SAMARINDA — Gubernur kaltim, Isran Noor kembali menyerahkan ribuan mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda yang baru saja mengikuti Program Pengabdia Masyarakat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke 45 tahun 2019.

Penyerahan kembali mahasiswa tersebut
dilakukan Gubernur isran melalui Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekprov Kaltim, Moh Jauhar Efendi kepada Rektor Unmul Samarinda, Profesor Masdjaya yang diwakili Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Susilo, di Gedung Rektorat Unmul Samarinda, Selasa (15/10).

Dalam sambutannya Jauhar berharap agar hasil pelaksanaan KKN dapat dijadikan bahan evaluasi dalam upaya menyempurnakan dan menciptakan metode pengabdian yang sesuai dengan studi mahasiswa terhadap kondisi dan tuntutan yang ada di dalam masyarakat.

“Ke depan sebagai dukungan untuk mencapai tujuan pembangunan Provinsi Kaltim, kita berharap KKN yang telah dan akan dilaksanakan oleh para mahasiswa dari berbagai universitas di Kalimantan Timur setelah nya harus mampu bersinergi antara kegiatan akademik di kampus dengan pengembangan wilayah lokal,” serunya.

Termasuk harus sesuai kebutuhan karena nantinya para mahasiswa tersebut akan mengabdi kembali ke masyarakat setelah mereka lulus kuliah.

Selain itu, Jauhar juga menyampaikan penghargaan yang tinggi dan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah menjadi pelopor, motor, dan penggerak bagi masyarakat dalam mendukung jalannya pembangunan menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera.

SAMARINDA—–Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur menggelar pelatihan Pra Tugas bagi Institusi Pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Perwakilan BKKBN Kaltim dan Fakultas Kedokteran Unmul yang berlangsung di Teaching Center Fakultas Kedokteran Unmul, Kamis (10/10).

Direktur Bina Kesetaraan KB Jalur Swasta BKKBN RI Widwiono mengatakan sekitar 80 persen dokter umum di Indonesia belum memahami dan mengimplementasikan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti IUD dan Implant.

Metode kontrasepsi jangka panjang MKJP terbukti paling efektif menekan angka kehamilan, namun hingga saat ini MKJP belum menjadi pilihan mayoritas pasangan usia subur Indonesia.

“Kami melakukan kerjasama dengan fakuktas kedokteran karena kami ingin membentuk sebuah program pelatihan dokter muda ini tampil khususnya pelayanan dibidang inversi konstrasepsi jangka panjang seperti IUD dan alat kontrasepsi dalam rahim,” katanya

Dirinya juga mengatakan sudah ada 33 Fakultas Kedokteran yang bekerjasama dengan BKKBN dalam penguatan penggunaan kontrasespi bagi pasangan usia subur dari 87 Falkultas Kedokteran se Indonesis.

Untuk itu, dengan adanya pre service ini mahasiswa bisa terampil sebelum menjadi dokter, sehingga secara otomatis ketija terjun kemasyarakat akan melayani dan memperkenalkan KB jangka panjang dengan lebih baik ke masyarakat.

Widwiono berharap kerjasama tersebut dapat menciptakan hasil yang baik kedepan terutama dalam pengendalian penduduk serta muncul ide-ide krearif yang nantinya sangat membantu dalam pelaksanaan program pengendalian penduduk kedepan.

Hadi Mulyadi memberikan sambutan dalam Annual Internasional Conference Economic Development Countries ( AICEDC) 2019

 

Pemukulan gong oleh wagub menandakan acara Annual Internasional Conference Economic Development Countries ( AICEDC) 2019 secara Resmi di Buka

 

 

 

 

 

 

SAMARINDA—- Intellectual and Solidarity Mulawarman Economic Event 5 Tahun 2019 (It’s Mee 5th 2019) yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kaltim, H. Hadi Mulyadi, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (7/10)

Event yang dilaksanakan selama lima hari sejak tanggal 7 hingga 11 Oktober 2019 diikuti 12 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia dengan berbagai lomba seperti Lomba Karya Tulis Ilmiah, Lomba Debat, Lomba poster tingkat Nadional, Seminar Nssional dan konferensi Internasional Ilmu Ekonomi.

