Samarinda- Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim HM Jauhar Efendi selaku Perwakilan Gubenur Kaltim, melepas secara resmi KKN- KLB UNMUL ditandai dengan penandatanganan, di Ruang Heart Of Borneo (HBO), (8/7/2020).

Jauhar menjelaskan ini merupakan angkatan pertama diadakannya di Indonesia yang melakukan KKN dimasa kondisi pandemi COVID-19 dengan metode Daring atau virtual , selanjutnya akan di evaluasi lagi oleh pihak Unmul.

“Ini pasti kita lakukan evaluasi dari pihak Unmul mencari titik kelemahannya. Begitu juga Pemprov Kaltim. Jadi kita tetap terus bergerak. Tapi ini tidak menjadi KKN angkatan Corona,” ucap Jauhar.

Jauhar mengungkapkan Pemprov Kaltim sangat mendukung kegiatan rutin ini yang diadakan setiap tahunnya oleh Unmul dalam upaya menambah wawasan sekaligus mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan selama perkuliahan.

“KKN digelar daring ini pasti ada plus minusnya. Mahasiswa dituntut aktif, kreatif serta inovatif. Bagaimana caranya bisa berkomunikasi dengan warga desa atau kelurahan lokasi KKN mereka,” kata Jauhar Effendi di Ruang Heart of Borneo, Lantai 2, Kantor Gubernur Kaltim.

Sementara Mustofa Agung Sardjono menyebutkan peserta KKN KLB sebanyak
2.489 mahasiswa tersebar di 79 kecamatan terbagi pada 174 kelurahan dan 282 desa di sepuluh Kabupaten dan kota se Kaltim.

“Ini model pertama. Tapi, mahasiswa KKN masih bisa ke lapangan selama memenuhi ketentuan kita, khususnya yang berdomisili di lokasi KKN mereka,” ujar Mustofa.

 

 

Samarinda— Tim Covid Ikatan Alumni (IKA) Universitas Mulawarman menginisiasi bantuan telekomunikasi untuk siswa dan mahasiswa di di Kaltim yang terdampak Covid-19.

Hal ini didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Kaltim yang mengapreasi penuh rencana pemberian bantuan tersebut.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, selama pandemi Covid-19,  pemerintah daerah maupun pusat hanya fokus pada masalah bantuan sosial dan kesehatan namun tidak begitu banyak meperhatikan bantuan untuk pendidikan. Padahal, dampak terhadap pendidikan cukup besar dialami masyarakat terutama bagi siswa dan mahasiswa.

“IKA Unmul memberikan pandangan kepada Pemerintah untuk memberikan bantuan lain, yakni telekomunikasi. Kita apressiasi itu apalagi dari pihak telkom akan memberikan bantuan diskon kuota untuk belajar daring sebesar 50 persen. Saya rasa itu sangat membantu sekali,” ucap Isran pada acara Rakor Persiapan MoU Bantuan Telekomunikasi di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu, Selasa (7/7/2020).

Di tempat yang sama, Ketua Harian IKA Unmul Meiliana menerangkan selama ini IKA Unmul hanya membantu penyaluran Alat Pelindung Diri (APD) dan sembako. Namun saat ini ingin mencoba bantuan di bidang pendidikan karena mendengar banyak keluhan kesulitan kuota bagi siswa dan mahasiswa yang harus belajar dari rumah selama pandemi.

“Akhirnya kita berusaha membantu meminta kerjasama dengan Telkom untuk memberikan diskon 50 persen. Diskon telekomunikasi ini tujuannya untuk mempermudah proses kegiatan belajar mengajar secara daring atau online,” jelasnya.

Lebih lanjut Meiliana menyebut sebelum dilakukan penandatanganan kerjasama, terlebih dahulu dilakukan rapat koordinasi kepada Kabupaten/Kota dan Perguruan Tinggi di Kaltim. Nantinya, pihak terkait harus  melampirkan data diswa dan mahasiswa guna sasaran bantuan telekomunikasi tersebut.

“Hasil akhir nanti MoU dengan Perguruan Tinggi dan PT Telkom, juga antara Kabupaten/Kota dengan PT Telkom.  Kami hanya membantu dan menjembatani. Kami lihat respon pihak terkait cukup tinggi, mudah-mudahan ini bisa membantu meringankan,” tandas Mei.

SAMARINDA- Wakil Gubernur Kaltim, H Hadi Mulyadi didaulat membuka Webinar Kolaborasi “Membangun Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Berkualitas di Era New Normal” yang digelar Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda (ITKES WHS) secara daring, Senin (6/7/2020).

