Samarinda- Dengan mengusung tema “Pameran Mengangkat Perekonomian UMKM dan Ekonomi Kreatif di Masa Pandemi Covid-19”, Kaltim Expo 2020 dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Timur Abu Helmi, berlangsung di Bigmall, Rabu (21/10/2020).

Kaltim Expo sendiri merupakan suatu wadah pameran yang menampilkan informasi produk unggulan hasil pembinaan SKPD Provinsi/Kabupaten/Kota, produk hasil olahan UKM, produk barang dalam negeri, jasa perbankan/keuangan, termasuk beberapa potensi dan peluang inventasi dibidang infrastruktur, energi, industri dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan berskala besar.

Kaltim Expo 2020 ini diselenggarakan mulai tanggal 21-25 Oktober pada pukul 10.00-22.00 Wita. Sebanyak 29 Peserta ikut meramaikan acara ini, yakni terdiri dari Instansi pemerintah, BUMD/BUMN, Lembaga Keuangan, Perbankan dan Perusahaan swasta sebanyak 16 peserta, dari UMKM 10 peserta, dan dari Otomotif sebanyak 3 peserta.

SAMARINDA– Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Dekranasda Award Kaltim Tahun 2020. Kegiatan ini adalah ajang apresiasi yang diberikan kepada perajin di Provinsi Kaltim yang memiliki karya kreatif dari produk kerajinan yang dihasilkannya.

Ketua Dekranasda Kaltim, Hj Norbaiti Isran Noor menjelaskan Dekranasda Award bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan kreatifitas para perajin dalam Dialog Publika di TVRI Kaltim, Rabu (7/10).

“Dekranasda Award ini ditujukan untuk menciptakan kreasi produk baru dari kerajinan, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun internasional,” jelas Norbaiti.

Kategori produk kerajinan yang dilombakan dalam Dekranasda Award meliputi semua produk kerajinan berbahan dasar utama serat alam dan atau tekstil/kain khas daerah masing-masing.

“Kriteria penilaian dari lomba ini adalah inovasi, keaslian, daya jual, keunggulan, ramah lingkungan dan tanggung jawab sosial,” jelas Norbaiti.

Adapun Pendaftaran untuk penilaian Dekranasda Award sudah dimulai sejak 1 Agustus hingga 7 Oktober 2020. Sedangkan Penilaian dilakukan pada 7 Oktober 2020 dan pengumuman pemenang pada 8 Oktober 2020.

“Produk pemenang akan menjadi hak milik panitia dan akan diikutsertakan dalam ajang-ajang promosi yang diselenggarakan oleh Dekranasda Kaltim di tingkat regional dan nasional,” tambah Norbaiti.

Untuk diketahui, Pemenang Dekranasda Award ini akan mendapatkan hadiah sebesar Rp 5 juta untuk juara I, Rp 3 juta untuk juara II dan Rp 2 juta untuk juara 3.

Penajam, (9/9)-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, kembali mendistribusikan bantuan bagi 195 jiwa warga terdampak banjir di dua kawasan, yakni Desa Sesulu dan Kelurahan Waru di hari ketiga ini.

“Bantuan yang kami salurkan mulai tadi pagi berupa kebutuhan pokok, gizi tambahan, dan air bersih. Rabu ini merupakan hari ketiga banjir di Desa Sesulu dan Kelurahan Waru, Kecamatan Waru,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten PPU Nurlaila di Waru, Rabu.

Untuk bantuan makanan dan minuman, lanjutnya, diprioritaskan bagi warga terdampak banjir yang benar-benar membutuhkan, seperti karena belum siapanya bahan pangan maupun yang tidak bisa memasak karena memang dapurnya tidak bisa difungsikan.

Sementara bagi warga yang masih mampu atau yang terendam air hanya sampai di halaman rumah maupun di bawah kolong rumah, maka hal itu tidak menjadi prioritas.

“Tapi untuk kebutuhan air bersih, rata-rata warga yang terdampak banjir memerlukannya. Tadi yang sudah kami distribusikan ke warga menggunakan tangka air, totalnya mencapai 8 ribu liter air bersih,” katanya.

Ia menuturkan bahwa warga yang terdampak banjir di Kecamatan Waru dalam tiga hari ini totalnya ada 195 jiwa dari 59 kepala keluarga (KK). Jumlah ini mengalami penambahan ketimbang Selasa kemarin yang terdata 151 jiwa pada 46 KK.

Mereka yang terdampak banjir tersebar di empat RT pada Kelurahan Waru dan dua RT di Desa Sesulu. Banjir yang melanda di Kelurahan Waru adalah di RT 11, 20, 22, dan RT 29. Sedangkan yang melanda di Desa Sesulu adalah di RT 02 dan RT 06.

