Rapat kerja teknis DEKRANASDA Kaltim dengan nara sumber, Ihwan Asrin, Sekjen Dekranas, Kresensia Rikam, Wakil Ketua Harian Dekranasda Kutai Barat, Fuad Asadin, Kadis Perindagkop Kaltim, Di Sekretariat Desranasda Kaltim Jalan H.A.M Rifaddin, Rabu (16/10).

 

 

 

 

 

Pengukuhan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kaltim Periode 2018 -2023 di Sekretariat DEKRANASDA Jalan H.A.M Rifaddin Samarinda, Rabu (16/10).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Samarinda— Pengurus harian Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kaltim periode 2018 – 2023 resmi dikukuhkan oleh Ketua Dekranasda Kaltim Hj. Noorbaiti Isran Noor di Kantor Dekranasda Kaltim Jalan HM Rifaddin, Rabu (16/10).

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Gubernur Kaltim Isran Noor. Dalam sambutannya Isran mengatakan dengan adanya kepengurusan Dekranasda ini sebagai upaya memaksimalkan potensi produk lokal. Menurutnya, pengurus memiliki tugas yang tidak lepas dengan tugas pemerintah mengembangkan industi kerajinan dan memajukan ekonomi masyarakat pengerajin. 

“Semua punya tangung jawab. Karenanya seluruh pengurus Dekranasda Kaltim dan Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota beserta pengurus diajak mewujudkan program pokok Dekranasda dimaksud. Termasuk diharap terus meningkatkan kepedulian agar mampu selalu melestarikan dan memaksimalkan produk lokal yang ada di daerah,” katanya. 

Terpenting, kata dia, tidak berhenti membina pengerajin dengan meningkatkan kapasitas dan kreatifitasnya agar bersaing. Bila hasil kerajinannya sudah semakin baik dan kreatif, langkah selanjutnya Dekranasda bisa meningkatkan promosi untuk meluaskan pasar dalam dan luar negeri. 

“Produk lokal tidak akan berdaya saing jika tidak dikembangkan,” sebut Isran. 

Disisi lain, ia mengajak seluruh pengurus Dekranasda meningkatkan kekompakan untuk menghadapi tantangan kedepan. Dengan kompak dan kerjasama baik diharap bisa mencapai tujuan bersama, yakni melestarikan dan mengembangkan kerajinan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan pengerajin.

“Karenanya disarankan terus meningkatkan kerajinan yang menjadi kekhasan lokal masing-masing. Dengan menonjolkan kekhasan yakin akan unggul, karena tidak bisa ditiru daerah dan negara lain,” imbuhnya. 

Samarinda – Melakukan promosi melalui media sosial sangat ampuh dan terbukti manjur dari waktu ke waktu. Bagi perusahaan dan penggiat produk lokal media sosial bisa digunakan untuk melakukan promosi produk atau jasa, agar para konsumen bisa melihat produknya langsung dari handphone, Hal ini yang diinginkan oleh ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kaltim Noorbaiti, Senin (14/10).

Secara khusus Ketua DEKRANASDA Kaltim menyebut Diskominfo Kaltim, Untuk dapat memberikan perhatian khusus kepada pengerajin lokal “Diskominfo kami harapkan bisa promosi melalui teknologi informasi maupun televisi dan media elektronik yang berbasis untuk promosi kerajinan lokal Kalimantan Timur, promosi ini yang harus terus laksanakan,”Ujar Noorbaiti.

Kerajinan lokal di Kalimantan Timur ini sangat unik dan berbeda, contoh saja olahan dari rotan banyak olahan rotan yang bisa dijadikan produk unggulan salah satunya lampit, kursi. Terlebih olahan manik yang ada di Kaltim sangat bagus coraknya

“Anak sekolah bisa berkunjung ke DEKRANASDA Kaltim untuk melihat pengerajin sedang membatik, menenun dengan jadwal yang sudah diusulkan sebelumnya, namum kita harus persiapkan terlebih dahulu secara matang,” Harapnya

Dengan anak-anak muda yang berkunjung kesini dapat memotivasi untuk menjadi pengerajin produk adalan Kalimantan Timur.