“Momentum ini memacu mahasiswa untuk memiliki pandangan hidup dan cita-cita yang jelas”, ungkap Hadi

Tentunya untuk meraih itu semua menurut Hadi perlu dilakukan visi dan misi yang jelas, karana meraih kesuksesan diperlukan keseriusan dalam berusaha. Apabila tidak punya visi dan misi kehidupan maka apa yang dirasakan adalah kelelahan dan ketidak nyamanan dalam hidup.

Selain itu, lanjutnya kesuksesan hanya bisa diraih dengan bekerja tulus, keras, iklas, cinta dan doa. Untuk itu, ketika mahasiswa lulus dan bejerja harus bisa menjalankan itu semua.

Sementara, Dekan Fakultas Ilmu Ekonomi, Syarifah Udayah menuturkan, saat ini masyarakat dituntut untuk meningkatkan teknologi dan tidak boleh ketinggalan lagi dengan teknologi kalau Tertinggal berarti kita tidak akan pernah maju.

Lanjutnya, kegiatan It’s Mee akan lahir generasi- generasi muda yang penuh dedikasi dan berkualitas apalagi bagi Kalimantan Timur. Apalagi Kaltim ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara, semua harus siap termasuk Sumber Daya Manusia.

“Kita harap generasi-generasi ini akan menjadi penerus yang bisa menghasilkan suatu karya-karya baik bagi Unmul baik bagi Kaltim maupun secara nasional,”tegasnya

Samarinda – Tanggung jawab pemerintah daerah terkait dengan perlindungan anak dari terorisme sesuai dengan UU Perlindungan Anak agar menjamin perlindungan, pemeliharaan dan kesejahteraan anak dengan memperhatikan hak dan kewajiban orang tua, wali atau orang lain yang secara hukum bertanggung jawab terhadap anak.

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan RI mengadakan sosialisasi kebijakan perlindunagn anak dari radikalisme dan tindak pidana terorisme di Hotel Aston Samarinda, Jumat (3/10).

Pasal 28 B ayat (2) UUD Tahun 1945 menjelaskan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Oleh karena itu perlu ada upaya untuk mencegah hal yan dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak, upaya untuk melindungi anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga daerah, masyarakat dan orang tua,” Ujar Hasan, Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak Berhadapan dengan Hukum dan Stigmatisasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA).

Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang menimbulkan korban yang bersifat massal, dan menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik atau gangguan keamanan.

Masalah budaya juga termasuk penyebab terjadinya terorisme karena masyarakat yang tidak peduli, menerima tanpa menyaring paham dari luar yang mengajarkan tindakan radikal dan terorisme guna kepentingan mereka.

Balikpapan-Pembinaan Gala atau Training Centre Siswa SMP Tahun 2019 bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur dan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan telah dimulai di Balikpapan, Selasa (1/10).

Pembinaan ini berlangsung dari tanggal 1 hingga 6 Oktober di Asrama Haji Batakan Balikpapan.  Untuk diketahui, seleksi tingkat provinsi telah diikuti oleh 7 Kabupaten/Kota se Kalimantan Timur pada awal Bulan Agustus lalu dengan perolehan juara 1 dari Kota Balikpapan, juara 2 Kabupaten Kutai Timur, dan juara 3 dari Kota Samarinda.

Salah seorang tim Pembina dari Disdikbud Prov.Kaltim Sugianto menjelaskan, pembinaan ini bekerjasama dengan Disdikbud Kota Balikpapan yang bertujuan untuk mempersiapkan Skuad / Tim Sepakbola Kalimantan Timur jenjang SMP yang akan mewakili ke tingkat nasional pada tanggal 7 hingga 20 Oktober di Jakarta nanti.

Sugianto menyebutkan siswa-siswa yang dibina adalah siswa pilihan hasil seleksi Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat provinsi.  Terdiri dari 11 siswa dari Balikpapan, 4 siswa dari Kutim, 1 siswa dari Kubar, 1 siswa dari Kukar, serta 1 siswa dari Samarinda.  Pembinaan didampingi oleh 1 orang pelatih dan asisten pelatih dari Balikpapan, 1 orang manager dari Disdikbud Prov.Kaltim, serta 1 orang dari tim medis dari BKMOM.

