yang telah memperjuangkan agar memperoleh pendidikan yang layak.

Tana Paser – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser memperpanjang kegiatan Work From Home (WFH) atau bekerja di rumah hingga 20 Mei 2020.

“Belajar di rumah diperpanjang sampai 20 Mei 2020, sambil menunggu perkembangan dan regulasi selanjutnya,” kata Kepala Disdikbud Paser Murhariyanto, Rabu (29/4).

Disdikbud Paser kata Murhariyanto sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran terkait keputusan tersebut, yang berlaku bagi seluruh satuan pendidikan mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) hingga SMP.

Keputusan itu tertuang dalam surat edaran Disdikbud Paser Nomor: B/421/637/PSD.4.1/IV/2020 tertanggal 23 April, perihal pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran COVID-19.

Murhariyanto mengambahkan, dengan diberlakukannya aturan ini maka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berdasarkan standar keamanan COVID-19 diupayakan secara daring atau online.

“Tujuannya untuk menghindari kerumunnan orangtua dan anak di sekolah,” ujar Murhariyanto.

Oleh karena itu, Murhariyanto meminta setiap sekolah segera menyiapkan media aplikasi online melalui anggaran BOS, adapun untuk daerah blank spot agar menyesuaikan.

Kepala Satuan Pendidikan atau kepala sekolah lanjut Murhariyanto, diminta agar selalu menyampaikan imbauan pencegahan penyebaran COVID-19 kepada pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik serta masyarakat sekitar.

“Pencegahan sesuai protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19. sebagaimana edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui media sosial,” kata Murhariyanto.

Seperti mengenakan masker dengan benar, mengurangi pertemuan yang tidak perlu, cuci tangan dan menjaga kebersihan, tinggal di rumah hingga aman, jika memiliki gejala yang mencurigakan segera konsultasikan dengan tenaga medis, imbuhnya.

Tenggarong – Belajar di rumah selama pandemik virus korona atau Covid-19 tidak menyurutkan semangat belajar siswa di SDN 003 Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Kurnia Astuti, pengajar di SDN 003 Tenggarong berpendapat penggunaan aplikasi whatapp dalam belajar-mengajar mampu meningkatkan hubungan anak dan anggota keluarga dalam mengaplikasinya arahan pengajarnya.

“Bersyukur dengan adanya pelatihan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari Tanoto Foundation, Saya dapat memahami jenis apa yang sesuai dengan potensi sekolah dan siswa serta pelaksanaan pembelajaran. (Aplikasi) WhatsApp masih menjadi favorit Kurnia dalam PJJ karena dapat digunakan di laptop maupun telepon genggam, dapat melampirkan foto, video, audio, dan forum diskusi dapat dibentuk secara realtime. Siswa dan orang tua siswa juga sangat familiar dengan WhatsApp Group,” ucapnya.

Kurnia mengakui, jika memberikan pelajaran tentang energi sulit melekat diotak siswa jika hanya melalui dialog di WhatsApp Group. Untuk itu ia menugaskan siswanya menggambar dan mendokumentasikan aktivitas perubahan energi yang ada di sekitar rumah dalam bentuk video

Para siswa mendemonstrasikan kegiatan sehari-harinya yaitu menonton TV, membuat minuman dingin, membantu ibu, menyeterika baju. Kemudian para siswa menentukan listrik yang digunakan beserta perubahannya. Para siswa memahami bahwa listrik dapat mengubah menjadi bunyi dan cahaya, padat menjadi cair, dingin menjadi panas dan panas menjadi dingin. Setelah teridentifikasi, siswa meminta bantuan orang tua dan adik untuk merekam aktivitasnya dan penjelasannya.

“Saya sekarang sedang membuat minuman dingin dengan alat masak blender. Perubahan yang terjadi adalah dari energi listrik menjadi energi gerak,” jelas Ramadhani, siswa kelas IV.

Sementara itu, Fadhil, sangat tertarik dengan tanaman rempah-rempah yang tumbuh di sekitar rumahnya. Ada jahe, kunyit kencur, hingga buah asam.

Setelah mengerjakan tugas mata pelajaran IPS kelas IV tentang sumber daya alam hewani dan nabati, Fadhil akhirnya mengetahui betapa pentingnya sumber daya alam tersebut di tengah pandemik seperti ini.

Awalnya, Fadhil membagi-bagi mana sumber daya nabati dan hewani di sekitar rumahnya. Baik, orang tua Fadhil dan tetangga, tidak mempunyai sumber daya hewani, yaitu binatang yang ditemukan di alam liar atau peternakan. Di lingkungannya, budidaya hewan air juga tidak ditemukan.

