Samarinda – Jalan Usaha Tani, Kelurahan Lempake, Samarinda Utara yang setiap banjir datang selalu tergenang, menjadi “obyek wisata” dadakan bagi warga sekitarnya.

Puluhan pedagang makanan ringan dan minuman berjejer di tepi jalan. Baik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun yang menggunakan meja-kursi. Otomatis, jalan selebar enam meter ini menjadi sempit dan membuat kendaraan harus berjalan pelan.

“Ini sebenarnya bukan obyek wisata. Tetapi setiap banjir, di kiri dan kanan jalan menjadi seperti lautan, karena sejauh mata memandang hanya air saja yang terlihat. Inilah yang menarik warga untuk bersantai di sore hari,” ujar Gani, warga Betapus yang rumahnya tidak jauh dari pantai dadakan ini, Jumat sore (29/5)/2020).

Bahkan pada Selasa, 26 Mei lalu seorang anak berusia 10 tahun meninggal dunia akibat berenang dan tewas tenggelam di area persawahan tepi kiri dan kanan jalan. Namun, hingga Jumat sore, kejadiaan naas tersebut tidak menyurutkan warga untuk terus datang sekadar untuk bersantai.

Tampak juga puluhan pencari ikan dengan menggunakan jaring ikan berbentuk persegi yang mereka sebut ”hancau”. Cara kerjanya, jarring berbentuk persegi ini direndam di dalam air dan beberapa saat kemudian diangkat untuk menangkap ikan yang terseret arus.

Bahkan, tidak kalah dengan suasana pantai, beberapa perahu sengaja disewakan untuk mengangkut “wisatawan’ yang ingin berkeliling area banjir dengan biaya Rp10.000/ penumpang.

“Kalau banjir tingginya bisa mencapai dua meter. Cukup untuk membawa penumpang dengan perahu,” ujar Amat.

Sementara itu, Dinas Sosial Kota Samarinda dan Polsek Sungai Pinang setelah timbulnya korban tewas, memasang garis polisi dan melarang anak-anak untuk berenang.

“Ini bukan tempat wisata, ini banjir yang kita tidak tahu berapa ketinggian airnya. Sebaiknya orang tua melarang anak-anak berenang karena sangat berbahaya,” ujar relawan bernama Rahman.

BONTANG – Ditetapkannya Bontang dengan status kejadian luar biasa (KLB) sejak (23/3) lalu turut pengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) pada triwulan pertama tahun ini.

Kepala Bappenda Bontang Sigit Alfian menuturkan, ada dua sumber PAD yang tidak memenuhi target Bappenda yakni 15 persen yakni pariwisata dan restoran.

Dari akumulasi kedua sumber pajak tersebut, pada triwulan pertama ini dana yang berhasil diserap sebanyak Rp 1,4 M dari target Rp 1,7 M.

“Baru terserap 12,78 persen, target kami di triwulan pertama ini sebanyak 15 persen tiap sumber pajak ,”pungkasnya

Sigit menjelaskan, meskipun dua sektor pajak tersebut tidak tercapai, namun masih ada sumber pajak lain yang berhasil melampaui target. Diantaranya pajak penerangan jalan dengan capaian 26 persen (Rp 8,3 M), dan Reklame Penerangan Jalan 19 persen ( Rp 113 juta ). Sedangkan pajak bumi dan bangunan masih menunggu laporan.

” Masih ada yang melampaui target, kami memang sudah kejar sejak bulan pertama dan kedua,” pungkasnya

Lebih lanjut dia menjelaskan, tidak tercapainya target PAD di tengah wabah virus corona perlu dipahami sebagai masalah nasional yang juga berdampak pada tiap daerah di Indonesia. Diapun mengungkapkan untuk meningkat PAD pihaknya akan memaksimalkan dana bagi hasil dari tiap perusahaan besar yang ada di Bontang.

” Corona ini sudah menjadi masalah dari tingkat Nasional hingga daerah, kita tidak perlu terlalu khawatir terhadap masalah perekonomian dulu. Namun fokus ke penyelesaian masalah corona ini,” pungkasnya. ***

SAMARINDA — Kalimantan Timur yang ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara Baru tentunya juga dikenal sebagai Indonesia Mini. Hal ini tidak terlepas dari berbagai suka dan budaya yang ada didalamnya.

Dibuktikan dengan diadakannya Festival Aruh Ganal Budaya Banjar yang resmi dibuka oleh Gubernur Kaltim Isran Noor, semalam (13/3) di lapangan Parkir GOR Segiri Samarinda.

Kebudayaan Kalimantan Selatan yang identik dengan suku banjar sangat kental terlihat di calon IKN dan hal tersebut dibenarkan oleh Bupati Kutai Timur Ismunandar yang dalam kesempatan tersebut ditetapkan sebagai Ketua Keluarga Kerukunan Banjar Kalimantan Timur (KKBKT).