Dalam kesempatan ini Wagub Hadi mengatakan Provinsi Kaltim terus berupaya keras menyukseskan pembangunan daerah. Termasuk dalam percepatan penanganan Covid-19.

“Meski saat ini terkonfirmasi positif mencapai 584 kasus. Alhamdulillah, 435 orang yang sudah sembuh dari wabah. Ini menunjukkan pemerintah daerah bersama Tim Medis telah bekerja keras menangani Covid-19,” kata Hadi Mulyadi.

Hadi menjelaskan, berkat kerja keras pemerintah bersama tim medis di rumah sakit serta dukungan sejumlah pihak dalam penanganan Covid-19. Maka, sekitar 74 persen angka kesembuhan dari jumlah terkonfirmasi positif.

Walaupun saat ini Kaltim sedang berupaya menuju New Normal. Namun, Pemprov sangat mewaspadai para pendatang dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan.

“Makanya, kami tegaskan bahwa Pemprov tetap berupaya melaksanakan percepatan penanganan Covid-19, salah satunya mewaspadai pendatang dari luar,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov memberikan bantuan sosial masyarakat (BSM) selama pandemi ini. Termasuk meminta pihak Perbankan melakukan relaksasi bagi pelaku UKM. Sehingga mudah dalam berusaha.

Tidak lupa Wagub Hadi mengucapkan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada tim medis yang selama ini telah bekerja keras.

Hadir Rektor Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda, Mujito Hadi, Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, Prof Dr H Udiansyah dan Direktur RSUD, dr Iskak Tulungagung dr Supriyanto Dharmoredjo.

 

BONTANG – Mulai hari Jum’at (3 Juli 2020) sampai dengan hari ini dan beberapa hari ke depan dilakukan screening massal dengan sasaran para siswa baru lulus pendidikan menegah atas.

Kebijakan tersebut diambil Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni sekaligus ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bontang guna meluaskan sasaran screening, sekaligus membantu para postgraduate dalam memenuhi persyaratan hasil rapid dari perguruan tinggi dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

“Posedur dan tata laksana rapid tes tetap berlaku. Jika ada hasil reaktif dilakukan screening ulang ataupun tindak lanjut swab. Jika hasilnya non reaktif akan diberikan Surat Keterangan,”ujarnya.

Neni mengungkapkan, surat hasil rapid test menjadi salah satu syarat administrasi para calon mahasiswa yang akan berkuliah di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur.

Bagi calon mahasiswa Unmul asal Bontang bakal mendapatkan rapid test gratis dari Pemerintah kota setempat.

“Pemkot akan membantu persyaratan administrasi itu dengan rapid test gratis,” ungkap Neni

Tak hanya itu saja Pemkot Bontang, lanjut Neni juga menyiapkan 8 asrama mahasiswa untuk calon mahasiswa asal Bontang yang ikut Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Samarinda, Kalimantan Timur.

Tercatat ada kisaran 180-an calon mahasiswa Unmul asal Bontang yang mengikuti UTBK. Ratusan mahasiswa tersebut mengikuti UTBK di 8 asrama mahasiswa. Mereka pun akan mendapatkan rapid test gratis usai pelaksanaan UTBK di asrama tersebut.

“Hari ini sudah ada 170 calon mahasiswa UTBK yang diperiksa rapid test (hari ini). Besok 40 lagi,”tambahnya.

Kebijakan ini lanjut Neni sebagai wujud Pemkot membantu meringankan beban orangtua para calon mahasiswa mengikuti UTBK di Samarinda. Apalagi, kala pandemi, Neni yakin banyak sektor yang terdampak. Salah satunya ekonomi.

“Mudahan saja ini bisa menghemat ongkos orangtua mahasiswa. Kami hanya bisa membantu seperti ini,” katanya.

Bukan hanya calon mahasiswa, Neni Moerniaeni juga telah menyiapkan 200 alat rapid test untuk para santri asal Bontang yang hendak pulang mondok ke daerah luar Kalimantan Timur, sebagai persyaratan administrasi ke luar daerah sesuai protokol kesehatan.

“Ada juga 200 santri yang pulang untuk mondok dibantu rapid-nya juga,” ucapnya.

Untuk diketahui, bagi para calon mahasiswa yang mendaftar di Unmul wajib menyertakan surat hasil rapid tes dari daerah masing-masing sebagai persyaratan administrasi.

