SENDAWAR-— Peringatan Hari Ulang Tahun Pramuka Ke-59 diperangati secara sederhana oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Kutai Barat. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang diadakan dengan berbagai kegiatan dan perlombaan, namun pelaksanaan tahun ini dilaksanakan secara sederhana sehubungan masih terjadinya wabah pandemi virus corona yang masih berlangsung hingga kini.

Ketua Kwarcab Pramuka, Yakobus Yamon mengatakan, ada beberapa rangkaian kegiatan HUT Pramuka Ke 59 Tahun 2020 ini,  dimulai dengan membantu petugas kebersihan dengan membersihkan jalan Protokol yang dimulai pada pukul 06.00 wita.

Kemudian pembagian ratusan masker dibagikan ke berbagai tempat seperti pasar dan daerah perkantoran. Ini dilakukan supaya ditengah pandemi Covid 19 Gerakan Pramuka masih bisa melakukan berperang dalam penanggulqngan Covid dan berbuat kebaikan sesuai denga tema hari Pramuka Terdepan Bergerak. Serta ada kegiatan donor darah.

Berbagai kegiatan yag dilakukan ini untuk melakukan instropeksi diri kembali apa yang sudah kita lakukan untuk bangsa, Gerakan Pramuka, masyarakat di sekitar dan diri sendiri. Tetap menjaga kekompakan dan untuk bersama terdepan bergerak, imbaunya.

Lanjut ia beberkan, dengan Kegiatan Seleksi terdiri dari Kwaran Ranting (Kwaran) Bongan, Jempang, Long Iram, Melak dan Muara Pahu. Sehingga total yang mengikuti 18 org. Dimana penguji ada enam Andalan, beber Yamon.

Bontang – Sempat ditutup sejak Sabtu (22/8/2020), akibat adanya tenaga kesehatan (Nakes) yang terpapar Covid-19, Rabu (2/9/2020) pelayanan di Puskesmas Bontang Barat kini kembali dibuka.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang dr Bahauddin tidak ada pembatasan pelayanan di Puskesmas Bontang Barat, hanya saja untuk pendaftaran dibatasi.

“Karena sebelum pelayanan kan ada persiapan dulu, jadi pendaftaran sampai jam 11 siang saja,” ungkapnya.

Sebelumnya, pelayanan di Puskesmas Bontang Barat ditutup sementara. Pasien yang hendak berobat dialihkan. Warga Kelurahan Belimbing dialihkan ke Puskesmas Bontang Utara 2, Warga Gunung Telihan kini berobat ke Puskesmas Bontang Utara 1, dan Warga Kanaan sementara mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas Bontang Selatan 1.

“161BTG bagian dari manajemen perusahaan, tidak melayani langsung pasien,” ujarnya.

Langkah antisipasi penutupan sementara layanan diambil Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengingat, adanya beberapa aktivitas yang dilakukan petugas Puskesmas, tepatnya sepekan yang lalu.

“Teman kerjanya kontak dengan 161BTG saat kunjungan ke rumah, termasuk tim surveilans kami juga ada rapat dengan yang bersangkutan,” katanya. (*)

Tana Paser – Jubir Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Paser Amir Faisol mengatakan terdapat penambahan satu pasien meninggal akibat Covid-19.

“Ada satu pasien meninggal berinsial PSR 196 warga Batu Sopang,” kata Amir saat konferensi pers di ruang Media Center, Selasa (01/09/2020).
PSR 196 itu kata Amir seorang laki-laki berusia 58 tahun dan seorang simtomatik, atau pasien yang memiliki riwayat penyakit bawaan.
PSR 196 meninggal dunia pada 29 Agustus 2020. Saat dirawat, hasil swab pasien tersebut belum keluar. Hasil terkonfirmasi positif PSR 196 keluar setelah ia dinyatakan meninggal.
Dikemukakan Amir, meski hasil swab PSR 196 belum keluar saat ia meninggal, Satgas Covid-19 telah memakamkan pasien tersebut protokol kesehatan di sebuah pemakaman yang telah disediakan.
Pemerintah Daerah melalui instansi terkait, juga telah menyediakan lahan khusus untuk pemakaman pasien Covid-19.
“Lokasinya terpisah dengan pemakaman umum,” ujar Amir.
Berdasarkan standar operasional, pasien meninggal karena Covid-19 tidak dibiarkan terlalu lama.
“Karena aturannya, jarak antara pasien meninggal dengan waktu dikuburkan, tidak boleh lebih dari 4 jam,” ujar Amir.
Keenam pasien meninggal tersebut kata Amir, semuanya merupakan pasien yang dirawat di RSUD Panglima Sebaya.
“Pasien pertama sampai pasien keenam yang meninggal, semuanya ada di Kabupaten. Dirawat di RSUD yang jaraknya tidak jauh dari tempat pemakaman,” ujarnya.
Satgas Percepatan Penangangan Covid-19 Kabupaten Paser lanjut Amir dalam menangani pasien meninggal akibat Covid-19, sudah mengikuti prosedur protokol.
“Kita semua sudah mengikuti prosedur,” katanya.
Amir mengatakan dengan penambahan satu kasus meninggal ini, maka total pasien meninggal akibat Covid-19 sebanyak enam pasien.