“Sekarang yang saya liat banyak pengerajin lokal yang sudah sepuh, usianya sudah 70 tahun lebih masih memintal benang, belum ada anak-anak muda. Harapan kami dengan berkunjungnya anak-anak muda kesini mereka tergugah untuk menjadi pengusaha di sektor kerajinan lokal Kalimantan Timur, Tambahnya.

SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sebantar lagi akan memasuki usia ke 20 yang jatuh pada 12 Oktober mendatang. Untuk memeriahkan hari jadinya itu, banyak rangkaian kegiatan yang dipersiapkan oleh Pemkab Kutim dimulai sejak 1 sampai 12 Oktober ini.

Agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses dan meriah, Pemkab Kutim melalui panitia pelaksana HUT Kutim ke 20 terus mematangkan sejumlah persiapan, dengan mengadakan rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang Arau Kantor Bupati, Bukit Pelangi,(3/10/2019).

Rapat yang dipimpin Kepala Bagian Pemerintahan Setkab Kutim Joko Suripto ini, membahas terkait progres kesiapan seluruh rangkaian acara. Diantaranya kesiapan lomba-lomba dan berbagai kegiatan seperti carnaval budaya nusantara, Pekan Raya Kutim Expo (PKRE), upacara peringatan HUT Kutim ke 20 hingga malam puncak penutupan dan panggung hiburan rakyat.

“Seperti kegiatan carnaval budaya, dari beberapa masukan, peserta rapat menginginkan panggung kehormatan berada digaris finish Folder Sangatta Jalan Ilham Maulana. Hal ini dimaksudkan agar dapat disatukan dengan pembukaan lomba RC Boat. Selain itu juga dibahas terkait persiapan upacara peringatan HUT Kutim sekaligus penetapan komandan upacara nanti,” terang Joko menjelaskan beberapa point Rakor yang dihadiri para pejabat lingkup Pemkab yang tergabung didalam kepanitiaan.

Lebih lanjut Joko menjelaskan, momentu hari jadi Kutim ini juga ditonjolkan keberhasilan pembangunan dan prestasi-prestasi yang telah ditorehkan Pemkab Kutim selama ini.

“Berdasarkan hasil laporan dari setiap perwakilan koordinator acara, persiapan sudah mencapai 80 persen. Semoga acara dapat berjalan lancar dan sukses,” ujar Joko yang juga sebagai Sekretaris Panitia HUT Kutim ini.

Sesuai susunan acara, rangkaian kegiatam HUT Kutim tahun ini dimulai dengan lomba olahraga tradisional kasti dan asin jaga 1-4 Oktober. Berbeda dari tahun sebelumnya beberapa rangkaian kegiatan HUT Kutim tahun ini akan dipusatkan di kawasan Folder Sangatta Jalan Ilham Maulana. Seperti lomba Remote Control Boat (Rc Boat) yang diikuti bukan hanya dari warga Kutim saja tetapi seluruh Indonesia. Bahkan, para komunitas dari luar negeri juga sudah ada yang mendaftar. Kemudian pada 5 Oktober diadakan lomba mancing dan pekan budaya nusantara.

Selanjutnya 6 Oktober diadakan carnaval budaya nusantara finish di Folder Sangatta Jalan Ilham Maulana. Berikutnya 8-12 Oktober dilaksanakan Pekan Raya Kutim Expo di Graha Expo Sangatta, akan dibuka oleh pejabat daerah sekaligus meninjau stand pameran.

Selama PKRE berlangsung, panitia juga mengadakan workshop melukis dan mural di Gedung Graha Expo. Selain itu 8 Oktober diadakan panggung hiburan rakyat dan pentas seni diisi lomba fashion show, dance, festival band dimulai 10-12 Oktober di Halaman Graha Expo Kutim.