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi kegiatan yang pertama dan seterusnya,”ucap Ismu dalam sambutannya.

Festival ini berlangsung selama 3 hari dan akan berakhir pada Minggu (15/3).Festival ini diikuti oleh 12 pengurus Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) dari Indonesia hingga Malaysia.

Gubernur Kaltim Isran Noor juga dalam kesempatan tersebut berharap semoga tali silahturahmi dapat terus bersambung, kuat dan memberikan manfaat satu dengan yang lainnya.

Harapannya kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda tahunan yang rutin dilaksanakan guna menjaga dan melestarikan kebudayaan serta tradisi yang dimiliki oleh masing-masing daerah agar lebih dikenal tidak hanya di Indonesia saja melainkan hingga mancanegara. (DISKOMINFO/Lely)

Samarinda— Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur menyebut bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada bulan Desember 2019 tercatat sebesar 62 kunjungan atau mengalami penurunan sebanyak 191 kunjungan dibanding November 2019.

“Jumlah wisman pada Desember 2019 jika dibandingkan dengan Desember 2018 mengalami penurunan mencapai 154 kunjungan,” ujar Kepala BPS Kaltim, Anggoro Dwithjahyono, di Samarinda belum lama ini.

Dilihat berdasarkan asal negara, maka wisman yang berkunjung ke Kalimantan Timur pada bulan Desember 2019 didominasi oleh wisatawan Negara yang tergabung dalam ASEAN. Peranan regional ASEAN tersebut mencapai 100 persen terhadap total kunjungan wisman pada bulan Desember 2019.

Menurutnya, secara kumulatif, pada periode Januari 2019 hingga Desember 2019 wisman yang berkunjung ke wilayah Kalimantan Timur telah mencapai 3.025 kunjungan.

Anggoro menjelaskan jumlah penurunan wisman bulan Desember 2019 tergambar pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kalimantan Timur adalah sebesar 63,90 persen, hal ini berarti dari seluruh jumlah kamar hotel berbintang di Kalimantan Timur rata-rata yang terjual/terpakai adalah sebesar 63,90 persen dari seluruh kamar yang tersedia.

Selanjutnya jika dilihat menurut klasifikasinya, pada bulan Desember 2019 hotel berbintang 5 mengalami raihan TPK tertinggi yaitu mencapai 68,19 persen, sedangkan TPK terendah terjadi
pada hotel berbintang 1 mencapai 31,49 persen, sementara hotel berbintang lainnya yakni bintang 2, bintang 3 dan bintang 4 mencatat TPK masing-masing sebesar 63,68 persen, 65,84 persen dan 63,54 persen.

Secara umum rata-rata lama menginap tamu pada hotel berbintang di Kalimantan Timur selama bulan Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,04 hari dari rata-rata lama tamu
menginap bulan November 2019, yakni dari rata-rata 1,48 hari menjadi 1,52 hari. Kenaikan tersebut terjadi karena rata-rata lama menginap tamu nusantara pada Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,05 hari, sedangkan rata-rata lama menginap tamu mancanegara mengalami penurunan sebesar 0,42 hari dibanding November 2019.

Sementara, rata-rata lama menginap tamu mancanegara pada bulan Desember 2019 dibanding Desember 2018 mengalami penurunan sebesar 0,94 hari, sedangkan pada rata-rata lama menginap tamu nusantara mengalami penurunan sebesar 0,18 hari. Dari keseluruhan tamu hotel yang ada, rata-rata lama menginap di hotel berbintang pada bulan Desember 2019 mengalami penurunan sebesar 0,20 hari jika dibandingkan Desember 2018.

Apabila diamati dari perkembangan rata-rata lama menginap tamu setiap bulannya pada hotel berbintang pada kurun waktu Desember 2018 – Desember 2019, maka rata-rata lama menginap tamu paling tinggi terjadi pada bulan Januari 2019 yaitu sebesar 2,08 hari sedangkan bulan November 2019 merupakan periode dengan rata-rata lama menginap tamu paling rendah yaitu mencapai 1,48 hari.

Samarinda – Kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi V di Kalimantan Timur, untuk meninjau Infrastruktur dan transportasi yang ada di Ibukota Kalimantan Timur, Tercatat Dua belas anggota DPR RI Komisi V yang diketuai oleh H. Syarief Abdullah Alkadrie dan delapan sekretariat langsung menuju Bendungan Lempake usai mendarat di Bandara APT Pranoto, Kamis (23/1).

“Ini bendungan cukup bagus, ini merupakan sumber air baku, kemudian juga bisa dibuat sebagai tempat wisata seperti dayung atau yang lainnya paling tidak untuk daerah Samarinda,” Ujar Syarief dari fraksi Nasional Demokrat.

Syarief berharap nantinya kedepan Bendungan Lempake juga bisa dikembangkan sebagai objek wisata disamping untuk pengendali banjir.