Tana Paser – Jubir Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Paser Amir Faisol mengatakan terdapat delapan penambahan kasus terkonfirmasi positif.
“Delapan orang tambah kasus terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Amir saat konferensi pers di ruang Media Center, Senin (31/08/2020).
Delapan pasien tersebut berinisial PSR 183 hingga PSR 190. Dari delapan pasien itu, delapan diantaranya warga Kecamatan Batu Sopang dan delapan lain warga Kecamatan Tanah Grogot.
“Kedelapan pasien merupakan pasien asimtomatik atau pasien tanpa gejala. Semuanya dirawat di rumah isolasi eks RSUD Panglima Sebaya,” ujar Amir.
Empat pasien dari Kecamatan batu Sopang yakni PSR 183 9 (laki-laki berusia 48 tahun), PSR 184 (laki-laki berusia 51 tahun), PSR 185 (laki-laki berusia 49 tahun), dan PSR 186 (laki-laki berusia 45 tahun).
Adapun empat pasien dari Kecamatan Tanah Grogot yakni PSR 187 (perempuan berusia 9 tahun), PSR 188 (perempuan berusia 13 tahun), PSR 189 (perempuan berusia 37 tahun), dan PSR 190 (perempuan berusia 47 tahun).
Amir mengatakan dengan penambahan delapan kasus positif ini, maka jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Paser sebanyak 190 kasus.
“Total ada 190 positif, sembuh 152 orang, meninggal 5 orang dan 33 orang masih dalam perawatan. Rinciannya 1 orang dirawat di RSUD, 1 orang isolasi mandiri di rumah dan 31 orang diisolasi di rumah isolasi eks RSUD Panglima Sebaya,” kata Amir.
Amir mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol Kesehatan dengan selalu memakai masker ke mana pun, menjaga jarak jika bertemua dengan orang lain, dan selalu mencuci tangan selepas beraktivitas.

SAMARINDA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, H. Sofyan Noor akan memasuki masa purnatugas pada 31 Agustus tahun ini. Selama 2 tahun 8 bulan 10 hari ia memegang pucuk pimpinan di Kementerian Agama Kaltim, yaitu sejak 22 Desember 2017 sampai dengan 31 Agustus 2020.

Ditemui disela-sela kesibukannya menjelang akhir masa jabatan, Jumat (28/08) H. Sofyan Noor yang berasal dari Kalimantan Selatan menyampaikan kesannya selama bertugas di Kaltim.

“Orang Kaltim ramah, menjalin kerjasama yang baik dan selalu menjaga persatuan,” ujarnya. Di beberapa kesempatan Ia katakan bahwa Kaltim sudah seperti rumah sendiri baginya.

Kemenag Kaltim dibawah kepemimpinan, H. Sofyan Noor berhasil meraih capaian yang sangat baik. Diantaranya pembangunan sarana dan prasarana Madrasah dan KUA yang dibiayai dengan SBSN. Selama kurun 2019-2020, 4 (Empat) Madrasah, 11 KUA dan UPT Asrama Haji Balikpapan memperoleh dana SBSN. Sebelumnya, sebagai syarat memperoleh SBSN  H. Sofyan Noor beserta jajarannya telah berhasil mendapatkan status tanah menjadi milik Kementerian Agama.