Namun, Fadhil menemukan sumber daya nabati, yaitu rempah-rempah yang ditanam ibu dan teman-teman ibunya. Sumber daya alam nabati adalah sumber daya alam yang berasal dari tumbuhan.

Fadhil memutuskan untuk mendokumentasikan pembuatan jamu jahe untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam situasi pandemik seperti ini.

“Dengan belajar tentang sumber daya alam, saya tidak hanya membedakan sumber daya alam nabati dan hewani, tetapi bagaimana pemanfaatannya,” tutup siswa kelas IV, Fadhil.

 

SAMARINDA – Kendati kegiatan pembelajaran di kelas telah dihentikan selama satu bulan, Dinas Pendidikan Kota Samarinda tetap menyelenggarakan Ujian Sekolah (US) bagi kelas VI (enam) SD.

Diketahui, Total ada sebanyak 420 SD Negeri dan Swasta yang mulai kemarin telah melaksanakan ujian sekolah dan Pelaksanaannya sesuai kalender pendidikan, yaitu 13-17 April 2020.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengungkapkan pelaksanan Ujian Sekolah kali ini dilakukan di rumah masing-masing atau daring, mengingat salah satu poin kebijakan physical distancing untuk meniadakan segala aktivitas berkerumun di dalam satu lokasi.

Dirinya menuturkan, pihaknya terus melakukan evaluasi dalam kurun sebulan terakhir ini untuk memastikan kegiatan ujian sekolah ini dapat dilakukan secara serentak dan tetap kondusif.

“Namanya sebuah kebijakan pasti tidak bisa langsung melingkupi semua pihak. Kemarin kami sudah mengevaluasi apa saja keluhan yang dihadapi sekolah selama kegiatan belajar mengajar (KBM) jarak jauh dilaksanakan, ternyata tidak semua sekolah yang menerapkan pembelajaran berbasis daring karena keterbatasan dari muridnya,” ungkapnya, Senin (13/4).

Terkait mekanime pendistribusian soal ujian, Ia membeberkan semua soal ujian sudah diserahkan ke masing-masing sekolah, kemudian sekolah akan menyampaikan soal ke murid dengan berbagai cara. Bisa berbasis online atau secara manual mengantarkan langsung ke rumah.

“Strategi menjawab soal bagi murid yang sudah memiliki fasilitas gawai dan perangkat digital daring bisa langsung mengirim hasil jawaban ke tim ujian di sekolah,”bebernya.

Saat ini hampir semuanya pelaksanaan ujian di SD dilaksanakan secara online melalui aplikasi yang biasa digunakan oleh sekolah.

Aplikasi bisa berupa apa saja, seperti guru mengunggah soal di google classroom atau bisa juga memfoto lembar soal, lalu formatnya diubah menjadi PDF dan dikirim ke grup kelas sehingga murid-murid bisa langsung mengerjakan soal di rumah.

Hanya saja, soal kewenangan pelaksanaan ujian kembali lagi kepada
pihak sekolah masing-masing, terutama bagi sekolah yang terkendala dengan sistem berbasis online.

“Saya tetap mempersilahkan sekolah melaksanakan ujian secara manual, seperti mengantarkan langsung soal kepada murid yang tidak bisa melaksanakan ujian secara daring, tapi dengan syarat tetap mengutamakan esensi physical distancing,” jelasnya.

Dan yang terakhir Asli menegaskan bahwa segala bentuk penilaian akhir dan keputusan kelulusan sudah diserahkan secara penuh kepada pihak sekolah.

Oleh karena itu, kriteria kelulusan murid ditentukan dari nilai raport kelas satu hingga nilai raport kelas 6 semester 1, portofolio, prestasi, penugasan, tes daring, dan bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

“Apabila ada murid yang berhalangan mengerjakan karena alasan sakit dan sebagainya, pihak sekolah diperbolehkan untuk mengizinkan murid tersebut tidak menghadiri ujian,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) pada Selasa (24/3/2020).

Dalam surat edaran itu dijelaskan bahwa pemerintah mempunyai kepedulian yang tinggi akan kesehatan lahir dan batin bagi siswa, guru, kepala sekolah, dan semua warga sekolah.