Berikutnya, tepat 12 Oktober dilaksanakan upacara peringatan HUT Kutim ke 20 di Lapangan Kantor Bupati. Penutupan PRKE sendiri dilaksankan pada 12 Oktober sore, dilanjutkan penutupan panggung hiburan rakyat pada malam harinya. Dirangkai pembagian hadiah lomba seluruh rangkaian kegiatan, dihibur artis dari Ibu Kota Jakarta.

SAMARINDA—–Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 TNI jajaran Korem 091/ASN melakukan Upacara Ziarah Nasional ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Samarinda, Jum’at (4/10).

Upacara Ziarah Nasional dipimpin langsung oleh
Kepala Staf Korem (Kasrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Kolonel Inf Ruslan Effendy.
Kegiatan tersebut diawali dengan penghormatan umum kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di tugu makam pahlawan oleh pimpinan ziarah nasional. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan tabur bunga yang dilakukan oleh peserta ziarah.

Kasrem Azrul menuturkan kegiatan ini sebagai salah satu wujud penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan, seraya mendoakan para pahlawan agar diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kegiatan ini sudah menjadi tradisi sebelum peringatan HUT TNI.

Dari kegiatan ini diharapkan dapat sebagai motivasi bagi para Prajurit dan PNS TNI untuk meneruskan jiwa dan semangat kepahlawanan dengan senantiasa memperbaiki kinerja, dan kepada seluruh masyarakat diharapkan untuk selalu mempelajari, memahami serta menghargai nilai nilai perjuangan para pahlawan.

Dirinya juga mengharapan kepada prajurit dan PNS TNI serta seluruh masyarakat untuk tetap meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah lebih dahulu gugur.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain para Kasi Korem 091/ASN, Dansat/Kabalak Aju, Perwira, Bintara, Tamtama, Pegawai Negri Sipil (PNS) jajaran Korem 091/ASN, Wakil Ketua Persit KCK Korcab Rem 091 PD VI/Mulawarman serta para pengurus Persit dan pelajar SMK Pelayaran Samarinda. Penrem 091/ASN

Samarinda-pagelaran Pekan seni nasional resmi ditutup oleh Kepala UPTD Taman Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim, Ismid Rizal.bertempat di Uptd Taman Budaya prov. Kaltim . (26/9)

Dalam penutupan tersebut menampilkan pentas teater dari Papua barat dan jawa barat.para penikmat seni teater pun banyak yang hadir memenuhi gedung teater.

Selama pagelaran Pekan Seni Nasional, banyak seni yang ditampilkan dari seni rupa, seni media teknologi dan seni film.

Diharapkan kedepanya event sepertini dapat menarik minat para pemuda pemudi kaltim . Untuk ambil bagian melakukan hal positif dari dunia seni, juga bisa bersaing dengan daerah lain.

“Ini adalah awal kemajuan seni di kaltim,mungkin saja kita melakukan event seni lainya yang lebih besar di kaltim kedepanya”ujar Rizal kepala UPTD Taman budaya.

Diakhir acara Rizal menutup secara resmi pagelaran teater dan dilanjut dengan berfoto bersama para pelaku teater.(bgs)

Samarinda—Disela-sela pekerjaannya Walikota Samarinda H. Syaharie Ja’ang menyempatkan menghadiri bersama beberapa OPD nya pada Pameran Besar Seni 100 Rupa dengan tema Kayu Baimbai yang di gelar di bigmall, Senin(23/9).

Dalam kunjungan tersebut, Ja’ang sangat mengapresiasi para seniman/kurator yang telah menampilkan karya-karya terbaik dalam ajang Pekan Seni Nasional 2019 Pameran Besar Seni Rupa (PBSR) VII yang di helat mulai dari tanggal 20-26 September 2019.

Ja’ang mengatakan untuk menggali seluruh potensi yang ada di Samarinda tak terkecuali di bidang kesenian perlu adanya dukungan oleh Pemerintah Daerah.

Untuk itu dirinya, menginstruksikan para OPD nya, agar terus mensuport budaya dan kesenian di Samarinda dengan harapan peningkatan Seniman akan menjadi salah satu prioritas di kota Samarinda kedepan.