Sebenarnya pihak kampus juga menyediakan alternatif pemeriksaan rapid test apabila calon mahasiswa mengalami kesulitan atau kendala. Namun, pemeriksaan tersebut dibebankan kepada calon mahasiswa. Biaya pemeriksaan dikenakan sebesar Rp 250 ribu di Poliklinik Unmul.

Kutai Timur – Meski memiliki perpustakaan daerah dan belasan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan di tingkat kecamatan, namun ternyata hingga saat ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kutai Timur (Kutim), masih kekurangan tenaga pustakawan dan tenaga arsiparis.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kutai Timur, Suriansyah menyebutkan hingga saat ini jumlah tenaga pustakawan yang dimiliki Instasi yang dipimpinnya tersebut, jauh dari kata cukup. Pasalnya, untuk mengurus perpustakaan daerah yang miliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kutim, hanya dikelola oleh lima orang tenaga pustakawan. Sedangkan di tingkat kecamatan, UPT Perpustakaan hanya dikelola oleh tenaga di kecamatan.

“Jika menghitung kebutuhan personil pada Perpustakaan Daerah dan perpustakaan di tingkat kecamatan, jumlah tenaga pustakawan yang dimiliki Kutim saat ini jauh dari kata cukup. Saat ini tenaga fungsional pustakawan yang kami miliki hanya ada lima orang. Sementara (perpustakaan, red) ditingkat kecamatan, hanya diurus oleh tenaga honorer di kecamatan, yang membantu Kepala UPT (Unit Pelaksanaan Teknis, red) Perpustakaan Kecamatan,” ujar Suriansyah.

Termasuk kebutuhan akan tenaga Arsiparis. Lanjut Suriansyah, ada instasi yang dipimpinnya tersebut sangat kekurangan tenaga arsiparis. Kondisi yang ada saat ini, satu orang tenaga arsiparis harus menangani 10-15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kutim. Padahal idealnya, satu orang tenaga arsiparis hanya menangani maksimal 3 (tiga) OPD. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga Pustakawan dan Arsiparis tersebut, dirinya telah bersurat kepada Bupati Kutim Ismunandar, untuk mengalokasikan kuota tenaga pustakawan dan arsiparis, pada usulan kuota penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) Kutim.

“Di dinas kami kan ada dua, yakni pustakawan dan arsiparis. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga (pustakawan dan arsiparis, red) tersebut, kami sudah menghadap dan bersurat secara resmi ke Bupati (Ismunandar, red) agar dalam pengajuan kuota penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil, red) Kutim, diusulkan formasi untuk tenaga pustakawan dan arsiparis. Khusus tenaga arsiparis, saat ini cukup kewalahan. Karena seorang tenaga arsiparis harus menangani antara sepuluh hingga limabelas OPD (Organisasi Perangkat Daerah, red) Kutim. Padahal idealnya, seorang arsiparis hanya menangani maksimal tiga OPD. Jadi kami berharap, kebutuhan tenaga ini menjadi perhatian khusus dari Bupati selaku pemegang kebijakan,” ujar Suriansyah.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Pustakawan ialah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Sementara itu, tenaga Arsiparis memiliki tugas pokok meliputi pengelolaan arsip dinamis, pengelolaan arsip statis, pembinaan kearsipan, serta pengolahan dan penyajian arsip menjadi informasi.

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar rapat membahas kepulangan 38 mahasiswa spesialisasi kereta api di Rusia. Mereka mendapat beasiswa dari Provinsi Kaltim telah menyelesaikan pendidikannya akan dipulangkan melalui Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan pada Juli mendatang.

“Mahasiswa yang menempuh pendidikan di Rusia sebanyak 99 orang tetap dilanjutkan. Pembiayaan untuk living cost sudah tuntas sampai kelulusan dari pemerintah provinsi Kaltim,” tutur Kepala Biro Infrastruktur dan SDA Kaltim Lisa Hasliana, Selasa (30/6/2020).

Lisa menyebutkan angkatan kedua tahun 2015 ada mahasiswa yang masih efektif sebanyak 50 orang, selesai pada 2022. Angkatan ketiga tahun 2016, mahasiswa yang masih efektif sebanyak 49 orang selesai pada 2023.

“Bagaimana pun caranya, anak-anak kita harus pulang dengan selamat. Apalagi saat ini sedang masa Covid-19. Harus kita pastikan lagi ada penerbangan dari sana dan tetap memerhatikan protokol kesehatan,” tutur Kepala Biro Hubungan Masyarakat Syafranuddin.