 

 

BONTANG – Teknis penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran baru nanti masih menunggu kebijakan pemerintah pusat. Draf petunjuk teknis (juknis) sudah disetor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kabid Pendidikan Dasar, Disdikbud Bontang, Saparudin, mengatakan pengiriman draf pada 26 Maret lalu. Dalam juknis itu, tidak terdapat perubahan dibandingkan mekanisme tahun lalu.

“Kami masih mengacu pada Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019,” kata Saparudin.

Mengenai teknis, dibahas dalam pertemuan rapat secara online 10 daerah se-Kaltim dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), kemarin (7/4/2020). Dalam surat edaran Mendikbud tertera bahwa pelaksanaan PPDB menyesuaikan pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19.

“Di situ tertera tidak diperkenankan untuk mengumpulkan orang dalam jumlah banyak,” ucapnya.
Saparudin pun menuturkan ada dua alternatif yang bisa dilakukan. Meliputi pembatasan penyerahan berkas atau pengiriman melalui situs bontang.siap-ppdb.com. Situs ini telah digunakan Disdikbud sejak beberapa tahun belakangan.

“Intinya pendaftar tetap mengisi formulir melalui situs itu,” sebutnya.

Jika dilakukan pembatasan penyerahan, maka panitia akan menghubungi kontak pendaftar yang tertera dalam data pelamar. Sesuai dengan pendaftar yang telah diterima di sekolah bersangkutan. Namun, jika penyetorannya dilakukan dalam situs itu maka pendaftar wajib memindai terlebih dahulu.

“Masih banyak alternatif yang bisa dilakukan,” terang Saparudin.

Rencananya, pelaksanaan PPDB dimulai pada 22 Juni mendatang. Diketahui terdapat dua jalur penerimaan untuk jenjang SD. Rinciannya 95 persen jalur zonasi yakni 400 meter jarak sekolah dengan hunian pelamar dan lima persen perpindahan tugas orangtua.

Sementara untuk jenjang SMP memiliki empat jalur. Meliputi 50 persen jalur zonasi, 15 persen afirmasi, lima persen perpindahan tugas orangtua, dan 30 persen jalur prestasi. Rencananya jalur prestasi akan dipisah antara capaian akademik maupun non-akademik.
“Untuk akademik mengacu akumulasi nilai rapor selama lima semester terakhir,” jelasnya. (*)

Jakarta – Upaya pemerintah Indonesia dalam menangani persebaran Covid-19 di tanah air lewat kebijakan jaga jarak fisik, pengurangan aktifitas di ruang publik dan gerakan bersama “Di Rumah Saja”, menjadikan siaran televisi dan radio sebagai salah satu pilihan masyarakat untuk memperoleh hiburan dan informasi selain internet. Dalam situasi seperti ini, lembaga penyiaran mestinya menyediakan porsi lebih banyak untuk penayangan program-program siaran yang baik, edukatif dan berkualitas.

Menurut Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano, ketika masyarakat harus menjaga jarak sosial serta bekerja dan belajar dari rumah, mereka akan lebih banyak mengakses siaran televisi atau radio dibandingkan ketika aktifitas berjalan dengan kondisi normal. Hal ini dinilai lumrah karena dalam kondisi tidak kemana-mana, kebutuhan masyarakat akan hiburan dan informasi akan meningkat.

“Dan, ini artinya konten siaran berkualitas merupakan sebuah kebutuhan, khususnya di saat masyarakat menjalankan imbauan pemerintah untuk di rumah saja. Apalagi penonton anak-anak dan remaja akan bertambah karena mereka juga lebih banyak di rumah,” kata Komisioner bidang Kelembagaan KPI Pusat, Senin (6/4/2020).

Menyikapi hal itu, KPI telah meminta konfirmasi dari 16 stasiun televisi induk jaringan tentang program siaran berkualitas yang masih ditayangkan. “Program Siaran yang dikonfirmasikan ke stasiun televisi tersebut berasal dari database program siaran berkualitas berdasarkan Riset Indeks Kualitas Siaran Televisi dan nominasi dari tiga ajang penganugerahan yang diselenggarakan KPI sepanjang tahun 2019,” jelasnya.

Hardly mengatakan, terdapat 127 program siaran yang terbagi dalam 6 kategori yang akan dipublikasikan melalui media sosial KPI Pusat mulai Selasa, 7 April 2020 nanti. Setiap hari KPI akan mempublikasikan 1 kategori program siaran. “Publikasi program siaran berkualitas ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam memilih program siaran yang akan ditonton. Selain itu, publikasi program siaran berkualitas ini merupakan bagian dari kampanye bicara siaran baik dan gerakan literasi sejuta pemirsa,” tegasnya.

