Samarinda- Menghadapi bulan Ramadhan,Pemerintah Kota Samarinda sepakat tidak ada membuka pasar Ramadhan, tetapi akan dilakukan jualan secara online.

Guna memudahkan hal itu Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda resmi merilis sebuah sistem aplikasi jualan secara online  yang di beri nama Behambinan.

Kepala Diskominfo Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah mengatakan ketika bulan puasa tiba, pasar ramadhan kerap menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk membeli makanan buka puasa.

Ia menuturkan, dengan adanya sistem belanja online ini bertujuan untuk mengurangi physical distancing ditengah wabah Virus Corona atau Covid-19.

“Kominfo membantu masyarakat untuk tetap berjualan melalui online,” tutur Dayat sapaan akrabnya, Rabu (1/4).

Ia juga menjelaskan nama aplikasi tersebut diambil dari bahasa daerah yakni bahasa Banjar yang berarti ‘saling menggendong dan saling menghidupi’.

Diketahui aplikasi ini hampir sama seperti fitur jual beli online pada umumnya.

“Nanti Para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Samarinda akan diajak untuk bergabung, market place. seluruhnya kita persilahkan untuk mendaftar,” terangnya.

Namun, para UMKM tersebut akan dikurasi terlebih dahulu. Gunanya untuk mengecek apakah layak atau tidak dimasukkan ke dalam aplikasi itu.

“Kami juga tidak mau aplikasi itu dikuasai oleh pengusaha besar, kita maunya semua orang saling bantu satu sama lain,” pungkasnya.

Samarinda – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kalimantan Timur mengadakan Penyerahan laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2019 unaudited menggunakan Video Conference (Vidcon), Selasa (31/3/2020).

Secara simbolis Gubernur Kaltim Isran Noor menyerahkan laporan keuangan berbentuk buku kepada Kepala BPK Kaltim Dadek Nandemar dilanutkan oleh Walikota Bontang Neni Moerniaeni, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, Bupati Kutai Barat FX Yapan dan Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh.

“Ini merupakan agenda rutin yang disampaikan pemerintah daerah kepada BPK, pada kali ini untuk pertama kalinya penyerahan LKD unaudited tahun 2019 menggunakan video conference, ini merupakan sejarah,” Ungkap Dadek.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor bertempat diruang kerja didampingi Plt Seretaris Daerah Kaltim M. Sa’Bani, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sa’aduddin, Assisten Administrasi Umum Fathul Halim, Kadis Kominfo Kaltim Diddy Rusdiansyah, Kepala Biro Umum Setda Prov Kaltim HS. Adiyat.

“Untuk memenuhi amanat surat edaran terkait penyebaran Virus atau mengurangi dampak penyebaran Virus Corona atau COVID 19, Ini merupakan ancaman nyata tidak hanya bagi Indonesia namum seluruh dunia,” Ungkap Dadek yang berada di Kantornya jalan M.Yamin Samarinda.

Memanfaatkan kecanggihan teknologi merupakan cara tepat mengurai penyebaran Virus, “Walaupun dengan kondisi yang tidak lazim, karena menyikapi situasi yang kita hadapi yaitu mewabahnya Covid 19, Penyampaian laporan keuangn daerah merupakan amanat Pasal 13 Undang – undang No 17 tahun 2003 tentang keuangan negara dan peraturan pemerintah No 12 tahun 2019 tengtang pengelolaan keuangan daerah,” Ujar Isran.

Menurut ketentuannya mensyaratkan sebelum pertanggungjawaban penggunaan APBD disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah harus dilakukan terlebih dahulu oleh ke Badan Pemeriksa Keuangan.

Bontang – Walikota Bontang Neni Moerniaeni membukaan Bontang Smart festival 2020 “Generasi Milenial Menggenggam Teknologi” di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Bontang Jalan Awang Long, Jumat (13/3/2020).

Kegiatan ini dalam rangka mendukung program Gerakan Menuju 100 Smart City dan mengedukasi dan menarik minat masyarakat khususnya golongan milennial tentang teknologi informasi, serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat dibidang teknologi informasi dan komunikasi.