Staf Khusus Gubernur Kaltim Profesor Heflin Frinces mengatakan komunikasi dengan mahasiswa Kaltim di Rusia harus terjalin. Visa mahasiswa juga harus diperhatikan jangan sampai mati.

Rapat juga diikuti Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Anwar Sanusi.

Pihak Pemprov Kaltim juga akan segera berkoordinasi dengan pihak PT Kereta Api Borneo.

Tana Paser – Rumah Tahanan (rutan) kelas IIb Tanah Grogot Kabupaten Paser menyediakan perpustakaan permasyarakatan guna meningkatkan literasi warga warga binaan di rutan itu.

“Sekitar 1.000 buku kami sediakan di perpustakaan permasyarakatan,” kata Kepala Rutan kelas IIb Tanah Grogot, Dawa’i, Selasa (30/06/2020).

Dawa’i mengatakan dengan keberadaan perpustakaan tersebut warga binaan rutan dapat mengisi waktu luang dengan membaca sehingga menambah wawasan literasi selama mendapat binaan di rutan tersebut.

“Dengan banyak membaca, bisa menambah wawasan dan kreativitas warga binaan,” ujarnya.

Dawa’i menerangkan penyediaan perpustakaan di rutan merupakan bagian dari pememuhan hak-hak warga binaan untuk memperoleh informasi, inspirasi atau hal lain melalui tulisan atau bacaan.

“Jadi perpustakan ini juga sebagai pemenuhan hak -hak warga binaan untuk memperoleh informasi melalui buku yang ada” ucap Dawa’i.

Selain dapat membaca buku setiap hari di perpusatakaan itu, lanjut Dawa’i, warga binaan juga diperkenankan meminjam buku.

“Setiap hari perpustakaan dibuka baik untuk membaca atau meminjam buku,” ujar Dawa’i.

Berbagai macam buku ada di perpustakaan itu kata Dawa’i yang menurutnya bisa memunculkan ide kreatif.

“Buku yang disediakan pun cukup lengkap, saya harap membantu warga binaan untuk mencari ide-ide kreatif, memberikan inspirasi, ataupun menambah wawasan untuk bekal mereka nanti saat masa tahanan berakhir,” terang Dawa’i.

Penajam – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, telah menyiapkan penerapan dua pola pembelajaran di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), sebagai upaya menghindari penularannya.(26/06/2020)

“Sekarang kan masih dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang kami lakukan secara daring. Setelah ini, atau saat masuk sekolah nanti, kami sudah menyiapkan dua pola dalam proses belajar mengajarnya,” ujar Kepala SMKN 2 PPU Jukianta.

Dua pola yang siap diterapkan dalam proses belajar mengajar adalah dengan sistem belajar jarak jauh secara daring, kemudian dengan pola belajar langsung untuk praktik kejuruan yang tidak bisa dilakukan secara daring, sehingga pola yang kedua ini dilakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Kami di sini kan sekolah kejuruan, tentu harus ada praktik untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam proses belajarnya, maka praktik harus tetap dilakukan yang tentunya tetap memperhatikan protokol pandemi COVID-19,” ucap Jukianta.

Untuk belajar secara langsung dalam rangka praktik kejuruan, maka pola yang telah disusun dan siap diterapkan sistem blok guru yang mengajar labih dari satu, kemudian semua harus memakai masker, mengatur jarak, penerapan protokol kesehatan lain, dan tetap pada prosedur K3 (Keamanan dan Keselamatan Kerja).

Terkait dengan PPDB yang saat ini masih proses, Juki mengatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya ini merupakan salah satu dari sekian banyak sekolah yang telah membuka pendaftaran secara daring.

SMKN 2 yang berlokasi di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam ini telah melaksanakan PPDB gelombang pertama yang dimulai pada 22 Juni dan berakhir pada 25 Juni, yakni untuk jalur prestasi, afirmasi, anak guru dan dari luar daerah.

Sedangkan untuk gelombang kedua akan dimulai pada tanggal 29 Juni hingga 2 Juli untuk jalur reguler dan bina lingkungan atau sistem zonasi.