Rincian penyebarannya adalah di Kelurahan Waru ada di RT 20 dengan jumlah 6 jiwa pada 1 KK, RT 22 ada 9 KK dengan 26 jiwa, RT 29 ada 20 KK dengan 69 jiwa, kemudian di RT 11 terdapat lahan pertanian atau persawahan yang terendam sekitar 20 hektare.

Sedangkan di Desa Sesulu yang terdapat dua RT terdampak banjir itu adalah di RT 02 dengan jumlah 63 jiwa dan tersebar pada 19 KK, kemudian di RT 06 ada 10 KK dengan 31 jiwa.

“Pemantauan di beberapa titik, secara visual tinggi muka air sudah turun dan sebagian warga mulai membersihkan rumah masing masing. Pemenuhan kebutuhan air bersih dan makanan siap saji, gizi tambahan, dan lauk pauk telah diberikan. Tim juga tetap melakukan pemantauan lapangan,” ucap Nurlaila. (MG)

JUMLAH pasien meninggal akibat Covid-19 di Bontang totalnya 4 orang dan potensi bertambah 5 orang. Ini menyusul meninggalnya satu pasien terduga Corona di RSUD Bontang pada Sabtu (5/9/2020) sore.

Saat meninggal, pasien perempuan yang diidentifikasi berumur 51 tahun tersebut memiliki riwayat penyakit bawaan diabetes. “Meninggal dengan status probable, dan masih menunggu pemeriksaan hasil Swab PCR,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bontang Bahauddin melalui rilis yang diterima Minggu (6/9/2020).

Sementara sampai Minggu sore, ada penambahan 8 orang positif Covid-19 dan langsung diminta menjalani isolasi mandiri. Tujuh dari 8 pasien tadi, tambah Bahauddin, berasal dari klaster PKT.

Dengan demikian terdapat 318 kasus positif Covid-19, dimana sebarannya 226 berasal dari klaster PKT, 17 klaster HOP, 5 klaster Berbas, menyusul 7 klaster Api-api, 4 kluster Loktuan, dan 59 non-klaster.

Bahauddin menambahkan, terjadi 12 penambahan pasien suspect, 2 orang menjalani isolasi mandiri, 10 pasien dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan RS swasta di Bontang, terakhir 1 orang kasus probable (meninggal dunia).

Dikatakan pula, saat ini sebanyak 1.222 warga tengah dalam pemantauan Tim Gugus Covid karena bepergian ke luar Bontang, menyusul penambahan kontak erat sebanyak 25 orang. “Mereka sekarang isolasi mandiri, dan telah dilakukan pemeriksaan swab PCR, “ tutup Bahauddin. (*)

SENDAWAR-— Peringatan Hari Ulang Tahun Pramuka Ke-59 diperangati secara sederhana oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Kutai Barat. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang diadakan dengan berbagai kegiatan dan perlombaan, namun pelaksanaan tahun ini dilaksanakan secara sederhana sehubungan masih terjadinya wabah pandemi virus corona yang masih berlangsung hingga kini.

Ketua Kwarcab Pramuka, Yakobus Yamon mengatakan, ada beberapa rangkaian kegiatan HUT Pramuka Ke 59 Tahun 2020 ini,  dimulai dengan membantu petugas kebersihan dengan membersihkan jalan Protokol yang dimulai pada pukul 06.00 wita.

Kemudian pembagian ratusan masker dibagikan ke berbagai tempat seperti pasar dan daerah perkantoran. Ini dilakukan supaya ditengah pandemi Covid 19 Gerakan Pramuka masih bisa melakukan berperang dalam penanggulqngan Covid dan berbuat kebaikan sesuai denga tema hari Pramuka Terdepan Bergerak. Serta ada kegiatan donor darah.

Berbagai kegiatan yag dilakukan ini untuk melakukan instropeksi diri kembali apa yang sudah kita lakukan untuk bangsa, Gerakan Pramuka, masyarakat di sekitar dan diri sendiri. Tetap menjaga kekompakan dan untuk bersama terdepan bergerak, imbaunya.

Lanjut ia beberkan, dengan Kegiatan Seleksi terdiri dari Kwaran Ranting (Kwaran) Bongan, Jempang, Long Iram, Melak dan Muara Pahu. Sehingga total yang mengikuti 18 org. Dimana penguji ada enam Andalan, beber Yamon.