“Smart city merupakan wilayah kota yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari, dengan tujuan untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga,” Ungkap Neni.

Acara berlangsung tanggal 13 – 15 Maret 2020, rangkaian acara kali ini adalah Pelantikan Relawan TIK Kota Bontang, Seminar TIK, aplication competition dan Bontang e-Sport Championship.

Beberapa nara sumber yang dihadirkan pada acara ini adalah Slamet Riyanto Pardi (GM PT.Telkom Witel Samarinda), Taufik Arianto (Badan Siber dan Sandi Negara), Setyo Budi Prabowo (Museum Sandi Yogyakarta), Istia Budi (Icon plus), Antony Wicaksono (PT.Telkom), Ryan Aditya Nugraha (Telkom Universirty) dan yang paling ditunggu adalah kehadiran Evan alex chandra (Head of public policy dan goverment relation Bukalapak).

Puluhan stan berjajar rapi dihalaman rumah jabatan Walikota Kota Bontang memamerkan kecanggihan teknologi produknya, Acara ini juga dirangkai dengan pelantikan Relawan TIK Kota Bontang.

Tampak hadir Kadis Kominfo Kaltim Diddy Rusdiansyah, Kadis Kominfo Kota Bontang Dasuki, GM PT. Telkom Witel Samarinda Slamet Riyanto Pardi.

Pertemuan koordinasi gangguan usaha perkebunan tahun 2020, Acara dibuka oleh Kepala Bidang Perkebunan Berkelanjutan Disbun Kaltim Ir. Henny Herdianto dihadiri oleh Dinas Perkebunan Kabupaten/Kota Se Kaltim dan forum perkebunan berkelanjutan dan menghadirkan nara sumber dari Impertial Mediator Network (IMN) Bogor, Berlangsung di Hotel Selyca Mulia Samarinda (24/2/2020).

 

 

 

 

 

 

 

 

Samarinda— Media sosial dan teknologi digital saat ini bisa menjadi berkah bagi semua manusia, karena media sosial jika digunakan secara baik dan benar dengan menebarkan pesan-pesan perdamaian maka akan dapat mempersatukan dan mendamaikan. Jadikan media sarana mempersatukan umat.

Pernyataan tersebut dipaparkan oleh Ketua Umum Pusdai Kaltim Ustadz Aslam Abu Hanifah saat pertemuan ceramah agama di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim, Jumat (21/2).

Menurutnya media sosial juga bisa menjadi bencana jika dipakai untuk menyebarkan radikalisme yang dapat membahayakan dan memecah belah umat.

“Kita harus bisa membedakan antara pesan-pesan yang kita anggap berbahaya. Ketika ada orang yang berusaha menghasut orang lain untuk masuk ke dalam gerakan yang sifatnya mengancam jiwa atau dirinya sendiri, maupun orang lain. Kita harus waspada. Bijaklah menggunakan media, rangkul umat melalui media dan teknologi,” ucapnya.

Ustadz Aslam juga mengingatkan agar selalu mengisi media sosial dengan konten-konten yang mengedepankan persatuan dan perdamaian. Jangan gunakan media sosial sebagai sarana untuk memecah bangsa.

PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda bersama mitra kerja dari PT. Banyu Lestari Utama Energi mengenalkan beberapa sebuah inovasi terbaru yakni Electrochlorinator dan Elektroflokurator sebagai mesin air ramah lingkungan Secara Tepat Guna.

Direktur utama PDAM Tirta Kencana Samarinda, Nor Wahid Hasyim mengatakan, mesin Electrochlorinator
merupakan desinfektan air ramah lingkungan dengan memanfaatkan garam industri sebagai bahan baku utama.

Sedangkan Elektroflokurator merupakan sebuah alat yang pemakaiannya hanya menggunakan sistem kelistrikan tanpa bahan kimia digunakan dengan hasil pengendapan secara langsung.

Hadir dalam peninjauan tersebut Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin, Kepala Dinas Kominfo Samarinda, Aji Hidayat Syarifullah, pejabat struktural Pemkot Samarinda, Para Staff dan Kepala Bidang PDAM.