“Harapannya agar Walikota Samarinda untuk membuat suatu perencanaan yang baik sehingga dapat meyakinkan pemerintah pusat agar tidak hanya sebagai pengendali banjir kemudian juga bisa dimanfaatkan sebagai potensi wisata untuk daerah ini,” Tambah Syarief.

Tampak mendampingi Walikota Samarinda Syaharie Jaang bersama Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairuddin ikut mendampingi bersama Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Anang Muchlis.

 

SAMARINDA — Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur meluncurkan Calender of Events (CoE) Kaltim Tahun 2020 beberapa saat lalu dalam rangkaian acara HUT Kaltim ke-63.
Tentunya ini menjadi angin segar bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk dapat melakukan rencana berlibur sesuai dengan agenda yang telah terjadwal dimasing-masing Kabupaten/Kota yang ada di Kaltim.

Kepala Dinas Pariwista Kaltim Sri Wahyuni menjelaskan bahwa meluncurkan Calender of Events (CoE) Kaltim Tahun 2020 sesungguhnya merupakan direktori bagi masyarakat Kaltim maupun masyarakat luar Kaltim. Adapun beberapa direktori tersebut yaitu Direktori tentang Event Potret Seni Budaya melalui event, Direktori Event Kreatif dan Direktori Spot Tourism.

“Ini menjadi hal penting sebagai database bahkan memudahkan setiap orang yang ingin berkunjung ke Kaltim,”tegas Sri.

Ditambahkannya pula bahwa tidak hanya wisatawan namun pelaku usaha pariwisata seperti tourguide (pemandu wisata), travel dan hotel dapat dipermudah untuk mempersiapkan referensi perjalanan wista beserta semua perlengkapannya. Harapannya dengan semakin berkembangnya sektor-sektor pariwisata tdapat menyumbang lebih banyak lagi pendapatan dalam bentuk devisa negara(DISKOMINFO/Lely)

Samarinda- Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim mengeluarkan Calender of Event (CoE) Wisata Kaltim tahun 2020, yang akan di luncurkan pada tanggal 9 Januari 2020 mendatang. Di acara Hut Kaltim Ke- 63 tahun yang bertempat di GOR Madya Sempaja.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni menerangkan CoE Prov Kaltim tahun 2020 tersebut dirangkum dalam buku yang akan dibagikan kepada para tamu undangan dan sedang dipersiapkan pula e-booknya. Event tersebut meliputi event seni budaya, event kreatif dan event wisata olahraga pada 2020 akan di gelar sepanjang tahun.

Calender of Event meliputi 62 event yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota. Pelaksana eventnya dari unsur Pemerintah Provinsi Kaltim, Pemkab/Pemkot se-Kaltim, serta Asosiasi dan komunitas,” ujarnya.

Lanjut ia katakana, dalam buku tersebut menampilkan berbagai tempat wisata yang dapat menarik wisatawan, hal ini menjadi indikator wisata seni budaya, kreatif dan sport tourism di Kaltim agar dikenal lebih luas dan menjadi referensi bagi pelaku industri pariwisata dalam menyusun dan menawarkan paket wisata serta menjadi informasi event wisata bagi pengunjung.

Launching CoE akan ditandai dengan pemukulan kendang oleh Gubernur Kaltim bersama unsur Forkominda Provinsi Kaltim,” tegas Sri Wahyuni.

Samarinda – Badan Pusat Statistik Kaltim mengumumkan rilis berita statistik di berbagai sektor antara lain Pariwisata, Ekspor, Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Perkembangan Indeks Harga Konsumen, Di Ruang rapat kantor BPS Kaltim Jalan Kemakmuran, Kamis (2/1).

Pada bulan November 2019 Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kalimantan Timur sebesar 64,37%, hal ini berarti dari seluruh jumlah kamar hotel berbintang di Kaltim rata – rata terjual/terpakai sebesar 64,37% dari seluruh kamar yang tersedia.

TPK bulan November 2019 mengalami kenaikan 3,32 Poin dibanding TPK bulan Oktober 2019. Terjadi peningkatan TPK sebesar 10,99 Poin.

“Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada bulan November 2019 tercatat 253 kunjungan. Secara komulatif jumlah wisman yang berkunjung ke Kaltim periode Januari 2019 – November 2019 mencapai 2.963 kunjungan,” Jelas Kepala BPS Kaltim Anggoro Dwitjahyono.

Menurut asal negara wisman yang berkunjung ke Kaltim pada bulan November 2019 didominasi asal Singapore, Malaysia dan Germany. Peran ketiga negara ini mencapai 39,53% terhadap total kunjungan wisman pada bulan November 2019.

Rata – rata lama menginap tamu mancanegara pada bulan November 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,13 hari, sedangkan pada rata – rata lama menginap tamu nusantara mengalami penurunan sebesar 0,37 hari. Secara keseluruhan tamu hotel yang menginap di hotel berbintang pada bulan November 2019 mengalami penurunan sebesar 0,37 hari dibandingkan November 2018.