Bontang – Sempat ditutup sejak Sabtu (22/8/2020), akibat adanya tenaga kesehatan (Nakes) yang terpapar Covid-19, Rabu (2/9/2020) pelayanan di Puskesmas Bontang Barat kini kembali dibuka.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang dr Bahauddin tidak ada pembatasan pelayanan di Puskesmas Bontang Barat, hanya saja untuk pendaftaran dibatasi.

“Karena sebelum pelayanan kan ada persiapan dulu, jadi pendaftaran sampai jam 11 siang saja,” ungkapnya.

Sebelumnya, pelayanan di Puskesmas Bontang Barat ditutup sementara. Pasien yang hendak berobat dialihkan. Warga Kelurahan Belimbing dialihkan ke Puskesmas Bontang Utara 2, Warga Gunung Telihan kini berobat ke Puskesmas Bontang Utara 1, dan Warga Kanaan sementara mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas Bontang Selatan 1.

“161BTG bagian dari manajemen perusahaan, tidak melayani langsung pasien,” ujarnya.

Langkah antisipasi penutupan sementara layanan diambil Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengingat, adanya beberapa aktivitas yang dilakukan petugas Puskesmas, tepatnya sepekan yang lalu.

“Teman kerjanya kontak dengan 161BTG saat kunjungan ke rumah, termasuk tim surveilans kami juga ada rapat dengan yang bersangkutan,” katanya. (*)

Tana Paser – Jubir Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Paser Amir Faisol mengatakan terdapat penambahan satu pasien meninggal akibat Covid-19.

“Ada satu pasien meninggal berinsial PSR 196 warga Batu Sopang,” kata Amir saat konferensi pers di ruang Media Center, Selasa (01/09/2020).
PSR 196 itu kata Amir seorang laki-laki berusia 58 tahun dan seorang simtomatik, atau pasien yang memiliki riwayat penyakit bawaan.
PSR 196 meninggal dunia pada 29 Agustus 2020. Saat dirawat, hasil swab pasien tersebut belum keluar. Hasil terkonfirmasi positif PSR 196 keluar setelah ia dinyatakan meninggal.
Dikemukakan Amir, meski hasil swab PSR 196 belum keluar saat ia meninggal, Satgas Covid-19 telah memakamkan pasien tersebut protokol kesehatan di sebuah pemakaman yang telah disediakan.
Pemerintah Daerah melalui instansi terkait, juga telah menyediakan lahan khusus untuk pemakaman pasien Covid-19.
“Lokasinya terpisah dengan pemakaman umum,” ujar Amir.
Berdasarkan standar operasional, pasien meninggal karena Covid-19 tidak dibiarkan terlalu lama.
“Karena aturannya, jarak antara pasien meninggal dengan waktu dikuburkan, tidak boleh lebih dari 4 jam,” ujar Amir.
Keenam pasien meninggal tersebut kata Amir, semuanya merupakan pasien yang dirawat di RSUD Panglima Sebaya.
“Pasien pertama sampai pasien keenam yang meninggal, semuanya ada di Kabupaten. Dirawat di RSUD yang jaraknya tidak jauh dari tempat pemakaman,” ujarnya.
Satgas Percepatan Penangangan Covid-19 Kabupaten Paser lanjut Amir dalam menangani pasien meninggal akibat Covid-19, sudah mengikuti prosedur protokol.
“Kita semua sudah mengikuti prosedur,” katanya.
Amir mengatakan dengan penambahan satu kasus meninggal ini, maka total pasien meninggal akibat Covid-19 sebanyak enam pasien.

Tana Paser – Jubir Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Paser Amir Faisol mengatakan terdapat delapan penambahan kasus terkonfirmasi positif.
“Delapan orang tambah kasus terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Amir saat konferensi pers di ruang Media Center, Senin (31/08/2020).
Delapan pasien tersebut berinisial PSR 183 hingga PSR 190. Dari delapan pasien itu, delapan diantaranya warga Kecamatan Batu Sopang dan delapan lain warga Kecamatan Tanah Grogot.
“Kedelapan pasien merupakan pasien asimtomatik atau pasien tanpa gejala. Semuanya dirawat di rumah isolasi eks RSUD Panglima Sebaya,” ujar Amir.
Empat pasien dari Kecamatan batu Sopang yakni PSR 183 9 (laki-laki berusia 48 tahun), PSR 184 (laki-laki berusia 51 tahun), PSR 185 (laki-laki berusia 49 tahun), dan PSR 186 (laki-laki berusia 45 tahun).
Adapun empat pasien dari Kecamatan Tanah Grogot yakni PSR 187 (perempuan berusia 9 tahun), PSR 188 (perempuan berusia 13 tahun), PSR 189 (perempuan berusia 37 tahun), dan PSR 190 (perempuan berusia 47 tahun).
Amir mengatakan dengan penambahan delapan kasus positif ini, maka jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Paser sebanyak 190 kasus.
“Total ada 190 positif, sembuh 152 orang, meninggal 5 orang dan 33 orang masih dalam perawatan. Rinciannya 1 orang dirawat di RSUD, 1 orang isolasi mandiri di rumah dan 31 orang diisolasi di rumah isolasi eks RSUD Panglima Sebaya,” kata Amir.
Amir mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol Kesehatan dengan selalu memakai masker ke mana pun, menjaga jarak jika bertemua dengan orang lain, dan selalu mencuci tangan selepas beraktivitas.