Tak hanya pembangunan fisik yang menjadi perhatian, pembangunan kualitas kehidupan beragama juga selalu ditekankan. Bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, FKUB dan segenap masyarakat, program-program Kemenag selalu bertujuan untuk memperkuat tolerasi intra dan antar umat beragama. Moderasi beragama yang merupakan misi Kemenag disosialisasikan dan diaplikasikan di lingkungan Kemenag dan masyarakat secara luas. Ia berpesan, “Jaga selalu toleransi beragama yang sudah terjalin, tingkatkan dan pertahankan suasana Kaltim yang selalu rukun dan kondusif,” terangnya.

Sofyan Noor juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kaltim beserta seluruh jajarannya, OPD, Forkopimda dan Instansi Vertikal yang selama ini selalu bekerjasama dan mendukung program-program Kementerian Agama. “Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya atas bimbingan dan petunjuk, dukungan, jalinan sinergi, kerjasama, dan kesempatan bagi kami untuk memberikan karya dan pengabdian selama 2 tahun 8 bulan 10 hari,” pungkasnya.

KUKAR – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kutai Kartanegara melalui surat nomor 77/LPTQ-KK/VII/2020 melakukan penundaan pelaksanaan MTQ ke-42 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2020 yang akan dilaksanakan di Kecamatan Muara Badak.

Penundaan ini didasari beberapa hal, diantaranya melalui kajian epidemologi terhadap penyebaran virus COVID-19 di Muara Badak oleh Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Kutai Kartanegara yang saat ini dinyatakan Muara Badak sebagai Zona Merah Penyebaran COVID-19.

” Pelaksanaan MTQ ke-42 Tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2020 di Kecamatan Muara Badak ditunda untuk waktu yang tidak terlalu lama sesuai dengan perkembangan dinamika penanganan COVID-19 di Kecamatan Muara Badak,” kata Akhmad Taufik Hidayat, Ketua Harian LPTQ Kabupaten Kutai Kartanegara dalam surat pemberitahuan tersebut.

Meskipun demikian seluruh tahapan persiapan pelaksanaan MTQ ke – 42 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2020 tetap berjalan dan dilaksnakan sesuai dengan ketentuan berlaku.

Kepada seluruh pimpinan kalifah Kecamtan agar terus berusaha menjaga kesehatan kafilah dan terus mempersiapkan segala sesuatu keperluannya.

“Terus berdo’a yang terbaik semoga kondisi segera aman,” tutupnya.

Penajam, 27/8- Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, sedang merancang program interkoneksi wisata guna memudahkan wisatawan memilih paket perjalanan wisata mulai dari objek, transportasi, akomodasi, hingga fasilitas pendukung.

“Objek wisata di PPU ini sangat banyak dan memiliki daya tarik tersendiri karena memang masing-masing memiliki keunikan, makanya kami sedang merancang untuk interkoneksinya demi pengembangan sektor pariwisata,” ujar Ketua HPI Kabupaten PPU M Agung Khisbullah di Penajam, Rabu.

Sampai kini, lanjutnya, di PPU belum ada interkoneksi pariwisata berikut paket perjalanannya, sehingga pihaknya telah memetakan berbagai objek maupun atraksi wisata yang ke depan siap dijual guna menarik wisatawan berkunjung.

Ia mencontohkan, paket wisata yang telah dipetakan dan akan dilakukan interkoneksi antara lain mulai dari Kecamatan Penajam yang terdapat Pantai Sipakario di Nipah-Nipah, kemudian ekowisata mangrove yang terletak di Kelurahan Kampung Baru, dilanjutkan ke Pantai Saloloang plus Gusung Saloloang.

Perjalanan berikutnya bisa ke Kecamatan Waru yang antara lain terdapat Penangkaran Rusa di Desa Api-Api, Goa Besiang di Desa Sesulu yang terkenal dengan keunikan stalagtif dan stalagmit, Waru Tua dengan wisata budaya dan objek yang menarik seperti susur sungai untuk kawasan pedalaman hingga keberadaan bekantan.

Selanjutnya di Kecamatan Babulu, antara lain ada Goa Tolu Liang di Desa Labangka yang juga eksotis dengan keindahan stalagtif dan stalagmitnya, termasuk adanya air terjun yang cukup tinggi di Kecamatan Sepaku, yakni Air Terjun Tembinus yang masuk dalam kawasan Hak Guna Usaha Hutan Tanaman Industri PT ITCHI.