“Saya berharap pembinaan ini dapat berjalan lancar dan menumbuhkan semangat bagi skuad Kaltim sehingga Kaltim dapat memperoleh medali emas di tingkat nasional”, pungkasnya. (kominfo/as)

SAMARINDA—– Ratusan Prajurit Jajaran Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) menerima sosialisasi batas Negara di Wilayah Korem 091/ASN, yang dilaksanakan di Aula Wira Yudha Makorem 091/ASN, Kamis (26/9).

Sosialisasi yang terbilang penting ini diikuti satuan Korem 091/ASN, Yonif 611/Awang Long, Balak Aju jajaran Korem 091/ASN dan satuan yang berada di perbatasan diantaranya Kodim 0910 Malinau, Kodim 0911/Nunukan, Kodim 0912/Kutai Barat.

“Batas Negara kita saat ini dengan Negara tetangga sudah ditetapkan dan sudag clear, datanya tinggal di sebar luaskan agar semua aparat dan masyarakat mengetahuinya”. Hal tersebut diungkapkan Pasi Ops Rem 091/ASN Kapten Inf Sitompul

Ditegaskannya, sangat penting bagi semua prajurit mengetahui batas Negara, sehingga nantinya tidak keliru saat masuk wilayah kedaulatan Negara.

Dirinya meminta kepada prajurit untuk selalu menghormati batas Negara dan menjaga kondisifitas antar sesama negara tetangga.

Dittopad (Direktorat Topografi Angkatan Darat) yang diwakili Mayor Ctp M. Fuad menjelaskan  Sosialisasi ini terselenggara agar prajurit dapat mengetahui data baru tentang batas dan patok perbatasan Negara dibeberapa daerah yang terdapat di wilayah Korem 091/ASN.

Perbatasan diwilayah Korem 091/ASN terbagai menjadi 2 bagian yaitu sektor barat dan sektor timur yang terdapat di dua Provinsi yaitu Kaltim di Kab. Mahakam Ulu (Mahulu) dan Kaltara di Kab .Malinau Dan Kab. Nunukan. Sedangkan jumlah patok batas yg sekarang terpasang yaitu Pilar type A 7 buah jarak antara pilar sekitar 300 KM, Pilar Type B 38 buah jarak antara pilar sekitar 50 KM, Pilar type C 219 buah jarak antara pilar 5 KM, Pilar type D 12.013 buah jarak antara pilar sekita 200 meter.

Tugu pilar batas Korem 091/ASN memiliki Kodim yang berbatasan langsung dengan Malaysia yaitu Kodim 0910/Malinau, Kodim 0911/Nunukan dan Kodim 0912/Kutai Barat.

Lanjutnya, pengamanan perbatasan wilayah darat NKRI dengan negara lain dilaksanakan dengan menempatkan satuan tugas Batalyon pengamanan perbatasan di sepanjang Perbatasan darat NKRI dengan negara lain di wilayah Korem 091/ASN terbagi menjadi dua sektor yaitu sektor barat dan sektor Timur yang saat ini bertugas Yonif R 600/Mdg Dan Yonif R 303/SSM.

Saat ini untuk kesepakatan Patok batas dengan Negara Malaysia yang sudah di sepakati bersama adalah sektor timur dan untuk sektor barat akan di tinjau bersama di usahakan bisa selesai secepatnya.

Penrem 091/ASN

Samarinda– Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setprov Kaltim Abu Helmi meminta lulusan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Kaltim untuk menerapkan semua disiplin ilmu yang sudah didapat agar bisa diaplikasikan di lapangan.

“Selesai dari sini semoga mahasiswa bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya, kalau pun tidak sesuai berarti mereka harus mengandalkan keahlian. Paling tidak lulusan IKIP bisa menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mencerdaskan generasi bangsa khususnya di Provinsi Kaltim,” katanya saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana XXIV Tahun 2019, Selasa (24/9).

Abu Helmi juga berpesan, sebagai mahasiswa yang telah di wisuda, lulusan IKIP PGRI Kaltim dapat menjaga integritas diri sebagai calon seorang guru. Artinya segala perilakunya adalah harus mencerminkan seorang guru dan patut di teladani dicintai dan disukai siswa.