SAMARINDA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, H. Sofyan Noor akan memasuki masa purnatugas pada 31 Agustus tahun ini. Selama 2 tahun 8 bulan 10 hari ia memegang pucuk pimpinan di Kementerian Agama Kaltim, yaitu sejak 22 Desember 2017 sampai dengan 31 Agustus 2020.

Ditemui disela-sela kesibukannya menjelang akhir masa jabatan, Jumat (28/08) H. Sofyan Noor yang berasal dari Kalimantan Selatan menyampaikan kesannya selama bertugas di Kaltim.

“Orang Kaltim ramah, menjalin kerjasama yang baik dan selalu menjaga persatuan,” ujarnya. Di beberapa kesempatan Ia katakan bahwa Kaltim sudah seperti rumah sendiri baginya.

Kemenag Kaltim dibawah kepemimpinan, H. Sofyan Noor berhasil meraih capaian yang sangat baik. Diantaranya pembangunan sarana dan prasarana Madrasah dan KUA yang dibiayai dengan SBSN. Selama kurun 2019-2020, 4 (Empat) Madrasah, 11 KUA dan UPT Asrama Haji Balikpapan memperoleh dana SBSN. Sebelumnya, sebagai syarat memperoleh SBSN  H. Sofyan Noor beserta jajarannya telah berhasil mendapatkan status tanah menjadi milik Kementerian Agama.

Tak hanya pembangunan fisik yang menjadi perhatian, pembangunan kualitas kehidupan beragama juga selalu ditekankan. Bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, FKUB dan segenap masyarakat, program-program Kemenag selalu bertujuan untuk memperkuat tolerasi intra dan antar umat beragama. Moderasi beragama yang merupakan misi Kemenag disosialisasikan dan diaplikasikan di lingkungan Kemenag dan masyarakat secara luas. Ia berpesan, “Jaga selalu toleransi beragama yang sudah terjalin, tingkatkan dan pertahankan suasana Kaltim yang selalu rukun dan kondusif,” terangnya.

Sofyan Noor juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kaltim beserta seluruh jajarannya, OPD, Forkopimda dan Instansi Vertikal yang selama ini selalu bekerjasama dan mendukung program-program Kementerian Agama. “Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya atas bimbingan dan petunjuk, dukungan, jalinan sinergi, kerjasama, dan kesempatan bagi kami untuk memberikan karya dan pengabdian selama 2 tahun 8 bulan 10 hari,” pungkasnya.

KUKAR – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kutai Kartanegara melalui surat nomor 77/LPTQ-KK/VII/2020 melakukan penundaan pelaksanaan MTQ ke-42 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2020 yang akan dilaksanakan di Kecamatan Muara Badak.

Penundaan ini didasari beberapa hal, diantaranya melalui kajian epidemologi terhadap penyebaran virus COVID-19 di Muara Badak oleh Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Kutai Kartanegara yang saat ini dinyatakan Muara Badak sebagai Zona Merah Penyebaran COVID-19.

” Pelaksanaan MTQ ke-42 Tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2020 di Kecamatan Muara Badak ditunda untuk waktu yang tidak terlalu lama sesuai dengan perkembangan dinamika penanganan COVID-19 di Kecamatan Muara Badak,” kata Akhmad Taufik Hidayat, Ketua Harian LPTQ Kabupaten Kutai Kartanegara dalam surat pemberitahuan tersebut.

Meskipun demikian seluruh tahapan persiapan pelaksanaan MTQ ke – 42 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2020 tetap berjalan dan dilaksnakan sesuai dengan ketentuan berlaku.

Kepada seluruh pimpinan kalifah Kecamtan agar terus berusaha menjaga kesehatan kafilah dan terus mempersiapkan segala sesuatu keperluannya.

“Terus berdo’a yang terbaik semoga kondisi segera aman,” tutupnya.