“Yang pertama Selama ini kita terus menggali potensi apa yang ada di daerah. Kita menyadari semua itu potensi harus di dukung oleh pemerintah daerah. Yang kedua jati diri kita adalah budaya dan seni, itu tidak bisa di pungkiri. Jati diri harus di lestarikan, karena itu menjadi jati diri bangsa, Yang namanya sumber daya alam itu bisa hilang tapi yang namanya budaya dan seni itu tidak boleh hilang. Itu yang selalu saya berikan motivasi. Sehingga itulah menjadikan komitmen bagi kita.”ungkap Ja’ang

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda I Gusti Ayu Sulistiani mengungkapkan karya-karya seniman yang ada di Kalimantan tak kalah bersaing dengan daerah lainnya.

“Setelah kita amati memang ternyata potensi yang ada di Kalimantan khususnya Samarinda luar biasa. Dan karya-karya mereka tak kalah dengan daerah lainnya seperti bali. Jadi ini unik, kita bisa pamerkan keluar daerah maupun luar negeri,”

Dirinya berharap dengan adanya pameran ini disamping menunjukkan karya seni sekaligus mempromosikan destinasi Kota Samarinda guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

“Jadi kedepan disamping memamerkan hasil kesenian juga salah satu bagian dari promosi pariwisata di bidang seni rupa. Untuk itu kita terus berusaha mempromosikan bagaimana pariwisata di Samarinda supaya lebih di kenal lagi,”tuturnya.

Beberapa hasil amatan para Seniman Kalimantan soal Kota Samarinda, Koratur seni rupa Bambang Asrini Wijanarko memamparkan, Kota Samarinda yang dianggap sangat memiliki banyak persoalan krusial, harus memiliki solusi agar masalah masalah tersebut dapat hilang.

Dirinya berharap kepada kepala daerah, untuk terus memberikan dukungan kepada seniman-seniman di Kalimantan khususnya Samarinda.

“Menjadi seniman itu bukan kebetulan, tetapi disiapkan dengan keahlian dan sebagainya, saya berharap event ini tidak hanya sekali ini saja, tetapi tiap tahun ada. Dengan adanya event budaya dan event kesenian, sebenarnya masyarakat Kalimantan itu punya potensi positif untuk menunjukkan budaya dan seninya,” pungkasnya.(Diskominfo/Rey).

Samarinda—Sebanyak 100 Perupa personal dan kolektif turut ramaikan Pameran Besar Seni Rupa (PBSR) yang dihelat di Big Mall Samarinda, dalam rangka Pekan Seni Nasional 2019 dan Pekan Kebudayaan, bekerjasama dengan Kemendikbud dan UPTD Taman Budaya Kalimantan Timur.

Mengangkat Tema dari akar budaya lokal masyarakat Banjar di Kalimantan yakni “ Kayuh Baimbai “ yang bermakna bekerja bersama-sama atau bergotong royong.

Di ketahui, Pameran Besar Seni Rupa (PBSR) ini berlangsung dari tanggal 20 hingga 26 September yang mana kegiatan ini merupakan implementasi dari Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Kegiatan tersebut merupakan Sebuah acara akbar tahunan yang akan mempresentasikan karya-karya perupa profesional di Kalimantan (Borneo), sebagai sarana mengembangkan potensi lokal tentang daya apresiasi, produksi artistik dan ekspresi kultural yang dipusatkan kegiatannya di Kalimantan Timur.

Dalam Sambutannya, kurator pameran Bambang Asrini Wijanarko mengungkapkan konsep pameran ini berangkat dari kehidupan sosial masyarakat Banjar yang aktivitasnya banyak dilakukan di sungai, dan merupakan bagian dari laku spiritual selain mendayung dengan sampan.

“Ini juga merujuk pada pidato Ir Sukarno pada 1 Juni 1945 di sidang BPUPKI yang mengatakan bahwa intisari dari ideologi negara, ialah Pancasila dan Gotong-Royong,” Ujar Bambang, Sabtu(21/9).