Agung yang juga Pendamping Desa Rintik pada Program Pembangunan, Pemberdayaan Kelurahan dan Perdesaan Mandiri (Pro-P2KPM) PPU ini melanjutkan, jumlah anggota HPI di Kabupaten PPU ada 25 orang yang semuanya juga sebagai pengurus pada divisi masing-masing, antara lain Divisi Pemasaran, Usaha, dan Divisi Diklat.

Namun demikian, pengurus HPI memiliki kode etik tidak boleh menawarkan atau menjual produk wisata, namun dalam hal ini berfungsi sebagai pihak yang membantu pemerintah dalam mengembangkan pariwisata, kemudian HPI berperan sebagai pemandu (guide).

“Untuk saat ini memang tidak banyak yang bisa kami lakukan karena jumlah pengunjung wisatanya sangat terbatas akibat pandemi, namun untuk memetakan potensi pengembangan wisata terus kami lakukan agar tahun depan kami lebih siap, termasuk siap menyambut pindahnya ibu kota negara dari Jakarta ke sini,” ucap Agung.(MG)

BALIKPAPAN-Komisi lV DPRD Balikpapan mendapat Kunjungan Kerja (Kungker) dari Komisi lV DPRD Samarinda, terkait perlunya pendalaman informasi mengenai optimalisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dimasa pandemi COVID-19. Dan turut serta DPRD Balikpapan Dalam Penanggulangan COVID-19 di Balikpapan.

Sebagai salah satu upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar pembangunan di daerah. Adanya pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan. Dari perusahaan beroperasi di daerah sekitar.

Wakil Ketua DPRD Samarinda juga Selaku Koordinator Komisi lV DPRD Samarinda Rusdi mengatakan, tujuan Kunker ini, sebagai pendalaman informasi mengenai optimalisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) di masa pandemi COVID-19.

Ia mengatakan, sejauh mana keikutsertaan, DPRD Balikpapan dalam Penanggulangan COVID-19. Dan langkah DPRD Balikpapan dalam menanggulangi COVID-19.

Hal itu, senada disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Iwan Wahyudi, untuk saat ini perusahaan di Balikpapan sudah mengarahkan sebagian dana CSR-nya untuk membantu pencegahan dan penanganan COVID-19.

“Seperti, membantu penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis dan masyarakat umum. Hingga penyemprotan desinfektan serta pembagian masker untuk masyarakat,” ungkapnya.

“Kami juga meminta kepada perusahaan untuk berpartisipasi mencegah penyebaran COVID-19. Alhamdulillah responnya cukup baik. Semua pihak perusahaan terlibat aktif dalam membantu pemerintah Balikpapan,” ucap dia.

“DPRD Samarinda berencana menerapkan hal serupa, dimana perusahaan beroperasi di daerah Samarinda tidak hanya berorientasi untuk meraup keuntungan dari bisnisnya saja,” ujarnya.

“Tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial membantu pembangunan, berbasis kemasyarakatan lewat dana CSR dialokasikan setiap tahunnya,” bebernya.

“Utamanya, membantu warga berada di ring satu perusahaan, artinya mereka warga terdekat dan terkena dampak ekonomi dari COVID-19,” jelasnya. (ay)

SENDAWAR – Peringatan HUT Ri Ke-75 tahun 2020 ini Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menggelar Upacara secara sederhana. Pelaksanaan tersebut tentunya sangat berbeda ditengah pandemi Covid-19.

Bupati Kubar, FX Yapan mengatakan upacara dilaksanakan secara sederhana, khidmat, sangat minimalis, dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, dengan mengikuti protokol kesehatan, sehingga peserta yang hadir dibatasi dan Perangkat daerah mengikuti upacara bendera melalui Live Streaming.

 

Melalui momentum HUT RI Ke 75, walaupun dengan suasana  yang berbeda namun semangat kita tetap menyala karena memang kebiasaan kita merayakan HUT RI dengan semarak yang diikuti semua PD dilingkungan Pemkab Kubar.