Samarinda— Beberapa waktu lalu, seluruh pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Prov Kaltim mendengarkan sosialisasi dan diberikan pelatihan mengenai layanan aplikasi Electronic Office (e-office). Aplikasi ini dikembangkan oleh Bidang Aplikasi dan Telematika Diskominfo Kaltim dengan mengusung konsep meminimalisir penggunaan kertas.

Kepala Diskominfo Kaltim Diddy Rusdiansyah menegaskan kepada seluruh pegawai untuk segera memantapkan penggunaan aplikasi e-office guna memperlancar kegiatan berkaitan dengan administrasi perkantoran.

“Perlahan kita mulai penggunaan aplikasi e-office diawali dari sekretariat. Memulai itu memang susah tapi kita harus yakin dan segera mantapkan penggunaannya,” tegasnya saat arahan apel pagi di Kantor Diskominfo, Senin (20/1).

Diddy menyebut aplikasi e-office sebagai salah satu bentuk perwujudan e-government, yang bertujuan Selain itu juga untuk meningkatkan transparansi, kontrol serta akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih.

“Kita akan gunakan, jika tidak digunakan kita tidak tahu aplikasi ini sempurna atau tidak, kedepan pasti akan ada perbaikan. 1 Februari 2020 kita akan menerapkan aplikasi secara penuh dimulai dikantor kita terlebih dahulu,” imbuhnya.

 

Samarinda – Electronic Office (e-Office) merupakan layanan aplikasi yang dikembangkan oleh Fery sebagai Pranata Komputer Bidang APTIKA Diskominfo Kaltim dengan konsep Paperless guna meminimalisir penggunaan kertas dalam administrasi perkantoran, korespondensi surat-menyurat bagi setiap pejabat suatu institusi secara elektronik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur Diddy Rusdiansyah mengundang seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Alih Daya (TAD) di lingkup Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim guna mengikuti rapat terkait penerapan aplikasi E Office di Ruang Kudungga, Selasa (14/1).

Pada kesempatan ini Fery juga mempresentasikan aplikasi buatannya, Mulai dari proses hingga sistem kerja aplikasi e-Office, secara rinci dan detail Fery memaparkan dihadapan puluhan pegawai Diskominfo Kaltim.

“Aplikasi buatan Fery dan Kawan-kawan ini dinggap Diddy paling sempurna, karena dulu waktu di DPMPTSP saya pernah mengembangkan namum tidak sesempurna ini,” Ujar Diddy.

Dengan diterapkannya Undang-Undang (UU) nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau yang lebih kita kenal dengan UU ITE, pengelolaan persuratan yang semula menggunakan kertas dapat dilaksanakan dengan menggunakan dokumen digital.  Saat ini, pengelolaan persuratan masih menggunakan  pola lama dengan menggunakan kertas dan ditandatangan oleh pejabat yang berwenang.

“Kita akan gunakan, jika tidak digunakan kita tidak tahu aplikasi ini sempurna atau tidak, kedepan pasti akan ada perbaikan oleh karena itu kita mulai dari kantor kita terlebih dahulu,” Tambah Diddy.

Diddy akan membuat surat edaran ke seluruh PNS dan TAD di lingkup Diskominfo Kaltim yang ingin belajar secara khusus akan membuka kelas mulai tanggal 14 – 19 Januari 2020 di Laboratorium Komputer Diskominfo Kaltim.

“Setelah itu pada tanggal 20 Januari 2020 kita akan mulai menggunakan aplikasi ini, dan pada tanggal 1 Februari 2020 kita akan menerapkan aplikasi secara penuh dimulai dikantor kita terlebih dahulu” Ungkap Diddy.

SAMARINDA : e-Kinerja (e-Kin) adalah salah satu aplikasi yang digunakan untuk mengukur dan memantau kinerja pegawai secara periodik dalam periode bulanan dan tahunan berdasarkan kinerja serta sebagai dasar perhitungan prestasi kerja dan pemberian insentif kerja.

E-Kin versi 4.0 adalah aplikasi baru milik BKN yang diadopsi oleh BKD Provinsi Kaltim guna perbaikan dan peralihan dari aplikasi e-log book yang digunakan sebelumnya untuk menilai kinerja PNS.