Ia juga mengatakan tim kurator yang menyeleksi karya seniman pada kegiatan ini juga melibatkan sejumlah tokoh dan tetua adat Kalimantan, baik secara langsung maupun wawancara. Penyeleksian karya seniman dikategorikan dua kelompok, yakni perupa atau seniman individual dan kolektif.

Bambang menjelaskan, acara tahunan tersebut dibagi dalam tiga zonasi Kalimantan yakni Zona pertama, Kosmopolitanisme, Zona kedua, adalah Ekspresi Seni Islam, Zona Ketiga, adalah Peradaban Tua Kalimantan.

Ia membeberkan untuk zona pertama Kosmopolitanisme, merupakan sebuah masyarakat yang inklusif dan daerah yang maju, baik peradaban masa lalu dan kini. Sebuah konsep sosiologis, dimana orang-orang kosmopolit akan menerima keberbedaan nilai-nilai yang beragam dan membangunnya dalam visi cita-cita bersama demi kemajuan.

“Dengan demikian, seniman-seniman dan pekerja kreatif ditantang menampilkan karya-karya terbaiknya yang sejalan dengan masyarakat maju yang menjunjung nilai-nilai kosmopolit,” Ucap Bambang.

Zona kedua, adalah Ekspresi Seni Islam. Keyakinan dan budaya tentang Islam telah ratusan tahun mendarah-daging di masyarakat Kalimantan.

“Konsep tentang gotong-royong atau Kayuh Baimbai yang terintegrasi dalam budaya Islam sudah wajar diterima. Semenjak awal, sebelum negara modern Indonesia terbentuk, budaya-budaya yang terpuncak dalam seni Islam telah memberi hibriditas corak seni Islam di Kalimantan. Bahkan Kesultanan Kutai Taruma Negara di Kalimantan Timur (Sultan Muhammad Sulaiman pada abad ke-19) telah terkoneksi erat dengan Kesultanan Brunei dan Kesultanan Malaka (Malaysia),” Sambungnya.

Zona Ketiga, adalah Peradaban Tua Kalimantan. Disebutkan juga, Tema Kayuh Baimbai akan mengingatkan, istilah gotong royong telah dikenal bahkan hampir lebih dari seribu tahun.

“Bisa dilihat pada Kerajaan Besar dalam peradaban kuno warga masyarakat di Kalimantan dengan Kerajaan Kutai Martadipura yang berlokasi di Muara Anam, hulu Sungai Mahakam di Kalimantan Timur yang telah eksis sekitar abad ke-4,” Jelasnya.(Diskominfo/Rey)

Samarinda- Pembukaan pagelaran Pekan Seni Nasional 2019, yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan & Kebudayaan Prov. Kaltim didukung Kementerian Pendidikan & Kebudayan, bertempat di Taman Budaya jl. Kemakmuran. (20/9)

Untuk pertama kalinya Kalimantan Timur menggelar event pekan seni nasional, melibatkan para kawula muda berbagai daerah, menampilkan karya seni berkolaborasi dengan teknologi.

Dalam kesempatannya M. Sa’bani menyebutkan kita mengapresiasi anak muda yang mampu mengaplikasikan karya seni, teknologi, dan fisika menjadi kombinasi kreasi baru yang diciptakan sebagai bentuk kreatifitas.

“Dalam event ini kita mengharapkan mampu menarik perhatian orang seni, pelajar dan mahasiswa khususnya di Samarinda dan sekitarnya, sebagai media pembelajaran bagi generasi muda untuk memanfaatkan teknologi untuk kebaikan kedepannya” ujar Sa’bani.

Event ini akan berlangsung dari tanggal 20 hingga 26 September, beberapa seni yang akan ditampilkan seperti festival teater tradisi nasional, pameran seni rupa, pekan seni media, workshop senirupa, workshop & seminar seni media. Yang akan berlangsung di Big mall Samarinda. (Diskominfo/Bgs)