”Suasana Upacara kali ini, semua kegiatan diatur mengikuti Protokol Kesehatan, walaupun di masa pandemi semangat kita tetap tidak berbeda, harapan kita melalui momentum HUT RI ke 75 Bangsa Indonesia harus bisa berdiri di kaki sendiri, berdikari, mandiri dibidang ekonomi, berdaulat dibidang politik, dan berbudaya di bidang kebudayaan. Sehingga Tri Sakti tetap menggelora, ujarnya.

Ideologi bangsa adalah Pancasila harus dipertahankan sepanjang hayat dikandung badan, tidak boleh semangat kemerdekaan kita mundur, semangat perjuangan kita  harus tetap bergelora di masa pandemi. Bahkan kita harus serentak melawan Covid dengan memakai masker, dimana Pemkab Kubar sudah mulai membagikan masker untuk masyarakat.

Selanjutnya Bupati menghimbau kepada seluruh masyarakat melalui mometum HUT RI ke 75 di masa pandemi Covid-19.  Kita harapkan seluruh masyarakat disiplin mengikuti SOP/Protokol Kesehatan untuk mengatasi pandemi, dimana semua masyarakat harus berperilaku hidup bersih dan sehat  dengan cara cuci tangan, jaga jarak, mengganti pakain ketika pulang dari luar rumah, tidak boleh masyarakat lalai dan lengah.”Sekali lagi pemerintah menghimbau dan mengharapkan kerjasama yang baik demi kebaikkan kita semua  dengan perayaan HUT RI ke 75 saya yakin masyarakat semakin dewasa berpikir dan bertindak untuk daerah kita yang kita cintai,” pungkas Bupati.

Pemkab Kubar dalam waktu dekat juga akan melakukan rapat koordinasi terkait penentuan sanksi bagi masyarakat yang tidak disiplin memakai masker/SOP Protokol Kesehatan. Bgai masyarakat yang melanggar dikenakan sanksi seperti daerah-daerah lain dan Kubar akan menerapkan hal yang sama, maka harapan  kita masyarakat Kubar bisa bergandengan tangan bahu membahu serta merapatkan barisan dan tidak saling menyalahkan di dalam suasana covid  dan didalam kehidupan kita harus berjuang membangun Kubar yang kita cintai ini melalui semangat HUT RI.

 

BALIKPAPAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan mengusulkan anggaran tambahan untuk tahapan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota 2020 sebesar Rp 13,5 miliar.
Anggaran tersebut diusulkan ke pemerintah Pusat melalui KPU RI, KPU mengajukan anggaran tambahan untuk kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD), dalam pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang.

Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha mengatakan, anggaran Alat Pelindung Diri (APD) sudah diajukan sebesar Rp13,5 Miliar, Itu, menjadi acuan, harga pada saat itu, karena saat itu nggak ada yang murah.

“Anggaran tersebut, berdasarkan hitungan KPU, namun dari KPU RI juga mempunyai hitungan sendiri, karena melihat harga sekarang. Sehingga, ketika KPU tidak ada verifikasi calon perseorangan, maka kebutuhannya tidak sebesar dengan yang ada calon perseorangan,” jelas Thoha.

“Sebelumnya KPU telah mencairkan Rp1,7 miliar, maka berapapun nanti, besaran anggaran turun dari KPU RI akan dimanfaatkan, karena hitungannya bukan Rp13,5 Miliar dikurangi Rp1,7 Miliar, tapi sesuai dengan kebutuhan KPU saat ini,” kata Noor Thoha.

“Tinggal harga rapid tes itu, komponen termahal nanti, untuk kebutuhan masker, hand sanitizer, sarung tangan, sudah tidak terlalu besar,” bebernya.

“Saat itu, untuk Rapid tes masih di kisaran harga Rp150 Ribu, sehingga dapat dihitung dengan harga tersebut bisa dikalikan 13.500 anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) hasilnya kurang lebih Rp 2 Miliar,” ujar Ketua KPU Balikpapan.

“Nanti untuk daftar pencalonan ada lagi anggarannya, mestinya begitu, Pencalonan dengan penyerahan dukungan, itu perlu protokol COVID-19,” ucapnya.

“Selain itu, masih ada masa kampanye dan Bimtek Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), kegiatan seperti itu memerlukan pencairan secara bertahap,” urainya.

“Dengan 1.500 Tempat Pemungutan Suara (TPS), kebutuhan dana untuk penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Pilkada Balikpapan kurang lebih Rp. 7 miliar,” tandasnya. (ay)