Sementara itu Rektor IKIP PGRI Kaltim HM Kasdie mengatakan Pihaknya akan selalu meningkatkan mutu pembelajaran baik dari segi layanan maupun akademik. Dalam upaya meningkatkan potensi dosen dengan program Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk pegawai dan karyawan diberikan kesempatan untuk mengambil pendidikan dalam hal menunjang keprofesiannya.

“Yayasan sebagai penyelenggara terus berbenah dan merubah mindset menjadi motivasi, semangat kerja dan optimisme untuk terus maju dan mengabdi,” ujar Kasdie.

Samarinda – Jangan pernah merasa gagal dalam mendidik anak. Terus Coba, sebab kesuksesan itu diraih nanti setelah melalui proses. Yang pasti bagaimana para orangtua memberikan sentuhan kepada anak-anak kita.

Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi saat menjadi nara sumber pada Pekan Literasi Bersama Bank Indonesia (KALIBRASI), bertempat  di Ballroom Bank Indonesia Perwakilan Kaltim Minggu (22/9). Kegiatan ini juga dibalut dengan bedah buku.

Ratusan peserta bedah buku Seni Mendidik Anak Dengan 8 Sentuhan di Bank Indonesia perwakilan Kaltim, Minggu (22/9).

Rencana kehidupan harus ditanamkan didalam tujuan pribadi setiap manusia. Hal Ini ditegaskanya didepan ratusan orang tua yang memadati Ballroom Bank Indonesia Perwakilan Kaltim,

Acara yang diprakasai oleh Bank Indonesia ini ikut mengambil peran dengan memperkenalkan budaya membaca untuk generasi penerus bangsa. Dengan tema Seni mendidik anak dengan 8 sentuhan.

Diawali dengan tarian oleh anak anak usia taman kanak kanak, dua tarian cukup membuat suasana menghangat, tepukan tangan penonton membuat sang anak bersemangat menggerakan tangan dan badan.

Ratusan orang tua memenuhi Ballroom Bank Indonesia Perwakilan Kaltim mengikuti bedah buku seni mendidik anak dengan 8 sentuhan, Minggu (22/9).

Sementara, Kepala Bank Indonesia perwakilan Kaltim memberikan sambutan “Dulu Parenting ini tidak ada sekolah khusus, orang tua wajib mempunyai pemahaman yang sama dalam mendidik anak,” Ujar Tutuk S H Cahyono.

Ia menambahkan, setiap anak yang lahir memiliki kecerdasan, namun orang tua wajib mengetahui kecerdasan sang anak. Oleh karena itu disetiap sekolah wajib memiliki sarana dan prasarana untuk menunjang kecerdasan anak.

 

Samarinda-Gelaran diskusi panel ikatan alumni Unmul, yang membahas kepindahan Ibu Kota Negara Indonesia di Kaltim. Diikuti ratusan mahasiswa berbagai Universitas di Samarinda, bertempat di lingkungan Kantor Gubernur Prov Kaltim, gedung serba guna Olah Bebaya (19/9).

Diskusi tersebut membahas tentang kesiapan masyarakat Kaltim menjadi warga Ibu Kota Negara Indonesia, agar mampu bersaing dengan jutaan pendatang nantinya.

Dalam sambutanya Rektor Unmul H. Masjaya menerangkan tentang asumsi masyarakat yang sering bertanya apakah kaltim mampu dan siap menjadi Ibu Kota Negara Indonesia.

“Keputusan sebagai Ibu Kota Negara Indonesia di Kaltim bukan merupakan keputusan politik. Hal ini adalah demi keseimbangan dan meratanya pembangunan yang ada di Indonesia”, ujar Masjaya.

Kaltim sebagai Ibu Kota nantinya perlu dukungan dari masyarakat dan anak muda.

Dengan tata letak pembangunan Ibu Kota di daerah hutan konservasi, harus tetap menjaga keasrian tumbuhan endemik Kaltim.  Diharapkan ciri khas budaya Kaltim juga harus dikedepankan .

Perguruan Tinggi yang ada di Kaltim juga akan diprioritaskan agar dapat bersaing dengan Perguruan Tinggi di Ibu Kota sebelumnya.