Seiring dengan publikasi 127 program siaran berkualitas tersebut, KPI akan mengadakan tantangan atau “Challenge Bicara Siaran Baik” melalui Facebook dan Instagram. Hardly berharap, netizen dapat terlibat dengan memberikan sedikit review dan memposting program siaran yang dinilai baik dan berkualitas di akun Facebook dan Instagram. Semangatnya adalah setiap pemirsa dapat menjadi influencer siaran berkualitas.

“Selain itu, program siaran yang dinilai buruk dapat dilaporkan kepada KPI dengan menggunakan bahasa yang baik. KPI akan menindak-lajuti setiap laporan masyarakat secara terukur berdasarkan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran. Sikap kritis dan kapasitas apresiasi pemirsa, diharapkan dapat menjadi stimulan bagi industri penyiaran untuk senantiasa memproduksi konten yang berkualitas,” tambah Hardly.

Dalam kesempatan itu, Hardly menyampaikan, pihaknya tak hanya melulu melakukan dan memberikan sanksi kepada lembaga penyiaran yang konten siarannya melanggar P3SPS, tapi juga terus berupaya meningkatkan kapasitas literasi pemirsa sehingga mampu memilah dan memilih konten siaran, bersikap kritis dengan melaporkan konten yang buruk ke KPI. “Namun yang tidak kalah penting dan juga harus dilakukan adalah memberikan apresiasi dan memviralkan program siaran yang baik,” tuturnya.

Hardly juga mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan oleh lembaga penyiaran dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 baik melalui iklan layanan masyarakat, pemberitaan maupun program siaran hiburan.

 

Sumber : http://kpi.go.id

Samarinda- Siswa siswi dari tingkat SMP maupun SMA/SMK yang sedang menghadapi Ujian Akhir  kelulusan , karena adanya pandemi Covid-19 semua siswa di disuruh berdiam diri dirumah. Hal ini guna memutus mata rantai wabah virus berbahaya yang sedang melanda  bukan hanya Kaltim bahkan dunia.

Setelah keputusan dari Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan bahwa Ujian Nasonal (UN) ditiadakan pada tahun 2019 , tindakan tersebut diambil pada tahun ini akibat dari Virus Covid 19.

Hasil wawancara melalui sambungan via telfon Agus Hariwibowo selaku  Bidang Pembinaan SMS/ SMK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim.

Menurutnya UN bukan lagi penentu kelulusan siswa , saat ini nilai raport harianlah yang menjadi tolak ukur kelulusan, sistem semacam ini akan berlaku diseluruh Indonesia, ujar Agus.

 

Samarinda –  Selama dua hari mulai tanggal 17 – 18 Maret 2020 Diskominfo Kaltim bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Jurnalistik dan penulisan bagi staf Diskominfo dan wartawan lain.

Bertempat di Ruang Kudungga Diskominfo Kaltim Jalan Basuki Rahmat Samarinda, Tiga wartawan senior antara lain Endro S Effendi, Felanans Mustari dan Intoniswan jadi pembicara untuk puluhan wartawan.

“Kita berterima kasih kepada Dinas Kominfo Kaltim, Diskominfo saat ini dibawah kepemimpinan Pak Diddy Rusdiansyah begitu peduli terhadap peningkatan kemampuan kompetensi wartawan, kegelisahan itu beralasan karena Pemprov Kaltim adalah mitra dari media dan wartawan,” Ujar Ketua PWI Kaltim

Pengetahuan khusus sesuai bidang kewartawan yang bersangkutan. Seorang wartawan juga harus memiliki ketrampilan antara lain mencakup ketrampilan menulis, wawancara, riset, investigasi, ketrampilan menggunakan peralatan. Dan, yang paling penting seorang wartawan harus memiliki kesadaran yang mencakup kesadaran tentang kode etik jurnalistik, kesadaran hukum terkait pers, jejaring, lobi, dan karir.

“Apa yang diberitakan wartawan itu sangat penting berkaitan dengan pembangunan di Kaltim, kalau kemudian wartawan tidak memberitakan dengan baik, baik dalam artian dalam data dan fakta nanti dampaknya akan ke Kaltim sendiri,” Ungkap pria berkacamata.

Profesi wartawan ini terus berkembang dan harus terus belajar, setiap hari mereka menemukan informasi yang beda dan baru jika wartawannya tidak di upgrade maka akan ketinggalan dan berdampak kepada media dan wartawannya itu sendiri, Tambah Endro.