Oleh karena itu pada Senin (16/12) bertempat di gedung Assessment Center BKD Provinsi Kaltim melalui bidang Pembinaan telah melaksanakan Workshop penerapan e-Kinerja.

Workshop yang diikuti Kasubag Umum/Tata Usaha/Kepegawaian di lingkungan Pemprov Kaltim ini dibuka oleh Kepala BKD Provinsi Kaltim Hj Ardiningsih ditemani Kabid Pembinaan Adisurya Agus.

Sedangkan pendampingan workshop aplikasi e-kin dari BKN oleh Direktur Kinerja ASN Neny Rochyany, didampingi Kasi penyusunan program Penilaian Kinerja Pegawai ASN Poneta Masli dan Pranata Komputer Irdian Nova Alexcandra.

“Dengan e-Kin sementara e-logbook kita senyapkan dulu tetapi bukan berarti tidak digunakan, karena kita ingin melakukan perbaikan kepada Peraturan yang baru yaitu PP 30/2019 tentang Penilaian Kinerja PNS, diharapkan peserta untuk mengikuti bimbingan dari BKN agar jelas,” kata Ardiningsih.

Jadi suatu saat kalau single salary diterapkan , lanjut Ardiningsih, nanti ada istilahnya tunjangan kinerja katakanlah 5 juta gaji PNS ketika target kinerjanya tidak sampai angka 100 persen maka hanya dibayarkan sesuai capaiannya saja, kalau capaian 80 persen ya segitu saja yang dibayarkan, jadi tidak lagi penilaian dari absen kehadiran saja.

Setidaknya menurut Ardiningsih penghitungan analisis jabatan dan analisis beban kerja itu sangat penting karena akan berpengaruh terhadap tunjangan kinerja pegawai.

“Apalagi Kemenkeu sudah mengumumkan bahwa kedepan tunjangan pegawai benar-benar akan dikaitkan dengan kinerja, ini akan jadi bahan evaluasi kita, ini (e-kin) bukan hanya Kaltim, daerah lain sudah berjalan, Balikpapan dan Bontang sudah, Kukar saat ini sedang berjalan, Kaltim ya mau tidak mau ini harus kita lakukan,” tuturnya.

Aplikasi e-kin dapat di akses di ekin.kaltimbkd.info dengan user name dan NIP dan password menggunakan NIP masing-masing pegawai.

Dengan jumlah peserta kurang lebih 192 orang kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dibagi 3 tahap, dari tanggal 16-17 Desember 2019.

Samarinda—Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memberikan Sosialisasi fasilitas baru berupa Sosialisasi Punic Button dan Nomor Panggilan Darurat 112 ke beberapa kecamatan yang dilaksanakan di Kantor Camat Samarinda Kota Jalan Arief Rahman Hakim, Rabu(11/12).

Sosialisasi ini dilakukan secara bertahap dimulai dari kecamatan Samarinda Ilir yang dilaksanakan pada hari Senin (10/12/2019) lalu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah mengungkapkan,panggilan darurat 112 kota samarinda merupakan salah satu bentuk perwujudan dalam mengembangkan kota smart city.

“Samarinda dinobatkan oleh pemerintah pusat menjadi kota cerdas, ciri-cirinya yaitu bagaimana pendekatan antara pemerintah dan masyarakat. Maka itu, kita buat terobosan-terobosan untuk memudahkan serta mensejahterakan masyarakat Samarinda dan ini merupakan keinginan Walikota, bapak Syaharie Jaang,”Ujar Dayat panggilan akrabnya

Selain itu Aji juga membeberkan, dalam waktu 1 bulan setelah launchingnya Panic Button dan Panggilan Darurat 112 oleh Walikota Samarinda Syaharie Jaang pada Oktober lalu, ada lebih kurang 58.131 panggilan yang masuk.

“kategori panggilan yang telah ditangani antara lain kesehatan atau permintaan  ambulan, kepolisian, kebakaran, PDAM dan Perhubungan, yang meliputi permasalahan narkoba, perkelahian, kemacetan, kebakaran, pipa PDAM yang pecah, gardu PLN  yang terbakar dan lainnya.”bebernya.