“Dalam PPDB ini kami membuka 10 ruang belajar yang masing-masing ruang menampung 36 siswa dengan delapan pilihan kompetensi, yakni Teknik Pendingin dan Tata Udara, Pengelasan, Instalasi Jaringan Listrik, Teknik Komputer Jaringan, Otomasi dan Tata Kelola Perkantoran, Tata Boga, Teknik Audio Video dan Multimedia,” kata Juki

Samarinda – Salah satu instruktur dalam Pelatihan Batik Tulis bagi 10 Pemuda Disabilitas Teman Tuli, Syahril Darmawi,  mengaku terkejut dengan kemampuan para peserta dalam mengikuti setiap instruksi yang disampaikan bahkan tingkat kemajuan mereka melebihi ekpektasinya. Ditemui di tengah-tengah pelatihan, Rabu (24/6/2020), Syahril Darmawi mengatakan meskipun memiliki keterbatasan, namun mereka sangat cepat menangkap setip instruksi yang diberikan.

“Yang tadinya kita mengajarkan di tingkat dasar, ternyata mereka mampu  menerima hingga ke tingkat mahir. Seperti yang kita lihat hari ini, loncatannya sangat tinggi sekali. Ibaratnya  mereka ini dari nol atau Pra TK, tapi begitu diberikan teori langsung bisa menerima,  kita apresiasi, dan langsung berikan pelatihan tingkat mahir dan juga mereka dapat menerima dengan baik,”ujarnya.

Pria yang telah menjadi instruktur membatik sekaligus memproduksi batik selama 35 tahun, mengajar  pemuda penyandang disabilitas (difabel) ini merupakan yang pertamakalinya, namun mereka sangat semangat dan fokus mengikuti tahapan demi tahapan yang diberikan. “Alhamdulillah, yang tadinya saya berfikir apakah mereka nantinya bisa menerima materi sebagaimana peserta non difabel, ternyata penerimaan mereka lebih bagus, mungkin karena mereka bersungguh-sungguh sekali,”akunya.

Dirinya pun bersama Dispora Kaltim berencana akan membentuk sebuah komunitas baru sebagai bagian dari Forum Pemuda Disabilitas Kreatif (FPDK) Kaltim yang telah ada, dengan tujuan untuk lebih meningkatkan serta menyempurnakan kemampuan mereka dalam membantik demi kemajuan para peserta. Bahkan menurutnya, apabila nantinya mereka sudah mahir dan mampu memproduksi, karya para pemuda difabel Kaltim akan diikut sertakan dalam even-even pameran baik yang berskala lolak maupun nasional.

Kadispora Kaltim, Muhammad Syirajudin, yang juga mendampingi langsung peserta dalam pelatihan, mengaku bersyukur atas kemajuan yang ditunjukkan teman tuli dalam mengiktui pelatihan batik tulis ini. Hal ini menurutnya membuktikan bahwa setiap orang yang ingin maju, apabila diberikan kesempatan tentu akan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya guna peningkatan kualitas diri.”Setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama dalam bersumbangsih membangun negeri. Setara dalam berkarya, disiplin dalam berkehidupan di tetanan era baru dalam pandemi covid 19 ini sebagai upaya bersama menciptakan Kaltim Berdaulat mewujudkan Indonesia Maju,”pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan pemuda Dispora Kaltim, Hardiana Muriyani menjelaskan bahwa pelatihan kewirausahaan menjadi prioritas pembangunan sumber daya manusia khususnya pemuda di Kalimantan Timur dan batik tulis dipilih sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya bangsa .

“Batik secara resmi menjadi bagian dari Daftar Representatif Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia sejak tahun 2009 lalu, hal ini sekaligus membuat batik diakui internasional. Nah, kita berharap generasi muda Kaltim tetap mengenal dan mendalami Batik ini, jangan sampai kedepannya Budaya Asli Negeri kita ini justru lebih didalami pemuda negara lain,”ujarnya.

Sebagaimana disampaikan Ketua Panitia, Nova Fachlevie dalam pembukaan kegiatan ini,  pelatihan Batik Tulis ini merupakan kelas pertama dari 3 kelas yang direncanakan. Dua kelas lainnya baru akan dilaksankan di Bulan Juli dengan jenis pelatihan batik cap bagi 10 pemuda difabel Tuna Daksa, serta pelatihan musik dan olah vokal bagi 5 Pemuda difabel Tuna Netra. (rdi)

 

Sumber : Dispora Kaltim

Samarinda – Bimtek Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan bagi ADB Pemula ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Calon Administrator Database (ADB) Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi dan kabupaten/Kota se Kalimantan Timur dalam mengelola database, menerapkan aplikasi SIAK serta mengelola data warehouse, Hotel Mercure, Rabu (24/6/2020).