Selain itu, Pemerintah Kota Samarinda saat ini juga telah menerapkan E-Kelurahan guna memudahkan masyarakat apabila mengalami kesulitan berurusan tentang surat keterangan dan lainnya.

Aplikasi e-Kelurahan ini merupakan program yang dicanangkan untuk kemajuan tata kelola pemerintahan yang diharapkan bisa memudahkan semua urusan proses administrasi mulai dari tingkat kelurahan.

“Saat ini hanya beberapa lurah yang kami buatkan tanda tangan digital, namun nanti akan kita buatkan semua lurah untuk bisa tanda tangan digital,”ucapnya.

Ia mengimbau, agar lurah yang belum mendapatkan aplikasi tanda tangan digital, untuk segera ke Kominfo.

Dirinya berharap, melalui sosialisasi ini masyarakat dapat memahami alur prosedur dalam menggunakan layanan-layanan tersebut dan menggunakannya secara bijak.

“Jadi harapan kita kedepan, ketua RT memberikan pemahaman kepada warganya supaya memanfaatkan fasilitas itu dengan baik, jangan main-main dengan fasilitas itu karena ada sanksi hukumnya apabila menyalahgunakannya. misalnya tidak ada kebakaran tapi ditelepon ada kebakaran. Pada saat kita ke sana, tidak ada. Itu akan kami cari karena nomornya teregistrasi di aplikasi kami. Jadi masyarakat untuk hati-hati itu ada sanksi hukumnya pidana undang-undang penyalahgunaan tersebut.”pungkasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan Aplikasi e-Government Suparmin menjelaskan, panggilan 112 dan Panic Button adalah inovasi yang baik untuk meningkatkan kredibilitas pelayanan.

Untuk Panic Button merupakan aplikasi yang ada di smartphone berbasis android, dan hanya RT saja yang memiliki. Tiap Ketua RT akan diberikan sandi tersendiri sesuai dengan NIK yang dimiliki. Sedangkan panggilan 112, hanya sebagai penunjang lainnya.

“Karena seperti yang dilihat bahwa ada beberapa masyarakat yang belum memiliki smartphone, maka kekurangan yang tidak bisa ditutupi oleh Panic Button, bisa dihandle oleh panggilan 112,”jelasnya.

Usai ditemui saat acara, Camat Samarinda Kota Anis Siswantini, sangat mendukung langkah-langkah yang di lakukan oleh diskominfo kota Samarinda dalam mewujudkan smart city.

Menurutnya, dengan adanya aplikasi da layananan tersebut masyarakat bisa sangat terbantu jika sewaktu-waktu mereka menghadapi kondisi darurat.

“Tentu dengan sosialisasi seperti ini, masyarakat kita akan semakin terbantu ketika menghadapi kondisi darurat. Untuk itu Kita akan terus ikut serta mendukung jika hal tersebut demi kebaikan bersama,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Jika ingin mengakses layanan tersebut bisa langsung menekan tombol di handphone 112 tanpa di kenakan biaya pulsa.

Layanan 112 menanggapi beberapa kondisi gawat darurat seperti adanya peredaran narkoba, kebakaran, bencana alam, tindak kriminal dan kejahatan, jika menemukan hewan buas (berbisa), adanya pohon tumbang, terorisme, kecelakaan lalu lintas, adanya tindak kekerasan pada perempuan dan anak serta memanggil ambulan gawat darurat.

Sementara untuk layanan panic button bisa mendownload aplikasi melalui playstore yang terdapat di smartphone yakni “panic button SMR”.

Selanjutnya langkah awal adalah login dengan email yang sudah diberikan.
Jika ingin mengubah data login silahkan akses di website panic.samarindakota.co.id profile.

Kemudian klik izinkan allow gps pada smartphone anda agar aplikasi dapat menentukan lokasi secara otomatis.

Jangan lupa menggeser status aman (berwarna kuning) ke status darurat (yang berwarna merah) lalu klik kejadian yang ingin di laporkan.(Diskominfo/Rey)